
Skotlandia datang ke Boston dengan peluang mencetak sejarah. Kemenangan akan membawa mereka lolos ke fase gugur turnamen besar untuk pertama kalinya.
Namun mimpi itu langsung mendapat pukulan keras bahkan sebelum laga benar-benar berjalan.
Ismael Saibari hanya membutuhkan 70 detik untuk mencetak gol yang akhirnya memastikan kemenangan 1-0 Maroko dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026.
Gol Kilat Saibari Dalam 70 Detik
Maroko langsung menekan sejak peluit awal dibunyikan. Serangan cepat dari sisi kanan yang diawali umpan Brahim Díaz sukses membelah pertahanan Skotlandia.
Saibari lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang yang tidak mampu dihentikan Angus Gunn.
Gol tersebut bukan hanya membawa Maroko unggul, tetapi juga mencatatkan Saibari sebagai pemain Maroko pertama yang mampu mencetak gol dalam dua penampilan Piala Dunia secara beruntun.
Tim asuhan Maroko terus menekan setelah unggul. Umpan berbahaya Azzedine Ounahi nyaris disambar Saibari maupun Neil El Aynaoui di depan gawang, sementara Gunn harus bergerak cepat untuk menggagalkan peluang Achraf Hakimi.
Kesalahan Scott McTominay di area sendiri hampir berujung petaka. Bilal El Khannouss mendapatkan kesempatan emas, tetapi tendangannya melambung di atas mistar.
Meski tertinggal, Skotlandia sempat menutup babak pertama dengan permainan yang lebih agresif. Sayangnya, peluang terbaik mereka melalui John McGinn hanya berakhir dengan tendangan voli yang melenceng setelah menerima umpan Andy Robertson.
Skotlandia Tak Mampu Membalas
Selepas jeda, Maroko kembali tampil lebih berbahaya.
Saibari hampir menggandakan keunggulan ketika tembakannya yang sempat berubah arah membentur bagian atas gawang. Tidak lama kemudian, Gunn kembali menjadi penyelamat setelah melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan sundulan El Khannouss dari situasi sepak pojok.
Peluang terus hadir di kedua kubu. Hakimi gagal mengarahkan bola ke sasaran, begitu pula Ryan Christie di sisi Skotlandia.
Kontroversi muncul pada menit ke-82. Skotlandia merasa layak mendapat penalti setelah McTominay terjatuh akibat kontak dengan El Aynaoui di kotak terlarang. Namun wasit Ilgiz Tantashev tidak menganggapnya sebagai pelanggaran dan membiarkan permainan berlanjut.
Pada menit-menit akhir, Skotlandia berusaha mengejar gol penyama kedudukan. Lyndon Dykes menyundul bola hasil sepak pojok McGinn di atas mistar, sementara tembakan McTominay yang sempat membentur pemain lawan hanya mengenai sisi luar jaring.
Hingga peluit panjang berbunyi, Yassine Bounou praktis tidak dipaksa melakukan penyelamatan berarti.
Saibari Cetak Rekor, Maroko Jaga Asa Lolos
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Maroko di Piala Dunia 2026 sekaligus membuka peluang besar untuk melangkah ke babak berikutnya.
Bagi Skotlandia, hasil ini terasa semakin menyakitkan karena mereka kebobolan gol tercepat sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Upaya jebakan offside yang dilakukan Grant Hanley justru menjadi awal petaka yang sulit diperbaiki.
Saibari sendiri mencatatkan gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Gol tersebut juga menjadi yang tercepat di turnamen sejak Alphonso Davies mencetak gol untuk Kanada ke gawang Kroasia pada Piala Dunia 2022 setelah 68 detik pertandingan berjalan.
Kontribusi Brahim Díaz juga patut mendapat sorotan. Umpan yang ia berikan kepada Saibari menjadi kombinasi gol kedua yang tercipta antara keduanya di Piala Dunia kali ini.
Klasemen Group C
| Team | P | W | D | L | GF | GA | GD | Pts | Form |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Maroko | 2 | 1 | 1 | 0 | 2 | 1 | +1 | 4 | DW |
| Skotlandia | 2 | 1 | 0 | 1 | 1 | 1 | 0 | 3 | WL |
| Brasil | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 | D |
| Haiti | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | -1 | 0 | L |
Analisis Gilabola.com
Skotlandia sebenarnya memiliki cukup pengalaman di lapangan untuk menghadapi pertandingan sepenting ini.
Namun satu kesalahan kecil di awal laga membuat seluruh rencana mereka berantakan.
Setelah tertinggal cepat, mereka kesulitan menemukan ritme dan gagal memberikan ancaman nyata ke gawang Maroko.
Sebaliknya, Maroko menunjukkan kematangan yang semakin terlihat di turnamen besar.
Maroko tidak hanya unggul lewat momen individu Saibari, tetapi juga mampu mengendalikan pertandingan setelah memimpin.
Maroko layak dianggap sebagai salah satu tim yang berpotensi memberi kejutan di fase gugur.
