
Gilabola.com – Tottenham Hotspur belum benar-benar selamat. Kekalahan 1-2 dari Chelsea di derby London tengah pekan membuat tim asuhan Roberto De Zerbi gagal mengunci tiket bertahan di Premier League lebih cepat.
Kini semuanya ditentukan di laga terakhir musim ini melawan Everton di Tottenham Hotspur Stadium.
Situasinya simpel, tapi tekanannya besar. Spurs hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan tetap bermain di kasta tertinggi musim depan.
Masalahnya, rasa gugup mulai muncul.
Apalagi di saat bersamaan West Ham masih punya peluang menyalip mereka dari zona merah. Laga West Ham kontra Leeds United juga dimainkan serentak, sehingga kabar gol dari stadion lain bisa langsung mengubah atmosfer di London Utara.
Musim lalu Tottenham masih merayakan trofi UEFA Europa League usai mengalahkan Manchester United 1-0 di Bilbao. Saat itu ada harapan Spurs bakal naik level dan kembali bersaing memperebutkan gelar.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Sekarang mereka malah berada di ambang degradasi menuju Championship.
Main di Kandang Sendiri Apakah Jaminan?
Bermain di kandang sebenarnya bisa jadi keuntungan. Tapi tidak sepenuhnya begitu untuk Tottenham musim ini.
Mereka cuma menang dua kali di kandang sepanjang musim Premier League berjalan. Bahkan kemenangan kandang terakhir di liga terjadi pada awal Desember.
Itu membuat laga kontra Everton terasa makin tidak nyaman.
Atmosfer stadion diprediksi tetap hidup karena suporter sadar pentingnya pertandingan ini. Namun musim ini Spurs beberapa kali gagal memanfaatkan dukungan publik sendiri. Saat menghadapi Nottingham Forest dalam duel sesama tim papan bawah, Tottenham justru kalah 0-3 meski suasana stadion saat itu cukup bagus.
De Zerbi kini cuma bisa berharap para pemainnya mampu mengatasi tekanan.
Tottenham sebenarnya punya modal positif karena Everton datang tanpa target besar. Tim asuhan David Moyes juga baru kalah 1-3 dari Sunderland pekan lalu.
Meski begitu, Everton tetap menjalani musim yang cukup aman dengan berada di posisi ke-12 klasemen.
Solanke dan Maddison Bisa Jadi Pembeda
Tottenham berpeluang mendapat tambahan tenaga lewat kembalinya Dominic Solanke. Penyerang tersebut absen sejak kemenangan atas Wolverhampton Wanderers pada April lalu karena cedera.
Performanya musim ini memang belum terlalu meyakinkan, tetapi De Zerbi bisa saja membutuhkan satu momen kecil darinya di pertandingan sebesar ini.
James Maddison juga sudah kembali bermain dalam beberapa laga terakhir usai cedera. Gelandang Inggris itu kemungkinan belum turun sebagai starter, namun pengaruhnya tetap dianggap penting.
Tottenham merasa kehilangan Maddison sepanjang musim ini.
Karakter dan mentalitas Maddison dinilai bisa membantu Spurs menghadapi tekanan laga penentuan. Apalagi pertandingan seperti ini sering ditentukan bukan cuma oleh kualitas permainan, tapi juga keberanian menghadapi momen.
Spurs tidak harus bermain indah untuk bertahan hidup.
Mereka bahkan tidak wajib menang karena selisih gol masih lebih baik. Tetapi Tottenham juga sadar mereka tidak bisa hanya berharap hasil dari laga West Ham.
Semua kembali ke 90 menit terakhir musim ini.
Analisis Gilabola.com
Tottenham terlihat seperti tim yang kehabisan ketenangan di momen paling penting musim ini. Situasi mereka sekarang terasa ironis setelah musim lalu berhasil mengangkat trofi Eropa. Jika gagal mengatasi tekanan melawan Everton, musim buruk Spurs bakal dikenang sangat lama oleh suporternya.
