Gilabola.com – FC Barcelona dan Real Madrid CF akan saling berhadapan di Spotify Camp Nou pada Senin dini hari 02.00 WIB dalam laga pekan ke-35 La Liga. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu akhir persaingan gelar musim ini.
Los Blancos sebelumnya masih berada dalam persaingan perebutan trofi liga. Namun, performa mereka setelah jeda internasional membuat posisi klub asal ibu kota Spanyol itu tertinggal cukup jauh dari sang rival di klasemen.
Dengan selisih 11 poin dan hanya menyisakan empat pertandingan, peluang tim asuhan Alvaro Arbeloa memang terlihat sangat kecil. Meski begitu, mereka dipastikan tetap berusaha hingga akhir musim.
Sementara itu, kubu Catalan datang dengan modal lima kemenangan beruntun. Sebaliknya, sang rival hanya mampu meraih dua kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Berikut tiga sorotan utama jelang El Clasico.
Kekacauan di Ruang Ganti
Situasi internal menjadi salah satu pembahasan terbesar sebelum pertandingan besar ini berlangsung.
Walau pihak klub berusaha meredam isu yang beredar dan menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan memengaruhi performa tim, situasi di ruang ganti diyakini tetap berdampak pada mental pemain sebelum laga penting.
Kekompakan dan persatuan menjadi faktor penting dalam pertandingan besar seperti El Clasico. Namun, hubungan antar pemain yang disebut sedang memburuk justru dapat menghambat kemampuan tim bermain sebagai satu kesatuan.
Selain itu, muncul pula jarak antara Arbeloa dengan sebagian pemain yang dikabarkan sudah kehilangan rasa hormat kepada sang pelatih.
Rumor mengenai calon pelatih baru juga membuat situasi semakin tidak menentu. Dalam kondisi seperti ini, belum jelas sejauh mana para pemain masih mau mengikuti arahan sang pelatih.
Krisis Pemain di Lini Tengah
Blaugrana dipastikan tampil tanpa Lamine Yamal yang menjadi kehilangan besar bagi tim. Selain itu, Raphinha baru pulih dari cedera dan kemungkinan tidak tampil sejak menit awal.
Namun, lawannya juga menghadapi masalah besar, terutama di sektor lini tengah.
Insiden fisik antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni membuat Valverde mengalami cedera otak traumatis sehingga dipastikan absen dalam El Clasico. Kondisi itu membuat sang kapten harus melewatkan pertandingan penting tersebut.
Masalah semakin berat setelah Arda Guler lebih dulu mengalami cedera yang mengakhiri musimnya beberapa pekan lalu. Padahal, pemain muda itu termasuk salah satu sosok yang cukup menonjol di lini tengah musim ini. Dani Ceballos juga tidak tersedia.
Dengan situasi tersebut, Arbeloa hanya memiliki Jude Bellingham dan Tchouameni sebagai pilihan utama yang pasti dimainkan.
Satu posisi tersisa di lini tengah kemungkinan akan diisi Eduardo Camavinga yang sedang menurun performanya atau talenta muda akademi, Thiago Pitarch, yang kemunculannya disebut belum mendapat dukungan penuh dari petinggi klub.
Keputusan memilih salah satu dari dua pemain tersebut diyakini bisa memengaruhi hasil pertandingan. Pitarch dianggap sebagai opsi yang lebih baik, tetapi Arbeloa harus berani mengambil keputusan berbeda dari keinginan Florentino Perez dan jajaran petinggi lainnya.
Berusaha Menghindari Rasa Malu
Sepanjang sejarah El Clasico, gelar liga belum pernah dipastikan langsung melalui duel antara kedua tim. Namun, situasi itu bisa terjadi kali ini.
Kemenangan atas Espanyol membuat persaingan gelar tetap hidup setidaknya hingga pekan ini. Satu-satunya cara bagi Los Blancos untuk memperpanjang harapan adalah meraih kemenangan atas tim asuhan Hansi Flick pada laga nanti.
Saat ini, Blaugrana berada di puncak klasemen dengan 88 poin dari 34 pertandingan. Sementara rival abadinya mengoleksi 77 poin dari jumlah laga yang sama.
Dengan hanya tiga pertandingan tersisa setelah El Clasico, kubu Catalan hanya membutuhkan tambahan satu poin lebih banyak dibanding lawannya untuk memastikan diri menjadi juara.
Walau banyak pihak menilai gelar juara hampir pasti diraih Barcelona, Real Madrid tentu ingin menghindari situasi dipermalukan langsung di Spotify Camp Nou pada malam ketika rival mereka mengunci gelar liga.
Selain itu, tim asuhan Flick juga masih berpeluang menutup musim dengan 100 poin, sebuah catatan yang akan menjadi pencapaian luar biasa. Sang rival menjadi salah satu tim yang memiliki peluang terbesar untuk menggagalkan target tersebut dengan mencuri tiga poin pada laga nanti.

