Trent Alexander-Arnold Dicoret dari Timnas Inggris, Karena Tinggalkan Liverpool?

Gilabola.com – Absennya nama Trent Alexander-Arnold dari skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 langsung memancing tanda tanya besar. Bukan cuma karena statusnya sebagai pemain Real Madrid, tapi juga karena keputusan Thomas Tuchel dianggap memperjelas satu hal: sang bek kanan makin kehilangan tempat di tim nasional.

Yang membuat situasi terasa makin pahit, Tuchel justru membawa nama seperti Djed Spence yang saat ini masih mengalami patah rahang.

Sudah lama Alexander-Arnold kesulitan mendapat kepercayaan penuh di level internasional. Saat masih ditangani Gareth Southgate pun situasinya tak jauh berbeda. Padahal bersama Liverpool, ia sempat dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik Premier League.

Kini usianya sudah 27 tahun. Tapi jumlah penampilannya bersama Inggris baru menyentuh 34 laga. Dari seluruh pertandingan itu, hanya satu yang ia jalani ketika Tuchel berada di kursi pelatih.

Bahkan di Piala Dunia, menit bermain Alexander-Arnold terbilang minim. Total cuma 124 menit.

Dan itu yang mulai membuat situasinya terasa rumit.

Piala Dunia berikutnya baru digelar pada 2030. Saat turnamen itu datang, usia Trent sudah 31 tahun. Dalam beberapa musim terakhir, kondisi fisiknya juga mulai lebih sering bermasalah dibanding sebelumnya.

Tak ada jaminan ia masih berada di level terbaik saat kesempatan berikutnya tiba.

Inggris Bisa Menyesal

Musim ini memang bukan periode terbaik Alexander-Arnold. Namun satu hal yang masih sulit dipungkiri, kualitas umpannya tetap berbeda.

Ia kerap dikritik karena permainan bertahannya, terutama saat kehilangan bola. Tapi kemampuan mengirim umpan pembeda dalam satu momen sering kali jadi senjata yang tak dimiliki banyak pemain Inggris.

Apalagi turnamen besar biasanya berjalan rumit. Inggris hampir pasti bakal menghadapi laga-laga ketat melawan tim seperti Spanyol, Prancis, hingga Argentina.

Dalam situasi seperti itu, pemain dengan visi umpan seperti Trent bisa sangat berguna. Bahkan hanya dari bangku cadangan.

Bukan cuma dirinya yang dicoret. Nama seperti Adam Wharton dan Lewis Hall juga gagal masuk skuad. Dari situ terlihat Tuchel tampaknya lebih memilih pemain yang dianggap lebih kuat secara defensif.

Masalahnya, sepak bola turnamen kadang memaksa tim mengambil risiko.

Inggris mungkin akan mengandalkan bola mati untuk membongkar pertandingan sulit. Dan di area itu, Alexander-Arnold termasuk salah satu spesialis terbaik yang dimiliki Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan meninggalkannya di rumah bisa saja berbalik menjadi masalah.

Keputusan Tinggalkan Liverpool Mulai Dipertanyakan

Kepindahan Alexander-Arnold ke Real Madrid sebenarnya mudah dipahami. Sulit bagi pemain mana pun menolak kesempatan bermain di klub sebesar itu.

Namun ada anggapan karier internasionalnya mungkin akan lebih aman jika ia tetap bertahan di Liverpool.

Selama bertahun-tahun, Trent punya koneksi luar biasa dengan Mohamed Salah di sisi kanan permainan Liverpool. Menariknya, musim ini keduanya sama-sama terlihat tidak berada di performa terbaik.

Belum tentu bertahan di Anfield bisa mengubah semuanya. Tapi ada kemungkinan Alexander-Arnold menjalani musim yang lebih stabil dibanding yang ia alami bersama Madrid.

Situasi juga makin sensitif karena cara kepergiannya dari Liverpool sempat membuat banyak suporter kecewa. Sebagian fans percaya sang pemain sudah merencanakan pindah ke Spanyol sejak jauh hari, sehingga menolak memperpanjang kontraknya sebelum hengkang pada musim panas 2024.

Hubungannya dengan banyak fans Liverpool pun mulai renggang.

Dan sekarang, ketika tempatnya di timnas ikut terancam, keputusan besar dalam karier Trent mulai dipandang berbeda.

Opini Gilabola.com

Keputusan Thomas Tuchel terasa seperti sinyal keras untuk Trent Alexander-Arnold. Bukan sekadar dicoret dari satu turnamen, tapi juga tanda bahwa gaya bermainnya mungkin sudah tidak lagi jadi prioritas utama di timnas Inggris.

Kalau performanya tidak segera stabil di Real Madrid, bukan tidak mungkin kesempatan bermain di Piala Dunia benar-benar habis begitu saja.