
Arsenal langsung menunjukkan bahwa mereka belum kehilangan sentuhan sebagai juara bertahan Premier League. Coventry City menjadi korban pertama mereka pada musim 2026-27 setelah kalah 0-3 di Emirates Stadium, Jumat.
Dua gol sudah tercipta sebelum laga berjalan 25 menit. Kai Havertz dan Bukayo Saka membuat Arsenal berada dalam posisi nyaman, sebelum kapten Martin Odegaard menutup kemenangan dengan gol pada awal babak kedua.
Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan ke-150 Mikel Arteta di Premier League sebagai manajer Arsenal.
Havertz dan Saka Bikin Arsenal Unggul Cepat
Arsenal memulai laga dengan tekanan tinggi. Winger anyar Christos Tzolis langsung aktif di menit-menit awal dan sempat melepaskan tembakan yang melebar.
Ia kembali mendapatkan ruang. Kali ini tembakannya diblok Bobby Thomas tepat di depan garis gawang.
Gol pertama akhirnya lahir pada menit ke-15. Kelengahan Milan van Ewijk dimanfaatkan Tzolis untuk membangun serangan. Umpan silang Riccardo Calafiori kemudian disapu Havertz ke sudut kanan bawah.
Keputusan Arteta mempertahankan Havertz sebagai starter di depan Viktor Gyokeres pun terbayar.
Sembilan menit berselang, Arsenal menggandakan keunggulan. Umpan silang mendatar Tzolis hanya bisa ditepis kiper Coventry, Carl Rushworth. Bola jatuh ke jalur Saka yang berada di posisi ideal.
Sang winger tidak menyia-nyiakannya.
Saka tinggal menceploskan bola dari jarak dekat untuk membawa Arsenal unggul 2-0.
Keunggulan tersebut menjadi yang tercepat bagi Arsenal dalam laga kandang Premier League sejak Desember 2023 ketika mereka menghadapi Wolves.
Coventry sebenarnya sempat mencoba merespons. Loum Tchaouna melepaskan tembakan salto spekulatif yang membuat David Raya harus bergerak mundur sebelum bola berakhir di atas jaring.
Itu menjadi satu-satunya peluang Coventry pada babak pertama.
Arsenal sendiri nyaris menambah gol melalui tembakan melengkung kaki kiri Declan Rice.
Odegaard Lengkapi Kemenangan Arsenal
Empat menit setelah babak kedua dimulai, Arsenal kembali mencetak gol.
Martin Odegaard memanfaatkan umpan Ben White. Tembakannya berubah arah dan membuat Rushworth yang sudah terlanjur melompat tidak mampu mengantisipasi bola.
Skor 3-0.
Arsenal masih mencari gol berikutnya. Rushworth setidaknya membuat kekalahan Coventry tidak bertambah besar setelah menepis tembakan menukik Myles Lewis-Skelly dan menggagalkan tendangan voli Tzolis.
Di penghujung laga, giliran Raya yang harus bekerja. Ia menggagalkan peluang Jack Rudoni untuk memastikan Arsenal menyelesaikan laga tanpa kebobolan.
Bagi Coventry, kekalahan ini terasa berat dalam pertandingan Premier League pertama mereka sejak 2001. Mereka kembali ke kasta tertinggi setelah 25 tahun 94 hari, tetapi langsung menghadapi juara bertahan.
Peluang terbaik mereka untuk mencetak gol hiburan datang melalui sundulan Rudoni. Namun bola mengarah tepat kepada Raya.
Arteta Berani Pilih Lewis-Skelly dan Havertz
Arteta datang ke pertandingan ini dengan beberapa keputusan penting setelah Arsenal mengalahkan Manchester City di Community Shield pekan lalu.
Cedera pangkal paha yang dialami pemain baru Bruno Guimaraes membuat Lewis-Skelly mendapat kesempatan bermain di lini tengah. Pemain berusia 19 tahun tersebut bahkan menjadi pemain dengan jumlah umpan terbanyak dalam pertandingan, yakni 76 operan.
Pilihan lain ada di lini depan.
Arteta tetap mempercayai Havertz daripada menurunkan Gyokeres sebagai starter. Keputusan tersebut kembali membuahkan hasil setelah Havertz mencetak gol.
Bahkan, gol ke gawang Coventry membuat Havertz untuk pertama kalinya mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut sebagai starter di level klub.
Arsenal juga mencatat tiga gol pada laga pembuka musim untuk pertama kalinya sejak September 2020.
Dari sisi peluang, Arsenal menghasilkan xG 1,8. Hanya 0,26 di antaranya berasal dari situasi bola mati.
Hasil 3-0 membuat Arsenal mengawali musim baru di puncak klasemen. Coventry harus segera bangkit karena pertandingan berikutnya mempertemukan mereka dengan sesama tim promosi, Hull City.
Arsenal sendiri akan menjalani ujian berikutnya dengan bertandang ke markas Aston Villa pada pekan kedua.
Analisis Pertandingan
Arsenal mendapatkan start yang mereka inginkan, tetapi hal paling menarik dari kemenangan ini bukan sekadar skor 3-0.
Arteta langsung dihadapkan pada keputusan sulit setelah cedera Bruno Guimaraes. Ia memilih Lewis-Skelly di lini tengah dan pemain muda itu menjawab kepercayaan tersebut dengan menjadi pemain yang paling banyak mengirim umpan.
Pilihan Havertz juga layak dicatat. Dengan Gyokeres tersedia, Arteta tetap mempertahankan Havertz sebagai starter dan penyerang tersebut membalasnya dengan gol.
Ini memberi gambaran bahwa persaingan posisi di Arsenal musim ini bisa berlangsung ketat.
Coventry memang belum mampu memberikan tekanan serius kepada Arsenal. Namun bagi sang juara bertahan, kemenangan pembuka seperti ini tetap penting. Mereka tidak membuang banyak energi untuk mendapatkan tiga poin dan sudah mencetak tiga gol.
Arteta tentu akan lebih puas jika performa tersebut bisa berlanjut ketika Arsenal menghadapi Aston Villa.
