
Ruben Amorim tidak ingin debut kompetitif pertamanya di AC Milan dimulai dengan hasil mengecewakan. Laga menghadapi Torino di laga perdana Serie A menjadi momen penting bagi pelatih asal Portugal tersebut.
Ini merupakan pertandingan resmi pertama Amorim bersama Milan sekaligus pekerjaan pertamanya sejak berpisah dari Manchester United pada Januari lalu. Karena itu, tiga poin bukan sekadar target pembuka baginya.
“Bukannya kami tak ingin menang, tapi kami harus menang. Ini penting untuk proyek kami dan mengawalinya dengan baik,” kata Amorim.
Pernyataan itu menunjukkan betapa besarnya tuntutan yang langsung dihadapinya. Milan membutuhkan awal yang positif untuk membangun proyek baru setelah pergantian pelatih dari Massimiliano Allegri.
Jika mampu menang, Amorim juga berpeluang menjadi pelatih asing pertama sejak Leonardo pada 2009 yang membawa Milan meraih kemenangan dalam laga debutnya di Serie A.
Torino datang dengan Abate
Lawan pertama Amorim justru memiliki sosok yang mengenal Milan dari dekat.
Torino kini ditangani Ignazio Abate, mantan bek Rossoneri yang pernah menjalani banyak pertandingan penting bersama klub tersebut. Amorim menyadari pengalaman Abate membuat sang pelatih memahami tekanan yang melekat pada Milan.
“Saya paham kalau Abate adalah mantan pemain, dan sudah menjalani banyak laga penting bersama klub. Dia memahami bahwa kami di AC Milan harus menang di setiap pertandingan, tapi kami juga harus berpikir apa yang harus kami lakukan,” ujar Amorim.
Pertemuan tersebut pun menjadi ujian awal yang cukup menarik. Amorim baru memulai petualangannya di Italia, sedangkan Abate sudah memahami seperti apa tuntutan yang datang dari lingkungan Milan.
Amorim sendiri mengakui Serie A menawarkan tantangan yang berbeda dibanding pengalamannya di Inggris.
“Ini akan menjadi sanat berbeda dari Manchester United, sangat sulit untuk bermain melawan tim Italia, saya baru memulainya. Kami akan siap. Kami pikir akan menjadi pertandingan yang menyenangkan untuk ditonton,” katanya.
Simeone vs Goncalo Ramos
Torino juga memiliki ancaman di lini depan melalui Giovanni Simeone. Penyerang tersebut mencetak 11 gol pada musim 2025–26 dan menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu mencetak dua digit gol bersama lima klub berbeda di Serie A.
Milan memiliki Goncalo Ramos sebagai salah satu pemain yang disorot. Penyerang baru Rossoneri itu membawa catatan produktivitas yang cukup impresif selama tiga musim bersama PSG, dengan rasio satu gol setiap 120 menit.
Duel lini depan tersebut bisa menjadi salah satu bagian penting dari pertandingan.
Prediksi Opta menempatkan Milan sebagai favorit. Rossoneri memiliki probabilitas kemenangan 51,6 persen, sedangkan peluang Torino menang berada di angka 23,1 persen. Kemungkinan laga berakhir imbang mencapai 25,3 persen.
