
Barcelona mulai memikirkan era setelah Robert Lewandowski. Dua nama dengan profil yang sangat berbeda kini dikaitkan dengan klub Catalan: Julián Álvarez dan Harry Kane.
Menurut jurnalis Argentina Gastón Edul, Álvarez disebut ingin meninggalkan Atlético Madrid setelah FIFA World Cup mendatang, dan Barcelona disebut berada di posisi terdepan untuk merekrutnya.
Namun, negosiasi dengan Atlético bukan perkara mudah. Situasi itulah yang membuat Presiden Barcelona Joan Laporta dan jajaran direksi juga mempertimbangkan penyerang Bayern Munich Harry Kane sebagai alternatif.
Julian Alvarez: Usia Muda dan Fleksibilitas

Di usia 26 tahun, Álvarez menawarkan solusi jangka panjang. Ia dikenal agresif dalam menekan lawan, rajin bergerak, produktif mencetak gol, dan mampu bermain di berbagai posisi lini depan.
Nilai tambah lain adalah mental juaranya. Meski masih relatif muda, penyerang Argentina itu sudah mengoleksi berbagai trofi besar, termasuk UEFA Champions League dan Piala Dunia.
Masalahnya adalah harga. Atlético disebut tidak ingin melepas Álvarez ke rival langsung di La Liga. Barcelona bahkan dikabarkan sudah pernah mengajukan tawaran sekitar €100 juta (sekitar Rp1,9 triliun) yang ditolak. Minat dari klub-klub kaya seperti Arsenal dan Paris Saint-Germain juga berpotensi membuat harga semakin sulit dijangkau.
Harry Kane: Jaminan Gol Instan

Kane menawarkan profil yang berbeda. Ia mungkin tidak seintens Álvarez dalam pressing, tetapi reputasinya sebagai mesin gol sudah teruji. Penyerang Inggris itu baru membantu Bayern menjuarai Bundesliga dan mencetak hat-trick di final DFB Pokal yang berakhir 3-0 atas VfB Stuttgart.
Pengalaman, kemampuan penyelesaian akhir, dan kualitas link-up play membuat Kane dipandang sebagai opsi yang bisa langsung memberikan dampak. Dalam beberapa aspek, ia dianggap mirip Lewandowski: penyerang elite yang datang dengan status bintang mapan.
Kendala utamanya adalah usia dan biaya transfer. Kane kini berusia 32 tahun dan bermain sangat banyak musim lalu. Bayern sebelumnya mengeluarkan dana sekitar €100 juta plus bonus €10 juta (sekitar Rp1,9 triliun + Rp191 miliar) untuk memboyongnya dari Tottenham Hotspur, sehingga mereka tentu tidak akan melepasnya dengan harga murah.
Kalau Barcelona Benar-Benar Memikirkan Masa Depan, Álvarez Lebih Masuk Akal
Opini Gilabola.com: Barcelona sedang berada di fase di mana setiap investasi besar harus punya nilai jangka panjang. Dari sudut pandang itu, Julián Álvarez terlihat lebih cocok. Usianya lebih muda, energinya lebih sesuai dengan sepak bola modern, dan ia masih bisa menjadi fondasi lini depan Barcelona selama bertahun-tahun.
Harry Kane tetap kelas dunia dan hampir pasti memberi gol instan. Namun untuk klub yang masih harus berhitung ketat soal finansial, mengeluarkan dana besar untuk striker berusia 32 tahun terasa lebih berisiko. Jika Barcelona memang harus memilih satu dari dua nama ini, GilaBola.com cenderung melihat Álvarez sebagai investasi yang lebih sehat meski negosiasinya jauh lebih sulit.
Statistik Julian Alvarez vs Harry Kane
Sumber data: FBref (Statistik Kompetisi Liga Domestik 2025/2026)
Posisi Barcelona Saat Ini
Situasinya belum mudah bagi Barcelona. Álvarez disebut terbuka dengan kepindahan, tetapi Atlético tidak ingin menurunkan harga kecuali ada pembayaran besar di muka. Sementara itu, Bayern tidak memiliki alasan untuk melepas striker terbaik mereka dengan harga murah setelah musim yang sukses.
Akibatnya, Barcelona masih menunggu dan mencoba mencari celah negosiasi. Jika harga kedua pemain tetap terlalu tinggi, bukan tidak mungkin klub akhirnya beralih ke opsi ketiga di bursa transfer.
