Arsenal dan Ujian 12 Laga Terakhir Liga Inggris, Statistiknya Mengkhawatirkan!

Hasil imbang 1-1 melawan Brentford memunculkan kembali pertanyaan lama tentang daya tahan Arsenal di fase penentuan musim. Dalam persaingan gelar Liga Inggris yang ketat, setiap poin memiliki arti besar, dan kegagalan meraih kemenangan di laga tersebut membuat tekanan terhadap tim asuhan Mikel Arteta terasa semakin nyata.

Secara posisi, Arsenal sebenarnya berada di tempat terbaik dibanding para pesaingnya. Mereka memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan empat poin dan baru menelan tiga kekalahan sepanjang musim ini. Catatan itu menunjukkan konsistensi yang patut diapresiasi.

Namun, jarak empat poin terasa belum benar-benar aman karena tim yang membuntuti adalah Manchester City racikan Pep Guardiola. Dengan reputasi City yang kerap melesat di periode akhir musim, selisih tersebut belum memberi ketenangan penuh bagi Arsenal.

Peluang yang Terlewat

Andaikan mampu menundukkan Brentford, Arsenal seharusnya bisa memperlebar jarak menjadi enam poin. Bahkan, mereka berpeluang menambah keunggulan menjadi sembilan poin jika menang atas Wolves pada laga berikutnya yang dimainkan lebih dulu sebelum Manchester City kembali bertanding.

Situasi itu membuat hasil imbang di markas Brentford terasa lebih signifikan. Dalam perburuan gelar, momentum sering kali menjadi faktor pembeda, dan Arsenal gagal memaksimalkan kesempatan untuk menekan pesaing utamanya.

Bayang-Bayang Rekor Akhir Musim

Dengan 12 pertandingan tersisa, catatan sejarah tidak sepenuhnya berpihak kepada Arsenal. Dalam lima musim terakhir, hanya sekali mereka mampu memenangi 10 dari 12 laga terakhir di Premier League.

Lebih dari itu, dalam periode tersebut, Arsenal tidak pernah mengumpulkan poin lebih banyak pada 12 laga penutup dibandingkan tim yang akhirnya keluar sebagai juara. Fakta ini menjadi pengingat bahwa konsistensi hingga garis akhir adalah kunci utama dalam perburuan trofi.

Arsenal memang berada di posisi terdepan saat ini. Namun, dengan pengalaman Manchester City yang beberapa kali sukses mengejar ketertinggalan di fase akhir musim, perjalanan menuju gelar masih jauh dari kata selesai. Dua belas pertandingan tersisa akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Arteta dan para pemainnya untuk membuktikan bahwa kali ini mereka mampu menuntaskan pekerjaan hingga akhir.

Statistik Arsenal di 5 Musim Terakhir vs Juara Liga Inggris

TimMusimMainMSKPts
Man City2020-211280424
Arsenal2020-211273224
Man City2021-221293030
Arsenal2021-221260618
Man City2022-2312101131
Arsenal2022-231263321
Man City2023-2412102032
Arsenal2023-2412101131
Liverpool2024-251272323
Arsenal2024-251256121

Konsistensi dan Faktor Skuad

Hasil imbang di Brentford juga menambah catatan menarik. Dari 17 pertandingan liga ketika Arsenal mencetak gol lebih dulu, laga tersebut baru kali kedua mereka gagal menang. Sebelumnya, situasi serupa terjadi saat kalah dari Manchester United pada Januari.

Gelandang Declan Rice menggambarkan situasi musim ini sebagai perjalanan yang naik turun.

“Ini musim yang seperti rollercoaster. Tidak mungkin menganggap semuanya akan mudah. Kami menghadapi tim-tim terbaik setiap pekan. Kami harus terus mendorong diri dan percaya pada kemampuan sendiri, serta fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan,” katanya.

Rice juga menegaskan pentingnya menjaga ketenangan di tengah sorotan terhadap perburuan gelar.

Absennya Pemain Kunci di Momen Penting

Arsenal menghadapi Brentford tanpa bek tengah William Saliba yang absen karena sakit. Perannya sangat vital dalam duet bersama Gabriel Magalhaes, yang menjadi salah satu alasan Arsenal baru kebobolan 18 gol di liga musim ini.

Sejak awal musim 2022-23, Arsenal mencatat persentase kemenangan 68,6 persen dan rata-rata 2,3 poin per pertandingan saat Saliba bermain di Premier League. Tanpa dirinya, angka tersebut turun menjadi 42,1 persen kemenangan dengan rata-rata 1,6 poin per laga.

Selain itu, Kai Havertz juga menepi akibat cedera otot, tak lama setelah pulih dari masalah lutut jangka panjang bulan lalu.

Di laga kontra Brentford, Arteta memasukkan Viktor Gyokeres dan Piero Hincapie ke dalam susunan pemain inti. Namun data menunjukkan Arsenal hanya menang dua kali dari tujuh pertandingan Premier League terakhir ketika melakukan empat atau lebih perubahan dalam susunan pemain dibanding laga sebelumnya.

Dengan 12 laga tersisa, Arsenal masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Namun pengalaman musim-musim sebelumnya dan konsistensi pesaing utama membuat setiap pertandingan kini terasa seperti ujian tersendiri.

12 Lawan Terakhir Arsenal di Premier League 2025-26

TanggalLawanLokasi
18 FebruariWolvesTandang
22 FebruariTottenhamTandang
1 MaretChelseaKandang
4 MaretBrightonTandang
11 MaretBournemouthKandang
15 MaretEvertonKandang
18 AprilMan CityTandang
25 AprilNewcastleKandang
2 MeiFulhamKandang
9 MayWest HamTandang
17 MayBurnleyKandang
24 MayCrystal PalaceKandang

Mantan bek Arsenal, Martin Keown, menilai situasi yang dihadapi mantan klubnya memang sarat tekanan. Ia mengaku mendapat teriakan dari suporter saat berjalan meninggalkan lapangan, yang menyebut Manchester City akan segera mengejar.

Namun Keown mengingatkan bahwa fakta klasemen tetap berpihak kepada Arsenal.

“Orang-orang berteriak kepada saya, ‘Man City akan datang mengejar’, tapi pada akhirnya Arsenal masih unggul empat poin,” ujarnya di TNT Sports.

Ia melihat hasil imbang melawan Brentford sebagai momen yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengirim pesan kuat kepada pesaing. Meski demikian, ia menilai sejak awal laga tidak terlihat tanda-tanda Arsenal akan benar-benar menegaskan dominasi.

“Dalam perburuan seperti ini, Anda bisa terjatuh lalu bangkit lagi. Kita lihat siapa yang benar-benar siap bertarung sampai akhir,” tambahnya.

Bayang-bayang Manchester City

Dalam dua dari tiga musim terakhir ketika finis sebagai runner-up, Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester City. Itulah sebabnya persaingan gelar kali ini menyisakan beban emosional bagi sebagian pendukung.

Pandangan serupa disampaikan mantan penyerang Inggris, Peter Crouch. Menurutnya, yang dimiliki City adalah pengalaman dan kebiasaan memenangkan gelar dalam situasi seperti ini.

“Ada pengetahuan dan sejarah terbaru di belakang mereka. Itu bisa memicu ketegangan, terutama menjelang akhir musim,” kata Crouch.

Ia menambahkan, kehadiran sosok seperti Pep Guardiola di kubu lawan membuat tim di puncak klasemen selalu merasa harus waspada.

“Dengan Man City dan Pep di belakang Anda, pasti akan terus menoleh ke belakang. Tapi tetap saja, Anda lebih memilih berada di posisi Arsenal saat ini,” ujarnya.

Kesempatan yang Tak Datang Dua Kali

Crouch bahkan menyebut musim ini sebagai peluang terbaik Arsenal untuk meraih gelar. Ia menilai kekuatan beberapa tim papan atas tidak lagi seperti beberapa tahun lalu.

“Man City tidak seperti dulu, Liverpool juga tidak, Manchester United tidak seperti sebelumnya, begitu pula Chelsea. Ada penurunan kualitas di papan atas dibanding standar tinggi beberapa musim lalu,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka ruang besar bagi Arsenal. Namun ia juga menegaskan konsekuensinya jelas.

“Ini peluang nyata bagi Arsenal. Jika mereka gagal melewatinya, maka akan muncul lebih banyak pertanyaan,” ucap Crouch.

Dengan keunggulan empat poin dan 12 pertandingan tersisa, Arsenal masih memegang kendali. Namun sejarah, pengalaman pesaing, dan tekanan psikologis menjadikan fase akhir musim ini sebagai ujian terbesar bagi skuad Mikel Arteta.

12 Pertandinngan Terakhir Manchester City

TanggalLawanLokasi
21 FebruariNewcastleKandang
28 FebruariLeedsKandang
4 MaretNottingham ForestKandang
14 MaretWest HamKandang
TBC*Crystal PalaceKandang
11 AprilChelseaTandang
18 AprilArsenalTandang
25 AprilBurnleyTandang
2 MeiEvertonTandang
9 MeiBrentfordKandang
17 MeiBournemouthKandang
24 MeiAston VillaKandang

 

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!