Pemain Liverpool Yang Terlupakan Ini Bisa Jadi Kejutan di Bawah Andoni Iraola

Harvey Elliott mungkin menjadi salah satu pemain Liverpool yang paling lega melihat pergantian pelatih di Anfield musim panas ini.

Saat banyak pemain memulai persiapan menyambut era baru di bawah Andoni Iraola, gelandang berusia 23 tahun itu berpeluang mendapatkan kesempatan yang selama ini sulit ia peroleh.

Iraola, yang baru menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Liverpool, langsung mengirim pesan jelas kepada seluruh anggota skuad. Menurutnya, semua pemain yang ada saat ini akan diperlakukan seperti rekrutan baru.

Bagi Elliott, pernyataan tersebut bisa menjadi titik awal yang sangat penting.

Iraola Janjikan Kesempatan yang Sama untuk Semua Pemain

Dalam wawancaranya dengan situs resmi klub, Iraola menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menilai kualitas para pemain yang sudah berada di Liverpool.

Ia mengaku telah banyak menganalisis Liverpool sebelumnya, termasuk kekuatan dan kelemahan tim. Namun kini ia ingin melihat langsung kemampuan skuad yang diwarisinya.

“Saya akan mengatakan kepada mereka bahwa bagi saya semuanya adalah pemain baru. Kalian semua adalah rekrutan baru bagi saya,” ujar Iraola.

Pelatih asal Spanyol itu juga menilai Liverpool memiliki kualitas yang sangat baik dan mengaku antusias untuk mulai bekerja bersama seluruh pemainnya.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Pernyataan tersebut membuka peluang baru bagi sejumlah pemain yang sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat reguler. Salah satunya tentu Harvey Elliott.

Musim Sulit di Aston Villa

Elliott menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Aston Villa. Namun perjalanan yang diharapkan mampu menghidupkan kembali kariernya justru berjalan jauh dari rencana.

Tak lama setelah kepindahannya pada 1 September, situasi di Villa Park mulai berubah. Direktur olahraga Monchi, sosok yang berperan besar dalam mendatangkannya, meninggalkan klub sebelum bulan tersebut berakhir.

Di sisi lain, pelatih Unai Emery memiliki pilihan lain untuk posisi gelandang kreatif, terutama bintang Inggris Morgan Rogers.

Keputusan Emery memang sulit diperdebatkan. Aston Villa berhasil menutup musim sebagai juara Liga Europa dan finis di empat besar Liga Inggris.

Sayangnya, Elliott menjadi salah satu pemain yang paling terdampak dari situasi tersebut.

Bahkan Emery sempat menggambarkan situasi itu sebagai sesuatu yang “memalukan bagi semua pihak yang terlibat”.

Kesempatan Emas di Pramusim Liverpool

Minimnya menit bermain bukan berarti Elliott kehilangan kualitasnya. Masih ada potensi besar yang belum sepenuhnya terlihat dari pemain yang pernah menjadi andalan timnas Inggris U-21 tersebut.

Saat masih ditangani Jurgen Klopp, Elliott mendapat kepercayaan besar dengan tampil sebanyak 53 kali di semua kompetisi pada musim terakhir sang pelatih bersama Liverpool.

Situasinya berubah ketika Arne Slot mengambil alih. Elliott hanya mendapatkan dua kali kesempatan sebagai starter di Liga Inggris, dan keduanya baru datang setelah Liverpool memastikan gelar juara pada Mei 2025.

Karena itulah banyak yang memperkirakan Elliott akan mencari klub baru setelah masa sulitnya di Aston Villa berakhir.

Namun kedatangan Iraola bisa mengubah seluruh rencana tersebut.

Pramusim kali ini memberi peluang besar bagi Elliott untuk mencuri perhatian pelatih barunya. Terlebih Iraola akan menyusun tim tanpa sejumlah pemain yang masih terlibat dalam agenda Piala Dunia di Amerika Serikat.

Momentum itu bisa menjadi kesempatan terbaik bagi Elliott untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan di Liverpool.

Opini Gilabola.com

Jika Iraola harus memberikan penilaian dari nol kepada seluruh pemain, Harvey Elliott adalah sosok yang paling diuntungkan dari perubahan ini.

Musim pinjamannya di Aston Villa tidak berjalan sesuai harapan, tetapi masalah utamanya bukan karena performa buruk, melainkan situasi yang tidak berpihak kepadanya.

Liverpool sebaiknya tidak terburu-buru melepas Elliott sebelum Iraola melihat langsung kemampuannya selama pramusim.

Dengan usia yang masih 23 tahun dan pengalaman bermain di level tertinggi, ia masih punya peluang untuk menjadi aset penting di skuad The Reds.