
Kekalahan 1-2 dari Osasuna di Stadion El Sadar menjadi pukulan bagi Real Madrid dalam laga yang ditentukan oleh gol Raúl García de Haro pada menit ke-89. Hasil ini bukan sekadar tiga poin untuk tuan rumah, tetapi juga mengakhiri penantian 15 tahun Osasuna untuk menaklukkan Madrid di kandang sendiri.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal, namun momen-momen krusial membuat arah laga berubah drastis.
Penalti Courtois dan Respons Vinicius
Osasuna membuka keunggulan melalui Ante Budimir dari titik penalti. Keputusan itu diberikan setelah terjadi kontak kaki yang jelas antara Thibaut Courtois dan Budimir di kotak terlarang. Insiden tersebut memicu perdebatan, terutama karena tayangan ulang VAR ikut menjadi sorotan dalam proses penentuan keputusan.
Gol itu mengubah tempo pertandingan. Madrid dipaksa bermain lebih sabar menghadapi pertahanan rapat tuan rumah yang mengandalkan transisi cepat.
Tim tamu baru mampu menyamakan skor menjelang menit ke-75. Fede Valverde mengirim umpan silang terukur yang disambut penyelesaian kaki kanan Vinicius. Dengan sekitar 15 menit tersisa, Madrid terlihat memiliki waktu cukup untuk membalikkan keadaan.
Namun momentum itu tidak bertahan lama.
Gol Penentu di Ujung Laga
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Raúl García de Haro muncul sebagai penentu. Pada menit ke-89, ia menuntaskan peluang yang membuat El Sadar bergemuruh dan memastikan kemenangan 2-1 bagi Osasuna.
Sebelumnya, Budimir juga mendapat sambutan meriah ketika ditarik keluar pada menit ke-66, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sepanjang pertandingan.
Beberapa keputusan VAR lainnya turut mewarnai laga, termasuk satu tinjauan yang mengesahkan gol setelah sebelumnya berada di batas tipis. Seusai pertandingan, Arbeloa dalam konferensi pers menyinggung penalti kontroversial tersebut, sementara pelatih Osasuna, Lisci, mengungkapkan kepuasannya atas semangat dan kedisiplinan timnya.
Dampak Langsung bagi Kedua Tim
Kemenangan ini memiliki makna khusus bagi Osasuna. Selain memutus rekor buruk di kandang saat menghadapi Madrid, hasil tersebut mempertegas efektivitas pendekatan mereka yang kompak dalam bertahan dan tajam saat menyerang balik.
Bagi Madrid, laga ini kembali memperlihatkan ketergantungan pada formula yang mengandalkan momen individu. Insiden yang melibatkan Courtois dan minimnya pengaruh Kylian Mbappé dalam pertandingan membuat keseimbangan permainan bergeser. Ketika skema serangan utama tidak berjalan optimal, celah di lini belakang menjadi lebih terlihat.
Susunan pemain Madrid sendiri menampilkan kembalinya Dani Carvajal dan David Alaba sebagai starter bersama untuk pertama kalinya sejak 2 Desember 2023, saat menang atas Granada di kandang. Meski demikian, kombinasi tersebut belum mampu mencegah kekalahan tipis ini.
Madrid sempat memiliki sekitar seperempat jam setelah gol Vinicius untuk mengubah arah pertandingan. Kesempatan itu tidak dimanfaatkan, dan gol di menit akhir menutup ruang bagi mereka untuk merespons.
Kini perhatian beralih ke evaluasi internal masing-masing tim. Osasuna menikmati kemenangan penting yang meningkatkan moral, sementara Madrid harus membenahi aspek disiplin dan konsistensi permainan agar tidak kembali kehilangan poin dalam situasi serupa di pertandingan Liga Spanyol berikutnya.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!