
Gilabola.com – Pasca hasil imbang 1-1 yang mengecewakan Liverpool kontra Burnley di Anfield, Arne Slot mengklaim bahwa permainan lambat dan mudah ditebak tidak hanya menjadi masalah bagi timnya, tapi juga kebanyakan klub di Premier League.
Akibatnya, The Reds kini sudah tertinggal jauh dari papan atas klasemen dan akhirnya target paling realistis bagi mereka adalah sekedar menyegel empat besar di mana mereka bersaing ketat dengan Manchester United dan Chelsea.
Usai pertandingan melawan Burnley di Anfield di akhir pekan, ada cemoohan dari para fans ke para pemain Liverpool yang tak hanya kecewa soal hasil, tapi juga luapan atas serangkaian laga-laga sebelumnya yang juga tak maksimal.
Sebenarnya secara permainan, laga melawan The Clarets tidak seburuk saat The Reds menghadapi Leeds United, dan tidak sedrastis kekalahan melawan PSV, tapi setidaknya polanya sama, dan hal sama yang terulang itu yang bikin fans jadi makin tak sabar.
Statistik Liverpool di Liga Inggris Musim Ini
- Pertandingan : 22
- Menang : 10
- Imbang : 6
- Kalah : 6
- Gol dicetak : 33
- Gol kebobolan : 29
- Posisi di klasemen : 4
Legenda klub Steven Gerrard sebelumnya menilai bahwa hasil imbang melawan tim zona degradasi di kandang sendiri adalah sesuatu yang tidak bisa diterima, meski ada sisi positif dengan peningkatan performa Florian Wirtz dan Milos Kerkez.
Masalah utama yang muncul adalah tempo permainan yang lambat dan alur serangan yang mudah dibaca lawan. Ketika menghadapi lawan dengan blok rendah, Liverpool kerap kehilangan momentum karena terlalu lama dalam penguasaan bola.
Di antara pemain yang dinilai kerap lambat mengirim umpan adalajh Dominik Szoboszlai, yang mirisnya sejauh ini dianggap sebagai pemain dengan performa terbaik klub. Tapi, situasi serupa juga terjadi pada pemain-pemain lainnya.
Sementara itu, Arne Slot menilai bahwa bukan hanya timnya saja yang sulit dinikmati permainannya di musim ini, karena hanya segelintir tim yang benar-benar tampil konsisten dan atraktif.
Bahkan Arsenal, yang saat ini memuncaki klasemen Premier League, sudah memainkan dua hasil imbang tanpa gol beruntun. Tandanya? Ada pendekatan tim yang semakin pragmatis.
Tim sekelas Manchester City pun mengalami penurunan standar permainan, dengan tim Pep Guardiola saat ini lebih sering bermain secara direct, berbeda dengan dominasi penguasaan bola penuh yang selama ini jadi ciri khas mereka.
Tapi ada juga tim-tim yang bermain di atas ekspektasi, contohnya Sunderland dan Leeds United, dua tim promosi yang tampil mengejutkan sejauh ini. Ada juga Brentford yang melampaui perkiraan usai kehilangan Thomas Frank dan Bryan Mbeumo.
Pendapat Kami
Slot sudah tahu apa kendala di timnya saat ini, tempo yang lambat dan variasi serangan yang mudah dibaca! Jadi, dia perlu memperbaiki situasi dengan mempercepat tempo permainan timnya dan lebih berani mengambil risiko, yah meski konsekuensinya bisa membuka celah untuk dimanfaatkan tim lawan.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!