
Everton akhirnya punya alasan untuk tersenyum setelah pekan yang penuh tekanan. The Toffees membuka musim baru Liga Inggris dengan kemenangan 2-0 atas Crystal Palace di Stadion Hill Dickinson.
Kiernan Dewsbury-Hall membuka skor lewat tembakan keras dari sisi kiri area penalti tak lama sebelum babak pertama berakhir. Setelah jeda, Thierno Barry menggandakan keunggulan lewat sundulan menyambut umpan silang Iliman Ndiaye di depan South Stand.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama Everton pada laga pembuka Liga Premier sejak 2021. The Blues pun langsung naik ke posisi ketiga klasemen sementara, meski delapan tim lainnya belum memainkan pertandingan pertama mereka.
Moyes Mendapat Respons di Tengah Tekanan
Kemenangan tersebut terasa lebih penting karena datang setelah munculnya persoalan di sekitar klub sepanjang pekan.
Andy Burnham, yang hadir pada awal kampanye kasta teratas Everton, bahkan sempat menelepon David Moyes sebelum pertandingan untuk menyampaikan pesan dukungan. Namun, situasi yang dihadapi sang manajer bukan sekadar soal dukungan dari luar lapangan.
Moyes sebelumnya mendapat sorotan setelah Angus Kinnear menyebut The Friedkin Group melihat musim lalu sebagai sebuah kegagalan. Moyes langsung membantah pernyataan tersebut.
Di tengah situasi itu, Everton setidaknya mampu memberikan respons di lapangan.
Crystal Palace sempat membuat tuan rumah berada dalam masalah. Tim asuhan Pierre Sage tampil berkembang dan menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama. Everton bahkan bisa saja tertinggal beberapa gol jika Jordan Pickford tidak melakukan sejumlah penyelamatan rutin.
Namun momentum berubah menjelang turun minum.
Dewsbury-Hall memecah kebuntuan dan membuat pendukung Everton kembali bersemangat. Setelah Barry mencetak gol kedua, pertandingan pun bergerak ke arah yang diinginkan tuan rumah.
Sore itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tiga poin.
Harrison Armstrong Beri Moyes Pilihan Baru
Salah satu nama yang layak mendapat perhatian adalah Harrison Armstrong.
Untuk musim kedua beruntun, masa depan gelandang binaan lokal itu masih belum sepenuhnya jelas. Penampilan singkatnya bersama tim utama sebelumnya menunjukkan adanya kilasan kemampuan, tetapi Armstrong belum mendapat rangkaian kesempatan sebagai starter dalam waktu lama.
Persaingan di lini tengah juga semakin berat. Kembalinya James Garner dan kedatangan Christian Norgaard membuat posisi Armstrong tidak mudah diamankan.
Namun, penampilannya melawan Palace memberi alasan bagi Moyes untuk berpikir ulang.
Bermain bersama rekrutan musim panas Hayden Hackney, Armstrong memperlihatkan kecerdikan dalam mencari ruang. Daichi Kamada beberapa kali dibuat sibuk mengejar pergerakannya.
Kontribusinya juga tidak berhenti pada penguasaan bola. Pengawalan Armstrong terhadap Daniel Munoz menjadi bagian dari proses yang berujung pada gol pembuka Everton.
Yang cukup berbicara adalah keputusan Moyes mempertahankannya selama 90 menit meski Garner sudah masuk.
Bagi Armstrong, itu adalah sinyal positif.
Bagi Moyes, penampilan tersebut memberikan opsi tambahan di lini tengah ketika persaingan untuk tempat utama semakin ketat.
Munoz Bisa Jadi Solusi Bek Kanan Everton
Masalah bek kanan masih menjadi pekerjaan rumah Everton.
Seamus Coleman membutuhkan penerus jangka panjang dan pencarian untuk posisi tersebut menjadi salah satu cerita utama dalam aktivitas transfer klub. Pergerakan untuk Alistair Johnston dan Timothy Castagne telah gagal, sementara Daniel Munoz kini kembali muncul sebagai kandidat.
Kunjungan Munoz ke Stadion Hill Dickinson pun punya konteks tambahan. Pemain asal Kolombia itu disebut-sebut sebagai calon solusi untuk posisi yang sedang dicari Everton sebelum tenggat waktu transfer bulan depan.
Pada babak pertama, Munoz memang sempat menunjukkan kualitasnya.
Ia menjadi ancaman bagi pertahanan Everton dan memaksa Pickford melakukan penyelamatan dari tembakan jarak dekat. Ia juga memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda, tetapi sundulannya dari umpan silang Kamada melebar dari gawang South Stand.
Setelah itu, kelemahannya mulai terlihat.
Munoz hanya bermain hingga 10 menit awal babak kedua sebelum ditarik keluar. Keputusan tersebut membuat kemungkinan masa depannya di Everton masih sulit dibaca.
