Liverpool Diprediksi Tampil Buas Bersama Iraola, Bukan Lagi Gaya Arne Slot

Liverpool tampaknya siap memasuki babak baru setelah berakhirnya era Arne Slot di Anfield. Nama Andoni Iraola kini disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi manajer dan membawa arah permainan yang berbeda.

Pelatih asal Spanyol itu datang dengan reputasi yang sedang menanjak. Bersama Bournemouth, Iraola sukses mengantar klub tersebut mencetak sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.

Bila benar ditunjuk sebagai manajer Liverpool, perubahan gaya bermain hampir pasti terjadi.

Gaya Bermain Iraola yang Agresif

Selama menangani Bournemouth, Iraola identik dengan sistem 4-2-3-1. Namun kekuatan utamanya bukan terletak pada formasi, melainkan prinsip permainan yang diterapkan.

Tim racikannya dikenal sangat agresif saat kehilangan bola. Mereka melakukan tekanan tinggi dengan tujuan memaksa lawan melakukan kesalahan di area sayap sebelum melancarkan serangan cepat.

Saat menguasai bola, pendekatan Iraola juga cukup langsung. Bek tengah tidak ragu mengirim umpan panjang ke depan, sementara para penyerang dituntut aktif bergerak membuka ruang di berbagai kanal serangan.

Pendekatan tersebut mengingatkan banyak orang pada sepak bola intensitas tinggi yang dulu diperlihatkan Jürgen Klopp di Liverpool.

Sebaliknya, pada era Slot, Liverpool lebih mengutamakan penguasaan bola dan kontrol permainan. Meski sempat memberikan kestabilan, gaya itu dinilai kehilangan unsur hiburan yang selama bertahun-tahun menjadi identitas Anfield.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Prediksi Starting XI Liverpool Era Iraola

Di bawah mistar, Alisson masih diperkirakan menjadi pilihan utama. Meski sempat dikaitkan dengan pintu keluar, performanya masih dianggap cukup kuat untuk mempertahankan posisinya.

Pada sektor kanan pertahanan, Jeremie Frimpong diprediksi tetap mendapat kesempatan sebagai starter. Liverpool memang berpotensi mencari tambahan bek kanan baru, tetapi hingga saat ini belum ada kandidat yang benar-benar jelas.

Duet bek tengah bisa diisi Jérémy Jacquet dan Virgil van Dijk. Jacquet disebut sebagai investasi besar yang didatangkan pada Januari dengan harapan segera menjadi pemain inti, sementara Van Dijk masih menjadi sosok penting berkat kemampuan distribusi bolanya.

Di sisi kiri, Milos Kerkez berpotensi semakin berkembang karena sudah memahami metode kerja Iraola sejak keduanya bekerja sama di Bournemouth.

Lini tengah diperkirakan dihuni Ryan Gravenberch dan Alex Scott.

Gravenberch dianggap sangat cocok dengan tuntutan permainan Iraola yang membutuhkan gelandang dinamis. Sementara Scott sudah pernah tampil baik di bawah arahan pelatih asal Spanyol tersebut dan dinilai mampu membentuk kombinasi kuat bersama Gravenberch dalam membawa bola ke depan.

Isak Jadi Andalan di Depan

Untuk posisi gelandang serang, Dominik Szoboszlai berpeluang mendapat peran penting sebagai pemimpin tekanan dari area depan.

Di sisi sayap kanan, Liverpool disebut mengincar Yan Diomande sebagai pengganti Mohamed Salah. Pemain tersebut dikenal memiliki kemampuan menggiring bola yang sangat baik dan bisa bermain di beberapa posisi menyerang.

Cody Gakpo diprediksi mengisi sisi kiri serangan. Meski performanya musim lalu belum sepenuhnya memuaskan, situasi bursa transfer bisa membuatnya tetap menjadi pilihan utama.

Posisi penyerang tengah kemungkinan ditempati Alexander Isak.

Penyerang asal Swedia itu dinilai memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan Iraola. Selain nyaman menerima bola di kaki, Isak juga mampu berlari ke ruang kosong dan menyerang area belakang pertahanan lawan.

Kombinasi kualitas tersebut membuatnya berpotensi menjadi pusat permainan Liverpool dalam era baru yang lebih agresif.

Opini Gilabola.com

Dengan menunjuk Andoni Iraola, perubahan terbesar kemungkinan bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan perubahan identitas bermain. Intensitas tinggi dan permainan vertikal bisa kembali menjadi ciri khas Anfield.

Menariknya, sejumlah pemain seperti Gravenberch, Kerkez, hingga Isak terlihat lebih cocok dengan filosofi Iraola dibanding pendekatan yang digunakan Liverpool musim lalu.