
Spanyol harus puas berbagi angka setelah gagal membongkar pertahanan rapat Cape Verde dalam pertandingan yang berakhir tanpa gol di Atlanta Stadium.
Hasil ini terasa mengecewakan bagi La Roja. Mereka mendominasi permainan hampir sepanjang laga, menciptakan banyak peluang, tetapi tetap tidak mampu menemukan jalan menuju gawang yang dijaga Vozinha.
Spanyol Menekan, Cape Verde Bertahan
Sejak menit awal, Spanyol langsung mengambil kendali permainan. Aliran umpan mereka berjalan lancar dan penguasaan bola berada jauh di atas Cape Verde.
Meski demikian, dominasi itu tidak langsung menghasilkan peluang bersih. Cape Verde memilih bertahan dalam blok yang rapat sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Peluang pertama yang cukup berbahaya datang lewat Pedri pada menit ke-15. Namun tembakannya dari luar kotak penalti masih mampu diamankan Vozinha.
Spanyol terus menyerang. Fabián Ruiz beberapa kali mencoba peruntungannya, sementara Gavi, Ferran Torres, dan Mikel Oyarzabal ikut memberikan ancaman.
Peluang emas sempat didapat Ferran Torres pada menit ke-39. Gawang sudah terbuka lebar, tetapi penyelesaian akhirnya justru melenceng. Kesempatan besar itu terbuang percuma.
Menjelang turun minum, tekanan Spanyol semakin meningkat. Vozinha kembali menunjukkan kualitasnya saat menggagalkan peluang Ferran Torres dan Aymeric Laporte.
Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Vozinha Tampil Gemilang di Babak Kedua
Selepas istirahat, jalannya pertandingan tidak banyak berubah.
Spanyol kembali mengambil inisiatif serangan. Fabián Ruiz dua kali membuang peluang pada awal babak kedua sebelum mendapatkan kesempatan emas lain pada menit ke-56.
Namun lagi-lagi peluang itu gagal berbuah gol.
Pada periode tersebut, Spanyol terus membombardir pertahanan Cape Verde. Bahkan mereka mencatat 13 tembakan beruntun tanpa balasan dari lawan.
Vozinha menjadi alasan utama mengapa Cape Verde masih bertahan. Sang penjaga gawang beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk saat menghadapi peluang Marc Cucurella dan Mikel Merino.
Data pertandingan menunjukkan Cape Verde bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Cape Verde Nyaris Curi Kemenangan
Meski terus ditekan, Cape Verde hampir saja mencuri gol pada masa injury time.
Peluang emas jatuh ke kaki Diney Borges ketika gawang Spanyol dalam posisi terbuka. Namun kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan. Bola tidak mengarah ke sasaran dan peluang terbaik Cape Verde pun menguap begitu saja.
Momen itu nyaris menjadi hukuman bagi Spanyol yang terlalu lama gagal memanfaatkan dominasi mereka.
Pada sisi lain, La Roja tetap menyerang hingga menit-menit terakhir. Corner demi corner mereka dapatkan, tetapi pertahanan Cape Verde terus bertahan dengan disiplin tinggi.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap tidak berubah.
Spanyol menguasai bola dalam persentase yang sangat tinggi, menciptakan total 18 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Cape Verde hanya mampu menghasilkan tiga percobaan dan tidak satu pun tepat sasaran.
Namun statistik tidak selalu menentukan hasil akhir. Cape Verde berhasil membawa pulang hasil imbang berkat organisasi pertahanan yang solid dan penampilan luar biasa Vozinha di bawah mistar.
Analisis Gilabola.com
Diluar dugaan dan juga prediksi kami! Pertandingan ini menunjukkan kelemahan yang masih dimiliki Spanyol ketika menghadapi lawan yang bertahan sangat dalam.
Penguasaan bola memang luar biasa, tetapi efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama La Roja.
Di sisi lain, Cape Verde layak mendapat apresiasi. Mereka mungkin nyaris tidak menyerang, tetapi disiplin menjaga area pertahanan selama 90 menit bukan pekerjaan mudah saat menghadapi tekanan konstan dari Spanyol.
Jika Diney Borges mampu memaksimalkan peluang emas pada injury time, hasil yang lebih mengejutkan bahkan bisa saja tercipta.
