
Cristiano Ronaldo tak membutuhkan waktu lama untuk meredam perdebatan soal perannya di Timnas Portugal. Sang kapten tampil tajam saat membawa Portugal menang telak 5-0 atas Uzbekistan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026.
Hasil ini menjadi respons sempurna setelah Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan DR Congo pada pertandingan pembuka. Kini, mereka berada di ambang tiket menuju fase gugur.
Ronaldo mencetak dua gol dalam kemenangan besar tersebut. Tambahan gol juga datang dari Nuno Mendes, gol bunuh diri Abduvokhid Nematov, serta Rafael Leao yang ikut mencatatkan namanya di papan skor menjelang laga berakhir.
Ronaldo Langsung Hajar Gawang Uzbekistan
Sorotan sebelum pertandingan banyak tertuju kepada Ronaldo. Apalagi Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland sudah lebih dulu tampil impresif pada dua laga awal turnamen.
Namun penyerang berusia 41 tahun itu menjawab semuanya di lapangan.
Baru enam menit pertandingan berjalan, Portugal sudah memimpin. Berawal dari kerja sama Pedro Neto dan Joao Cancelo di sisi kanan, bola dikirim ke depan gawang dan disambar Ronaldo dengan penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dihentikan Nematov.
Portugal kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-17. Banyak yang menduga Ronaldo akan mengambil tendangan bebas di depan kotak penalti, tetapi ia justru menjadi pengalih perhatian. Nuno Mendes yang maju sebagai eksekutor melepaskan tendangan rendah ke sudut gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.
Uzbekistan sempat mengira berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras Aziz G’aniev. Namun VAR membatalkan gol tersebut setelah Abbosbek Fayzullaev dinilai melakukan pelanggaran terhadap Cancelo dalam proses serangan.
Tak lama kemudian Portugal kembali menghukum lawannya.
Bruno Fernandes mengirim umpan terobosan akurat dari tengah lapangan yang diselesaikan Ronaldo dengan tenang ke sudut gawang untuk mencetak gol keduanya malam itu.
Portugal Terus Menekan
Ronaldo sebenarnya berpeluang mencetak hattrick. Salah satu peluangnya bahkan harus disapu Abdukodir Khusanov tepat di garis gawang.
Memasuki babak kedua, Portugal tetap mendominasi permainan. Gol keempat lahir pada menit ke-60 setelah sepak pojok Bruno Fernandes mengenai Khusanov dan Nematov sebelum akhirnya masuk ke gawang sendiri.
Ronaldo kembali mendapatkan peluang emas beberapa menit kemudian ketika Uzbekistan kehilangan bola di area berbahaya. Namun kali ini Nematov masih mampu menggagalkan usahanya.
Gol penutup datang pada menit ke-87. Ronaldo ikut terlibat dalam proses serangan sebelum bola liar jatuh ke kaki Rafael Leao. Tanpa banyak pikir, pemain pengganti itu melepaskan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang.
Portugal pun menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 5-0.
Rekor Baru Cristiano Ronaldo
Dua gol ke gawang Uzbekistan membawa Ronaldo kembali menorehkan sejarah.
Gol pertamanya membuat sang megabintang menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia secara beruntun, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026.
Gol keduanya juga membuat Ronaldo melewati catatan Eusebio sebagai pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 10 gol.
Pada usia 41 tahun 138 hari, Ronaldo kini menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia. Ia hanya kalah dari legenda Kamerun Roger Milla yang mencetak gol pada usia 42 tahun saat Piala Dunia 1994.
Portugal tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Mereka melepaskan 17 tembakan. Sebaliknya Uzbekistan hanya mampu menghasilkan tujuh tembakan.
Opini Gilabola.com
Perdebatan soal apakah Ronaldo masih layak menjadi pemain inti Portugal tampaknya belum akan benar-benar berakhir.
Namun pertandingan ini menunjukkan satu hal yang sulit dibantah: ketika peluang datang di kotak penalti, Ronaldo masih memiliki insting yang tidak dimiliki banyak pemain lain.
Portugal memang tampil superior sebagai tim, tetapi ketenangan Ronaldo dalam penyelesaian akhir menjadi pembeda utama. Menariknya, kontribusinya bukan hanya lewat gol.
Keputusan memberi ruang kepada Nuno Mendes untuk mengambil tendangan bebas yang berbuah gol juga menunjukkan sisi lain dari seorang pemain senior yang memahami kebutuhan tim di atas pencapaian pribadi.
