Arsenal semakin dekat dengan Ezri Konsa. Negosiasi dengan Aston Villa terus bergerak dan bahkan sudah melibatkan pembicaraan di level pemilik klub untuk mencari titik temu soal harga bek tersebut.
Menurut laporan yang menjadi sumber berita ini, nilai transfer Konsa diperkirakan berada di kisaran Rp1,08 triliun, setara sekitar £50 juta. Kesepakatan belum selesai, tetapi prosesnya disebut mengalami kemajuan.
Arsenal dan Aston Villa Masih Berbeda Harga
Arsenal sebelumnya sudah mengajukan tawaran untuk Konsa pada awal bursa transfer. Namun, proposal tersebut tidak mendapat respons positif dari Aston Villa.
Ada perbedaan cukup besar dalam penilaian kedua klub. Arsenal disebut menilai Konsa sekitar £40 juta atau kurang lebih Rp864 miliar, sedangkan Villa menginginkan angka yang mendekati £60 juta atau sekitar Rp1,30 triliun.
Dari posisi tersebut, angka sekitar £50 juta atau Rp1,08 triliun menjadi titik yang masuk akal jika kedua pihak akhirnya menemukan kompromi.
Pembicaraan di level pemilik klub kini ikut berlangsung. Ini menjadi tanda bahwa transfer Konsa bukan sekadar pendekatan awal Arsenal.
Konsa sendiri tidak ikut dalam laga pramusim Villa. Ia merupakan pemain reguler tim nasional Inggris di Piala Dunia sehingga mendapat waktu istirahat. Watkins dan Emi Martinez juga memperoleh tambahan waktu libur dan absen ketika Villa kalah dari Paris Saint-Germain pada ajang UEFA Super Cup.
Unai Emery Punya Peran Besar dalam Perkembangan Konsa
Kebutuhan Arsenal terhadap Konsa juga tidak lepas dari perkembangan sang bek di bawah asuhan Unai Emery.
Ketika pertama kali datang ke Aston Villa, Emery mengaku melihat Konsa sebagai pemain yang kadang tampil bagus, tetapi pada kesempatan lain bisa bermain di bawah standar. Setelah bekerja bersama, pandangan sang pelatih berubah.
Emery bahkan menilai kemampuan Konsa sebenarnya lebih besar daripada yang diyakini pemain tersebut terhadap dirinya sendiri.
Menurut Emery, persoalan Konsa bukan semata kemampuan teknis. Fokus dan konsentrasi penuh menjadi bagian yang harus terus diperbaiki.
Pelatih asal Spanyol itu juga mendorong Konsa untuk menggunakan setiap sesi latihan sebagai kesempatan berkembang. Ia ingin sang bek keluar dari zona nyaman dan memiliki tantangan baru.
Tantangannya jelas: memimpin tim, lebih banyak berbicara, bekerja keras setiap hari, serta bermain dengan keinginan yang lebih besar untuk membantu tim dan klub.
Bagi Emery, itu berkaitan dengan mentalitas.
Konsa bergabung dengan Villa saat berusia 21 tahun setelah mencatatkan lebih dari 125 penampilan di sepak bola Inggris. Setelah genap berusia 26 tahun pada Oktober lalu, ia dianggap sudah berada pada fase untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dari lini belakang.
Konsa Mengakui Pengaruh Emery
Konsa sendiri pernah berbicara mengenai pengaruh Emery terhadap perkembangan kariernya.
Ia menyebut rekam jejak Emery sudah membuktikan kualitasnya setelah memenangkan berbagai trofi Eropa. Karena itu, Konsa mengaku sangat antusias ketika mengetahui Emery akan datang ke Villa.
Menurut Konsa, Emery membantunya berkembang hingga menjadi seorang pria dewasa. Ia juga merasa mulai tumbuh sebagai seorang pemimpin di lapangan.
Perubahan itu tidak hanya menyangkut permainan bertahan. Konsa menyebut Emery membantunya dalam hal penguasaan bola, mengambil posisi yang tepat, membangun kepercayaan diri, hingga membantu pemain lain di sekitarnya.
Kepemimpinan pun mulai menjadi bagian dari pikirannya setiap kali memasuki pertandingan.
Konsa berusaha mengikuti gaya permainan yang diinginkan Emery. Ia juga mengaku sering melihat tim seperti Manchester City dan Arsenal memainkan sepak bola yang menurutnya sangat bagus.
Itulah gaya yang ingin ia lakukan bersama Villa.
Menurut Konsa, Villa kini mulai memainkan sepak bola dengan pendekatan tersebut.


