Amerika Serikat kembali berdiri di depan peluang besar. Bermain di hadapan publik sendiri di Lumen Field, Seattle, tim asuhan Mauricio Pochettino hanya berjarak satu kemenangan untuk mencapai perempat final Piala Dunia 2026, sesuatu yang belum mereka rasakan selama 24 tahun.
Namun, lawan yang menanti bukan tim sembarangan. Belgia datang membawa pengalaman dan rekor pertemuan yang lebih baik, meski performa mereka sepanjang turnamen belum benar-benar konsisten.
Amerika Serikat Andalkan Momentum dan Dukungan Suporter
Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 07.00 WIB di Lumen Field, Seattle.
Amerika Serikat lolos sebagai juara Grup D setelah mengalahkan Paraguay dan Australia, sempat kalah tipis dari Turki, lalu menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 untuk memastikan langkah ke fase gugur.
Atmosfer kandang menjadi salah satu modal terbesar tim tuan rumah sepanjang turnamen. Dukungan ribuan suporter di Lumen Field beberapa kali memberi dorongan tambahan bagi skuad Mauricio Pochettino.
Folarin Balogun menjadi andalan di lini depan setelah mencetak tiga gol di Piala Dunia edisi kali ini. Kreativitas Christian Pulisic juga tetap menjadi tumpuan saat Amerika Serikat membangun serangan.
Di lini tengah, Tyler Adams bersama Weston McKennie diperkirakan kembali menjadi motor permainan sekaligus menjaga keseimbangan menghadapi kreativitas para gelandang Belgia.
Belgia Datang dengan Rekor yang Belum Stabil
Belgia memang berhasil keluar sebagai juara Grup G, tetapi perjalanan mereka tidak sepenuhnya mulus.
Tim besutan Rudi Garcia tiga kali bermain imbang sepanjang fase kompetitif turnamen, masing-masing melawan Mesir, Iran, dan Senegal. Mereka baru menunjukkan ketajaman saat menghancurkan Selandia Baru 5-1.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Pada babak 32 besar, Belgia kembali bertemu Senegal. Laga berakhir 2-2 sebelum akhirnya mereka memastikan kemenangan lewat babak tambahan.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan Belgia tetap berbahaya, tetapi belum tampil seefektif yang diharapkan sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa.
Duel Lini Tengah Bisa Menentukan Hasil
Salah satu pertarungan paling menarik diperkirakan terjadi di sektor tengah.
Kevin De Bruyne masih menjadi sumber kreativitas Belgia dan sudah mencetak satu gol di turnamen ini. Sebaliknya, Amerika Serikat berharap Tyler Adams mampu membatasi ruang gerak sang gelandang agar aliran bola Belgia tidak berkembang.
Di lini depan, Romelu Lukaku bersama Jérémy Doku menjadi ancaman utama bagi pertahanan tuan rumah. Amerika Serikat sendiri akan mengandalkan kecepatan Balogun untuk menyerang ruang di belakang pertahanan Belgia.
Secara keseluruhan, laga diprediksi berlangsung ketat. Rekor pertemuan memang berpihak kepada Belgia dengan lima kemenangan dari delapan pertandingan melawan Amerika Serikat. Salah satu yang paling dikenang adalah kemenangan 2-1 Belgia setelah perpanjangan waktu pada babak 16 besar Piala Dunia 2014.
Meski begitu, bermain di kandang sendiri membuat Amerika Serikat memiliki peluang membuka lembaran baru saat kedua tim kembali bertemu di fase yang sama.
Prediksi Susunan Pemain
Amerika Serikat (4-3-3): Turner; Dest, C. Richards, A. Robinson, Scally; McKennie, T. Adams, Tillman; Pulisic, Balogun, Weah.
Belgia (3-4-3): Courtois; Debast, Theate, De Winter; Castagne, Onana, De Bruyne, De Cuyper; Doku, Lukaku, Trossard.
Catatan: Susunan pemain masih menunggu konfirmasi resmi.
Opini Gilabola.com
Performa Belgia sepanjang Piala Dunia 2026 belum cukup meyakinkan karena terlalu sering kehilangan poin di waktu normal.
Sebaliknya, Amerika Serikat tampil lebih stabil dan memiliki keuntungan besar berupa dukungan penuh publik Seattle.
Jika Tyler Adams mampu meredam pengaruh Kevin De Bruyne dan Balogun kembali tajam di depan gawang, peluang tuan rumah untuk menembus perempat final terbuka lebar.


