Atletico Madrid Depak Blaugrana dari UCL, Kebangkitan Yang Menyakitkan!

Gilabola.com – Hasil Atlético Madrid vs Barcelona berakhir 1-2, tetapi Barça gagal lolos ke semifinal Liga Champions karena kalah agregat 3-2.

Perjalanan Barcelona di Liga Champions musim ini harus berakhir di babak perempat final dengan cara yang menyakitkan. Kemenangan 2-1 atas Atlético Madrid pada leg kedua, Rabu dini hari WIB, tidak cukup untuk membalikkan ketertinggalan agregat dari pertemuan pertama.

Meski tampil impresif sejak awal laga hingga akhir, termasuk bermain dengan 10 orang di penghujung pertandingan, satu gol dari Ademola Lookman menjadi pembeda. Atlético Madrid tetap lolos ke semifinal dengan keunggulan agregat 3-2.

Awal Laga Sempurna, Barcelona Langsung Menekan

Barcelona langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Bahkan, Lamine Yamal hampir mencetak gol saat laga baru berjalan kurang dari satu menit. Tekanan tinggi dan permainan cepat membuat tim tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.

Dominasi tersebut membuahkan hasil cepat. Pada menit keempat, Yamal berhasil merebut bola di area lawan dan memanfaatkan umpan dari Ferran Torres untuk mencetak gol pembuka dengan penyelesaian apik melewati sela kaki kiper.

Barcelona tidak mengendurkan serangan. Mereka terus menciptakan peluang berbahaya, termasuk saat Dani Olmo hampir menggandakan keunggulan, namun berhasil digagalkan oleh kiper lawan.

Gol kedua akhirnya datang lewat kerja sama Olmo dan Ferran. Umpan Olmo berhasil diselesaikan dengan tendangan kaki kiri yang akurat oleh Ferran, membuat agregat menjadi imbang dan membuka kembali peluang Barcelona.

Kesalahan Fatal Mengubah Jalannya Laga

Di tengah performa solid, Barcelona melakukan satu kesalahan yang berakibat besar. Marcos Llorente berhasil lolos dari pengawalan dan memberikan umpan matang kepada Ademola Lookman yang dengan mudah mencetak gol. Gol ini mengembalikan keunggulan agregat untuk Atlético Madrid.

Meski kebobolan, tim asuhan Hansi Flick tetap tampil menyerang. Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya dan sempat mengajukan protes penalti saat Olmo didorong di dalam kotak penalti. Namun, wasit dan VAR memutuskan tidak memberikan hadiah penalti.

Babak pertama ditutup dengan keunggulan Barcelona dalam pertandingan, namun mereka masih tertinggal secara agregat.

Peluang Terbuka, Tapi Momentum Hilang

Memasuki babak kedua, Barcelona tetap bermain menyerang. Mereka sempat mencetak gol ketiga lewat Ferran, namun dianulir karena posisi offside.

Gol yang dibatalkan tersebut tampak memengaruhi permainan Barcelona. Intensitas serangan menurun, sementara Atlético mulai lebih berani menyerang.

Kiper Barcelona, Joan Garcia, tampil gemilang dengan menggagalkan peluang emas dari jarak dekat yang dimiliki Robin Le Normand.

Kartu Merah Jadi Titik Balik

Situasi semakin sulit bagi Barcelona ketika Eric Garcia melakukan pelanggaran terhadap Alexander Sorloth yang berada dalam posisi mencetak gol. Setelah tinjauan VAR, wasit memberikan kartu merah langsung.

Keputusan tersebut membuat Barcelona harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu pertandingan, memperkecil peluang mereka untuk mencetak gol tambahan.

Peluang Terakhir Terbuang

Dalam kondisi tertekan, pelatih melakukan perubahan taktik dengan memasukkan lebih banyak pemain menyerang. Ronald Araujo dan Robert Lewandowski bahkan ditempatkan di lini depan untuk menambah daya gedor.

Barcelona terus mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Kesempatan terbaik datang dari sundulan Araujo dalam posisi bebas di depan gawang. Namun, bola melenceng jauh dari target.

Itu menjadi peluang terakhir mereka. Peluit akhir pun berbunyi, memastikan langkah Barcelona terhenti di kompetisi Eropa musim ini.

Kekecewaan pun tak terhindarkan setelah perjuangan panjang yang berakhir tanpa hasil yang diharapkan.