
Harapan Inggris mengakhiri penantian panjang menuju final Piala Dunia kembali pupus. Sempat memimpin lebih dulu atas Argentina, The Three Lions justru tumbang 2-1 pada semifinal yang berlangsung di Atlanta, Kamis dini hari.
Kekalahan itu langsung memicu sorotan kepada Thomas Tuchel. Dua mantan bintang Inggris, Wayne Rooney dan Michael Owen, menilai keputusan sang pelatih dalam melakukan pergantian pemain menjadi salah satu penyebab utama runtuhnya keunggulan Inggris.
Pergantian Pemain Dinilai Mengubah Jalannya Laga
Inggris membuka keunggulan pada menit ke-55 lewat Anthony Gordon. Namun, hanya 17 menit berselang, mantan winger Everton itu ditarik keluar dan digantikan bek Aston Villa, Ezri Konsa.
Tak lama kemudian, Tuchel kembali memasukkan dua pemain bertahan, Nico O’Reilly dari Manchester City dan Dan Burn dari Newcastle United. Langkah itu diambil saat Inggris berusaha mempertahankan keunggulan.
Justru sejak perubahan tersebut, Argentina semakin menguasai pertandingan. Lionel Messi yang bergerak dari sisi kanan terus merepotkan lini belakang Inggris, sebelum Enzo Fernandez menyamakan kedudukan dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina delapan menit kemudian.
Data pertandingan juga memperlihatkan perubahan drastis. Setelah gol Gordon hingga gol penentu Martinez pada menit ke-92, Inggris hanya menguasai bola sebanyak 12 persen.
Rooney: Inggris Kehilangan Kepercayaan Diri
Wayne Rooney menilai Inggris kehilangan keberanian setelah unggul lebih dulu. Menurutnya, pergantian yang dilakukan Tuchel mengirim pesan negatif kepada para pemain.
Rooney mengatakan Inggris seharusnya tetap menekan untuk mencari gol kedua, bukan memilih bertahan terlalu dalam.
Ia juga menilai para pemain mulai kehilangan keyakinan ketika melihat arah pergantian pemain yang dilakukan pelatih.
“Kami sudah berada dalam posisi yang sangat bagus, tetapi setelah itu kami seperti tidak tahu harus berbuat apa. Kami mundur, membiarkan mereka menekan, lalu akhirnya kebobolan,” ujar Rooney.
Legenda Manchester United itu juga menyebut keputusan Tuchel memasang lima bek merupakan sebuah perjudian yang akhirnya berujung kegagalan.
Menurut Rooney, keputusan-keputusan sang pelatih pada laga tersebut harus diakui menjadi faktor yang membuat Inggris gagal melangkah ke final.
Owen Bandingkan Inggris dengan Spanyol
Michael Owen juga melontarkan kritik tajam melalui media sosial X.
Mantan penyerang Liverpool itu membandingkan pendekatan Inggris dengan Spanyol yang sehari sebelumnya sukses mengalahkan Prancis 2-0.
Menurut Owen, Spanyol tetap berani menguasai bola saat unggul, sedangkan Inggris justru memilih bertahan.
Ia bahkan menilai Inggris sebenarnya memiliki kualitas lebih baik dibanding Argentina, tetapi mengakui timnya pantas kalah karena gagal mengendalikan pertandingan.
Owen juga mempertanyakan keputusan memasukkan tiga pemain bertahan ketika Inggris masih unggul 1-0. Baginya, pergantian tersebut mengirim pesan yang keliru kepada tim.
Meski kecewa, Owen tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Inggris yang kembali mampu melaju hingga fase akhir turnamen. Ia meyakini tim tersebut memiliki potensi meraih gelar jika dibekali pendekatan taktik yang lebih tepat.
Argentina kini melaju ke final Piala Dunia dan akan menghadapi Spanyol pada Minggu. Sementara Inggris harus menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar Sabtu.
Kritik Rooney dan Owen cukup beralasan jika melihat perubahan momentum setelah Inggris memilih bertahan.
Keunggulan satu gol memang sering menggoda pelatih untuk bermain aman, tetapi melawan tim sekelas Argentina, menyerahkan penguasaan bola justru membuka peluang lawan untuk bangkit.
Pergantian pemain memang selalu mengandung risiko, namun dalam laga sebesar semifinal Piala Dunia, setiap keputusan akan selalu diukur dari hasil akhirnya.
