José Mourinho mengaku kesulitan menemukan alasan di balik kekalahan Real Madrid dari Real Betis. Los Blancos tampil dominan sepanjang pertandingan, menciptakan banyak peluang, tetapi akhirnya harus pulang dari Seville dengan kekalahan 0-1.
Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan karena Madrid sebenarnya punya peluang untuk menghindari hasil buruk. Betis mencetak gol melalui pemain pengganti Troy Parrott pada menit ke-81, lalu drama berlanjut hingga masa tambahan waktu.
Carlos Espí sempat mencetak gol spektakuler yang terlihat seperti menyelamatkan Madrid dari kekalahan, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Tidak lama kemudian, Kylian Mbappé gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya diselamatkan kiper Álvaro Valles.
Madrid menutup laga dengan delapan tembakan tepat sasaran dan mencatat expected goals (xG) sebesar 3,16. Namun, seluruh angka tersebut tidak cukup untuk membawa mereka mendapatkan poin.
“Kadang-kadang Anda kalah dan tidak tahu alasannya. Kadang-kadang Anda kalah dan tidak tahu bagaimana menjelaskannya,” kata Mourinho dalam konferensi pers setelah pertandingan.
“Kami sangat dominan, fokus, mengendalikan semuanya, dengan banyak permainan menyerang dan banyak peluang. Jika hasilnya imbang saja kami akan frustrasi karena merasa layak mendapatkan lebih. Jadi bayangkan kalau kalah.”
Mourinho Tak Mau Berspekulasi soal Penalti Mbappe
Real Madrid sempat mempermasalahkan penalti Mbappe. Mereka menilai tendangan tersebut seharusnya diulang karena bek Real Betis Marc Bartra terlihat memasuki area penalti ketika Mbappe mengambil tendangan dari titik putih.
Mourinho memilih tidak memberikan penilaian karena belum melihat kembali insiden tersebut. Ia juga belum menyaksikan gol Espí yang dianulir karena offside.
“Saya belum melihat insiden-insiden tersebut. Saya belum menontonnya di ruang ganti, jadi saya tidak bisa berkomentar,” ujar Mourinho.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
“Saya mungkin mengubah pikiran setelah menonton pertandingan besok, tetapi perasaan saya dari bangku cadangan adalah saya tidak tahu mengapa kami kalah. Saya tidak menemukan pembenarannya karena tim bermain sangat baik dalam setiap aspek.”
Mourinho bahkan menilai tidak ada pemainnya yang layak mendapat kritik secara individu.
“Secara individu juga sama, saya tidak punya sesuatu untuk dikritik. Kami jelas layak menang, tetapi layak menang tidak memberikan Anda poin,” lanjutnya.
Kekalahan dari Betis menjadi yang pertama bagi Mourinho sejak kembali ke LaLiga. Hasil ini juga membuat Madrid mencatat awal yang tidak biasa. Untuk pertama kalinya sejak musim 2014-15, mereka kalah dalam salah satu dari empat pertandingan pertama di liga.
Carlos Espí Sempat Bikin Madrid Berharap
Carlos Espí sebenarnya kembali menunjukkan potensinya untuk Madrid. Pemain muda tersebut masuk sebagai pemain pengganti dan hampir menjadi penyelamat setelah mencetak gol pada fase akhir pertandingan.
Espí sebelumnya juga sudah membuktikan kemampuannya dengan mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir ketika Madrid menghadapi Espanyol.
Mourinho tetap memberikan pujian meski gol Espí kali ini dianulir.
“Seorang anak yang bermain 10 atau 15 menit dan mencetak gol hebat, meskipun mungkin offside, tetapi dia adalah pemain penting bagi kami,” kata Mourinho.
“Dia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dia anak dengan potensi besar dan akan berkembang. Saya tidak bisa lebih bahagia dengannya.”
Namun, Madrid akhirnya tidak mampu menemukan gol yang sah. Penalti Mbappe yang gagal menjadi kesempatan terakhir mereka untuk menyelamatkan setidaknya satu poin dari pertandingan tersebut.
Mourinho Soroti Sikap Pemain Madrid
Ada satu hal lain yang membuat Mourinho memberikan catatan kepada skuadnya. Menurutnya, para pemain Madrid terlalu naif dalam menghadapi situasi yang melibatkan wasit.
Mourinho membandingkan sikap pemain Madrid dengan para pemain Betis yang dinilainya lebih aktif dalam memengaruhi keputusan wasit selama pertandingan.
“Para pemain Betis lebih pintar daripada pemain Real Madrid dalam hal itu. Madrid naif,” kata Mourinho.
“Pemain Betis mencoba memberikan pengaruh kepada wasit, sedangkan pemain Madrid, ketika sesuatu layak mendapat kartu kuning, mereka langsung bangkit kembali. Ketika menghadapi tim dengan mentalitas seperti ini, itu menjadi faktor penting.”
Kekalahan tersebut membuat posisi Madrid di papan atas terancam. Barcelona kini memiliki kesempatan untuk menjauh tiga poin dari Madrid apabila mampu menang saat bertandang menghadapi Valencia pada Minggu.


