Barcelona dan Mimpi Besar Datangkan Harry Kane di Era Hansi Flick, Bakal Sempurna!

Gilabola.com – Jika Harry Kane ke Barcelona, hal ini berpotensi melahirkan era dominasi baru Blaugrana, sebuah transfer impian yang secara profil, timing, dan kebutuhan tim terasa sangat masuk akal di atas kertas.

Barcelona memang tidak menjadi pemain besar di bursa transfer dalam beberapa musim terakhir akibat masalah finansial yang berkepanjangan. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan klub Catalan untuk terus memantau pemain-pemain terbaik dunia, menunggu momen yang tepat untuk melakukan rekrutan besar yang mencerminkan status dan sejarah mereka.

Sejak Hansi Flick mengambil alih kursi pelatih pada musim panas 2024, Barcelona hanya mendatangkan empat pemain secara permanen. Minimnya belanja tidak menjadi penghalang bagi Flick, yang mampu memaksimalkan talenta La Masia serta pemain-pemain yang sebelumnya kurang bersinar, lalu mengubah mereka menjadi pemain kelas dunia. Hasilnya, Barcelona kembali ke puncak sepak bola Spanyol.

Flick telah membangun sebuah tim yang sangat kuat, bahkan disebut sebagai salah satu skuad terbaik Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Treble domestik sudah berhasil diraih. Namun, untuk menjaga kesuksesan jangka panjang, masih ada posisi yang perlu dibenahi.

Masa Depan Lewandowski dan Munculnya Nama Harry Kane

Robert Lewandowski tampil luar biasa sejak bergabung dengan Barcelona pada 2022. Akan tetapi, penyerang asal Polandia itu akan berusia 38 tahun pada Agustus mendatang dan kini memasuki enam bulan terakhir kontraknya. Peluang perpanjangan kontrak pun disebut semakin kecil.

Sejumlah striker telah dikaitkan sebagai calon pengganti Lewandowski, termasuk mesin gol Inggris dan Bayern Munchen, Harry Kane. Ada beberapa alternatif lain, tetapi sulit menyangkal bahwa Kane akan menjadi transfer impian bagi Barcelona.

Bukan Sekadar Pengganti, Melainkan Peningkatan

Lewandowski adalah salah satu penyerang tengah terbaik abad ke-21 dan telah memenangkan hampir semua trofi level klub di Eropa. Namun, seiring waktu, performanya mulai menurun, dengan produktivitas yang tidak lagi setajam sebelumnya pada musim 2025–26.

Sementara itu, meski lama dicap minim trofi besar, secara individu Harry Kane juga layak disebut sebagai salah satu striker terbaik dalam dua dekade terakhir. Bahkan, musim 2025–26 berpotensi menjadi tahun terbaik dalam karier profesionalnya.

Penyerang berusia 32 tahun itu sedang berada dalam performa luar biasa dan menjadi kandidat kuat peraih Sepatu Emas Eropa keduanya dalam tiga tahun terakhir. Kane mencatatkan angka yang sebanding, bahkan sedikit lebih baik, dibandingkan statistik Lewandowski saat masa puncaknya di Bayern Munchen.

Pada September lalu, Kane juga mencatat sejarah sebagai pemain tercepat yang mencapai 100 gol bersama satu klub di lima liga top Eropa pada abad ini, hanya dalam 104 penampilan bersama Bayern. Meski bukan pemain muda, Kane sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa.

Jika Barcelona mampu mewujudkan transfer ini, mereka bukan hanya mendapatkan pengganti Lewandowski, tetapi juga peningkatan kualitas di lini depan.

Harry Kane, Striker yang Cocok dengan DNA Barcelona

Keunggulan Kane tidak hanya terletak pada ketajamannya mencetak gol. Ia adalah penyerang komplet yang memiliki karakter permainan sangat sesuai dengan gaya khas Barcelona.

Kane dikenal gemar turun ke lini tengah untuk membangun serangan, berperan layaknya pengatur permainan. Ia sama berbahayanya saat mengirim umpan terobosan yang membelah pertahanan lawan maupun saat menyelesaikan peluang di kotak penalti. Teknik, visi, dan kemampuan kombinasi yang ia miliki bahkan membuatnya tampak seperti lulusan La Masia.

Dengan Lamine Yamal dan Raphinha di sisi sayap, serta Pedri yang bergerak di belakangnya, Kane akan berada di lingkungan ideal untuk memaksimalkan kualitas terbaiknya. Gambaran Kane mengirim through pass ke Raphinha, melakukan kombinasi cepat dengan Yamal, atau menyambut umpan matang dari Pedri terasa sangat realistis.

Dalam beberapa musim terakhir, Lewandowski lebih banyak beroperasi sebagai target man di kotak penalti. Serangan Barcelona justru terlihat lebih cair ketika pemain seperti Ferran Torres memimpin lini depan. Kane menawarkan keseimbangan, ancaman mematikan di kotak penalti sekaligus kreativitas dari area yang lebih dalam.

Bahkan, gaya bermain Kane disebut lebih mendekati peran Luis Suárez bersama Barcelona pada pertengahan 2010-an.

Formula Transfer yang Pernah Terjadi

Meski terdengar tidak realistis saat ini, kalau anda masih ingat, situasi Kane memiliki kemiripan dengan transfer besar Barcelona sebelumnya. Dulu, Barcelona juga pernah memboyong salah satu striker terbaik dunia dari Bayern Munchen dalam kondisi finansial yang sulit.

Saat ini, peluang Barcelona merekrut Kane pada bursa transfer Januari nyaris mustahil. Namun, situasinya bisa berubah pada musim panas mendatang. Barcelona akan menggelar pemilihan presiden, dan janji mendatangkan pemain bintang disebut menjadi bagian dari kampanye tidak resmi para kandidat.

Kontrak Kane di Bayern Munchen akan berakhir pada akhir musim 2026–27. Jika tidak ada kesepakatan perpanjangan, Bayern bisa terbuka untuk bernegosiasi ketika kontraknya menyisakan satu tahun, situasi yang sangat mirip dengan kasus Lewandowski pada 2022. Jika Kane bergabung ke Barcelona musim panas nanti, usianya hanya terpaut satu tahun lebih muda dibandingkan Lewandowski saat tiba di Camp Nou.

Saat ini, Harry Kane ke Barcelona menurut kami mungkin masih terlihat sebagai mimpi. Namun, jika melihat preseden dan kondisi yang ada, transfer ini tidak sepenuhnya mustahil. Barcelona hanya perlu mengikuti formula yang sama seperti saat merekrut pemain yang kelak akan digantikan Kane.