
Gilabola.com – Manchester United mungkin tidak akan pernah mendapat peluang sebaik kali ini lagi untuk mengejar gelar Premier League.
Di saat perhatian publik biasanya tertuju pada drama di Old Trafford, justru Manchester City yang sekarang menghadapi masa penuh tanda tanya. Pep Guardiola disebut akan mengakhiri perjalanannya di Etihad setelah satu dekade membangun dominasi City di Inggris.
Bagi fans United, kepergian Guardiola jelas bukan kabar buruk. Selama bertahun-tahun, kejayaan City banyak datang dengan mengorbankan rival sekotanya itu. Guardiola berhasil mengubah City menjadi mesin juara yang sulit disentuh.
Kini situasinya berubah.
Kepergian pelatih asal Catalan tersebut membuka kemungkinan perebutan kekuatan baru di Premier League. City memang tetap diprediksi jadi pesaing utama Arsenal musim depan, tetapi belum ada jaminan mereka akan tetap sekuat sekarang tanpa Guardiola di pinggir lapangan.
Nama Enzo Maresca disebut sebagai kandidat pengganti. Meski datang dari “aliran” Guardiola, tidak ada kepastian ia mampu menjaga standar City tetap setinggi sekarang.
Liverpool juga belum benar-benar tenang. Masa depan Arne Slot masih menjadi pembahasan dan tekanan di Anfield bisa cepat membesar jika awal musim mereka tidak berjalan mulus.
Di London, Chelsea baru menunjuk Xabi Alonso. Mantan gelandang Spanyol itu harus menangani perubahan besar dalam skuad The Blues. Situasi tersebut membuat Chelsea lebih terlihat seperti tim transisi ketimbang kandidat serius perebutan gelar.
Arsenal justru dipandang sebagai tim yang paling siap. Tapi musim ini memperlihatkan betapa beratnya mempertahankan level permainan di papan atas Premier League. Energi fisik dan mental yang terkuras bisa memberi dampak pada musim berikutnya.
Itulah mengapa Manchester United dianggap punya celah besar.
Michael Carrick diperkirakan bakal dipercaya sebagai pelatih permanen baru. Jika itu terjadi, United diyakini bisa memiliki stabilitas yang lebih baik dibanding beberapa rival utama mereka.
Selain Arsenal, United disebut menjadi salah satu tim yang menutup musim dengan suasana paling positif. Momentum itu diharapkan berlanjut ke musim 2026/27.
Meski begitu, suasana ruang ganti yang bagus saja tidak cukup.
United diperkirakan akan menjalani setidaknya delapan pertandingan tambahan musim depan. Kedalaman skuad jadi hal penting jika mereka ingin bersaing di Premier League sekaligus kompetisi Eropa.
Ada anggapan bahwa kesempatan seperti ini mungkin tidak datang dua kali bagi United untuk mengakhiri puasa gelar liga sejak era Sir Alex Ferguson.
Bahkan muncul pendapat, andaikan kebangkitan United di bawah Carrick datang lebih cepat musim ini, mereka mungkin bisa ikut menekan perebutan gelar sampai akhir.
Sekarang semuanya bergantung pada bagaimana United bergerak di bursa transfer musim panas nanti.
Opini Gilabola.com: Manchester United memang belum sepenuhnya meyakinkan, tapi situasi rival-rival mereka sedang tidak stabil. Dalam sepak bola, momentum seperti ini kadang lebih penting daripada sekadar kualitas skuad di atas kertas. Kalau United gagal memanfaatkannya, peluang serupa belum tentu datang lagi dalam waktu dekat.
