
Gilabola.com – Adrien Rabiot tak butuh waktu lama untuk menunjukkan pengaruhnya bersama Milan. Masuk dari bangku cadangan, gelandang asal Prancis itu menciptakan assist untuk gol debut Serie A Alphadjo Cisse sebelum ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Milan akhirnya membawa pulang kemenangan 2-1 dari markas Torino. Rabiot menjadi pembeda dalam laga yang sempat berjalan alot tersebut.
Rossoneri tampil dengan sejumlah perubahan. Rafael Leao absen karena cedera, sedangkan Rabiot dan Luka Modric terlambat bergabung setelah tampil di ajang Piala Dunia. Mike Maignan kembali ke susunan pemain utama, sementara Goncalo Ramos dan Mario Gila menjalani penampilan bersama tim.
Di kubu Torino, pertandingan ini menjadi debut Ignazio Abate sebagai pelatih. Ia sebelumnya punya sejarah panjang bersama Milan dan mengawali pekerjaannya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Carrarese di Coppa Italia pekan lalu.
Kondisi lapangan juga belum ideal setelah menjalani perbaikan darurat. Permukaannya masih tidak rata.
Torino kehilangan Eray Comert karena hukuman larangan bermain. Duvan Zapata, Tino Anjorin, Pietro Pellegri, dan Franco Israel juga belum bisa tampil akibat cedera. Pietro Comuzzo serta Kian Fitz-Jim justru langsung dipercaya sebagai starter.
Cisse Buka Jalan, Rabiot Gandakan Keunggulan
Milan sempat mengancam hanya 75 detik setelah pertandingan dimulai. Umpan Ruben Loftus-Cheek dari sisi lapangan menemukan Alphadjo Cisse, tetapi upayanya hanya mengenai jaring luar di tiang jauh.
Samuel Chukwueze kemudian membuat Diego Mascardi bekerja. Ia melakukan aksi individu dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan yang memaksa kiper Torino melakukan penyelamatan.
Chukwueze kembali menjadi sumber ancaman ketika umpannya ke tiang jauh disambut Cisse. Namun, bola lagi-lagi hanya mengenai jaring luar gawang.
Torino juga sempat mendapatkan peluang melalui situasi bola mati. Saul Coco meneruskan tendangan bebas ke tiang jauh, tetapi bola sedikit melewati Giovanni Simeone.
Situasi tersebut mendorong Amorim melakukan perubahan. Luka Modric masuk, sedangkan Rabiot ditempatkan lebih menyerang untuk menggantikan Loftus-Cheek.
Milan kemudian sempat meminta penalti pada menit ke-60. Umpan silang Cisse mengenai lengan Nikola Vlasic yang berada dalam posisi terbuka lebar. Namun, setelah VAR meninjau kejadian itu, keputusan wasit tetap tidak memberikan penalti karena lengan Vlasic dinilai tidak bergerak menuju bola.
Musim ini, para wasit mencoba lebih memperhitungkan pergerakan dan konteks dalam situasi seperti itu, bukan sekadar melihat posisi lengan.
Gol Milan akhirnya datang dari kombinasi Rabiot dan Cisse.
Rabiot yang bermain lebih maju melepaskan umpan silang kepada Cisse. Pemain berusia 19 tahun itu mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan tembakan melengkung menggunakan bagian dalam kaki kanan.
Bola memantul masuk ke pojok bawah gawang.
Itulah gol pertama Cisse di Serie A.
Belum selesai. Rabiot kembali menunjukkan pengaruhnya beberapa saat kemudian. Kali ini ia menjadi pencetak gol.
Chukwueze mengirimkan umpan silang ke tiang jauh dan Rabiot menyambutnya dengan sepakan voli. Milan pun unggul 2-0.
Torino memberi tekanan di penghujung laga
Torino tidak menyerah begitu saja.
Alieu Njie memotong ke dalam melewati Gila dan melepaskan tembakan keras dari sudut sempit. Bola menghantam tiang gawang.
Peluang lain datang melalui Comuzzo. Ia mendapatkan umpan lambung cantik dari Fitz-Jim yang berhasil lolos dari jebakan offside. Namun, tembakan volinya dari sekitar 11 meter justru melebar.
Torino kembali membuang kesempatan emas menjelang laga berakhir. Njie mengirimkan bola ke tiang jauh, tetapi sepakan voli Aboukhlal dari jarak dekat secara mengejutkan tidak menemui sasaran.
Gol akhirnya datang pada masa injury time.
Che Adams menciptakan penyelesaian yang sangat akrobatik. Dalam posisi membelakangi gawang, ia mengait bola hasil tendangan bebas dan mengarahkannya melewati jangkauan Maignan menuju pojok atas.
Torino memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Namun, gol tersebut datang terlalu terlambat untuk mengubah hasil. Milan tetap membawa pulang tiga poin.
