
Era baru Liverpool resmi dimulai di bawah Andoni Iraola. Dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih kepala, pria asal Spanyol itu langsung membahas sejumlah isu penting di Anfield, mulai dari rencana tim hingga masa depan Harvey Elliott yang sempat dipertanyakan.
Iraola datang menggantikan Arne Slot setelah Liverpool mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda tersebut usai musim keduanya dinilai tidak memenuhi harapan.
Harvey Elliott Dapat Kesempatan Membuktikan Diri
Salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian adalah Harvey Elliott. Gelandang berusia 23 tahun itu sempat menjalani musim yang sulit setelah menit bermainnya menurun drastis.
Menurut Iraola, Elliott sudah menunjukkan sikap positif sejak hari pertama latihan pramusim.
“Harvey ada bersama kami. Saya melihat semangatnya untuk datang lebih awal dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dia akan mendapatkan kesempatan selama pramusim dan kami akan membutuhkannya. Itu pertanda yang bagus,” kata Iraola.
Pelatih anyar Liverpool itu berharap pengalaman kurang menyenangkan musim lalu justru menjadi motivasi tambahan bagi Elliott untuk kembali bersaing memperebutkan tempat di tim utama.
“Saya rasa musim lalu pasti berat baginya. Situasinya cukup aneh karena dia bahkan tidak banyak dimainkan. Saya berharap pengalaman itu membuatnya semakin lapar untuk membuktikan diri sebagai pemain Liverpool.”
Elliott sebelumnya merupakan salah satu pemain yang cukup rutin mendapat kesempatan pada era Jurgen Klopp. Namun situasinya berubah setelah Arne Slot menangani Liverpool pada musim panas 2024.
Pada September 2025, Elliott dipinjamkan ke Aston Villa. Klub tersebut memiliki kewajiban mempermanenkan sang pemain senilai sekitar Rp770 miliar apabila Elliott tampil dalam 10 pertandingan Liga Inggris. Namun syarat itu tidak terpenuhi karena ia hanya mencatatkan sembilan penampilan.
Alexis Mac Allister Tanggapi Rumor Gilberto Mora
Di sisi lain, gelandang Liverpool Alexis Mac Allister ikut dimintai komentar mengenai Gilberto Mora, pemain muda Meksiko yang belakangan dikaitkan dengan The Reds.
Mora tampil mencuri perhatian bersama Meksiko dan kini masuk radar sejumlah klub besar Eropa, termasuk Liverpool.
Meski demikian, Mac Allister memilih memberikan respons yang hati-hati.
“Sejujurnya saya belum melihat kabar itu. Kalau menyangkut hal seperti ini, saya selalu berhati-hati karena menghormati pemain dan klubnya.”
“Tetapi kalau memang namanya disebut sebagai calon pemain Liverpool, berarti dia pasti pemain yang bagus. Ada alasan mengapa namanya dikaitkan dengan Liverpool,” ujar gelandang asal Argentina tersebut.
Perwakilan Mora, Rafaela Pimenta, sebelumnya juga menegaskan bahwa kliennya tidak terburu-buru menentukan klub berikutnya.
Menurutnya, prioritas utama adalah menemukan tempat terbaik agar Mora bisa terus berkembang. Pimenta menilai pemain berusia 18 tahun itu masih membutuhkan lingkungan yang tepat untuk belajar sebelum mengambil tanggung jawab lebih besar di level tertinggi.
