
Real Madrid kali ini tengah menjadi sorotan bukan karena performa mereka di lapangan, tetapi juga akibat laporan mengejutkan terkait kinerja tim medis mereka. Di tengah persaingan ketat di La Liga di mana mereka tertinggal empat poin dari Barcelona serta persiapan menghadapi Bayern Munchen pada perempat final Liga Champions, isu internal ini memicu kritik terhadap klub.
Laporan terbaru mengungkap adanya kesalahan serius dalam penanganan cedera Kylian Mbappé yang terjadi pada Desember 2025. Tim medis klub disebut melakukan pemindaian MRI pada lutut yang salah, sehingga diagnosis cedera mengalami keterlambatan.
Kesalahan Pemindaian yang Berakibat Fatal
Berdasarkan laporan dari The Athletic, tim medis Real Madrid melakukan pemeriksaan MRI pada lutut kanan Mbappé, padahal cedera sebenarnya berada di lutut kiri. Karena lutut kanan dalam kondisi sehat, hasil pemindaian tidak menunjukkan adanya masalah.
Situasi ini membuat Mbappé tetap dinyatakan fit dan diizinkan bermain. Akibatnya, ia masih tampil dalam tiga pertandingan berikutnya, yang justru memperparah kondisi cederanya karena belum terdiagnosis dengan benar.
Kesalahan tersebut baru disadari setelah dilakukan pemeriksaan ulang pada lutut yang tepat. Dari hasil scan terbaru, diketahui bahwa pemain asal Prancis itu mengalami robekan sebagian pada ligamen posterior di lutut kirinya.
Dugaan Penggunaan AI untuk Rekomendasi Suplemen
Kontroversi tidak berhenti pada kesalahan diagnosis. Mantan ahli gizi Real Madrid, Itziar Gonzalez, mengungkap klaim lain yang tak kalah mengejutkan. Ia menyebut bahwa staf klub menggunakan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk memberikan rekomendasi terkait suplemen nutrisi.
Pengakuan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme dan standar operasional di dalam klub, khususnya dalam aspek kesehatan pemain.
Gonzalez sendiri dipecat oleh Real Madrid pada Desember lalu. Sebelum kepergiannya, ia telah melontarkan kritik tajam terhadap tim medis klub. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut mereka sebagai individu yang tidak kompeten dan justru merugikan para pemain.
Ia juga menyarankan agar klub merekrut tenaga profesional yang benar-benar memiliki pendidikan dan keahlian yang memadai di bidangnya.
Saran Redaksi Bagi Masyarakat Indonesia
Ternyata yah, bukan cuma di Indonesia saja yang masyarakatnya terlalu percaya pada AI ataupun algoritma, Real madrid pun ternyata sama saja.
Sudah sering kami dengan malapraktik di negeri tercinta kita ini karena mengikuti saran dari AI ataupun medsos. Tolong kita semua harus ingat, semua itu belum sempurna dan kita wajib memeriksa ke ahlinya, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Jangan asal baca judul, lihat video pendek, ikutin saran herbal-herbalan alternatif dan lain lain, lalu ditelan mentah-mentah, lebih baik tanya dokter deh!
Kalau sampai ada apa-apa yang memperparah kesehatan anda, maka anda tidak akan bisa menuntut siapa-siapa kalau hanya megandalan AI atau info medsos (yang entah juga siapa yang buat, anak kecil pencari cuan dari trafik?). Dan jangan asal percaya jika ada orang lain menyarankan pengobatan alternatif (herbal, jamu, dukun). Ini sudah tahun 2026, negara lain sudah ke Mars, kita nanti masih bahas kesurupan!
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!