
Gilabola.com – Liverpool mengambil keputusan mengejutkan terkait masa depan Jarell Quansah. Bek muda Inggris itu dipastikan tetap bertahan di Bayer Leverkusen setelah The Reds memilih tidak mengaktifkan klausul pembelian kembali musim panas ini.
Quansah sebelumnya meninggalkan Anfield pada musim panas 2025 setelah kesulitan mendapat menit bermain reguler di era Arne Slot.
Bek berusia 23 tahun itu kemudian menandatangani kontrak lima tahun bersama Leverkusen hingga 2030.
Liverpool sebenarnya memiliki klausul buy-back senilai 80 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun. Namun menurut laporan Bild, klausul itu tidak akan diaktifkan tahun ini.
Kesempatan memulangkan Quansah masih terbuka pada 2026 dan 2027. Bahkan nilai klausulnya akan turun menjadi 60 juta euro atau sekitar Rp1 triliun pada 2027.
Musim ini Quansah tampil cukup solid di Jerman. Ia bermain 44 kali bersama Leverkusen dan ikut menyumbang lima keterlibatan gol.
Penampilannya juga membawanya kembali mendapat panggilan timnas Inggris untuk Piala Dunia.
Padahal lini belakang Liverpool musim ini cukup rapuh. Mereka hanya finis di posisi kelima Premier League dan sedang mencari tambahan bek tengah baru, apalagi Virgil van Dijk akan segera berusia 35 tahun dan kontraknya tinggal tersisa satu musim.
Namun untuk sekarang, Liverpool tampaknya masih memilih memantau perkembangan Quansah di Bundesliga sebelum mengambil keputusan besar tahun depan.
Statistik Jarell Quansah Musim 2025/2026
| Kompetisi | Main | Starter | Menit | Gol | Assist | Clean Sheet |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Bundesliga | 29 | 27 | 2.401 | 2 | 1 | 11 |
| Liga Champions | 12 | 12 | 1.080 | 1 | 1 | 4 |
| DFB-Pokal | 3 | 3 | 270 | 0 | 0 | 1 |
| Total | 44 | 42 | 3.751 | 3 | 2 | 16 |
Opini Gilabola.com
Keputusan Liverpool menunda pemulangan Quansah cukup menarik karena mereka sebenarnya sedang butuh regenerasi di lini belakang. Bisa jadi manajemen merasa perkembangan sang bek di Bundesliga masih belum mencapai titik maksimal.
Sementara Barcelona terlihat sedang mencari winger dengan karakter agresif dan cepat. Jika masalah finansial bisa diselesaikan, Anthony Gordon tampaknya memang cocok dengan gaya bermain Hansi Flick.
