Liverpool Kembali Tersandung Masalah Lama, Masalah Lama Arne Slot Kini Jadi PR Iraola

Gilabola.com – Liverpool kembali memperlihatkan masalah yang pernah membuat perjalanan mereka di Liga Inggris musim lalu berantakan. Kekalahan dari Newcastle bukan sekadar soal hasil, tetapi juga cara dua gol lawan tercipta.

Dua gol tersebut berawal dari kehilangan bola di sekitar kotak penalti Newcastle. Liverpool kemudian dihukum lewat serangan balik yang membuat lini tengah mudah ditembus dan pertahanan berada dalam posisi sulit.

Memang terlalu dini menarik kesimpulan besar setelah satu pertandingan kompetitif di bawah pelatih kepala baru. Namun, pola yang terlihat cukup familiar.

Serangan balik masih menjadi masalah Liverpool

Gol pertama Newcastle memperlihatkan bagaimana pertahanan Liverpool bisa terbuka dengan mudah. Anthony Elanga mendapatkan ruang untuk berlari bebas setelah proses bertahan Liverpool tidak berjalan dengan baik.

Gol kedua bahkan lebih mengkhawatirkan.

Sejumlah pemain Liverpool sudah berlari mundur, tetapi mereka gagal menghentikan Yoane Wissa. Sang penyerang terus bergerak sebelum memberikan umpan kepada Joe Willock yang kemudian mencetak gol.

Situasi seperti ini mengingatkan pada persoalan yang menghantam Liverpool sepanjang pertahanan gelar Liga Premier musim lalu.

Arne Slot sempat mencoba mengatasinya dengan bergerak terlalu jauh ke arah sebaliknya. Pendekatan tersebut pada akhirnya ikut mengorbankan pekerjaannya.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Kini, persoalan itu berada di tangan Andoni Iraola.

Pelatih asal Basque tersebut baru memulai tugasnya. Namun setelah kembali mengisyaratkan tidak adanya tambahan pemain di lini tengah, Iraola harus menemukan cara agar ruang mesin Liverpool tidak mudah ditembus.

Jacquet memberi kesan berbeda

Salah satu hal positif datang dari Jeremy Jacquet.

Bek berusia 21 tahun itu baru beberapa menit menjalani karier di Liga Premier ketika sebuah keputusan official membuatnya kebingungan. Jacquet dijatuhkan dalam perebutan bola, tetapi tidak dianggap melakukan pelanggaran.

Itu menjadi gambaran cepat mengenai fisik permainan yang akan dihadapinya di sepak bola Inggris.

Atmosfer St James’ Park juga jauh berbeda dibanding pertandingan persahabatan melawan Como pada akhir pekan sebelumnya. Begitu pula duel menghadapi Wissa yang memberikan pelajaran lebih nyata.

Jacquet justru terlihat tenang dan gigih. Keputusan Iraola menduetkannya dengan Virgil van Dijk pun terbayar, bahkan ketika tersedia opsi yang lebih berpengalaman seperti Ronald Araujo, pemain pinjaman anyar Liverpool.

Latar belakang Jacquet yang pernah bermain sebagai gelandang ikut terlihat. Dia cukup nyaman meninggalkan garis pertahanan untuk mendorong permainan Liverpool ketika tim membutuhkan urgensi lebih besar.

Setelah mulai terlihat lelah pada babak kedua, Jacquet digantikan Araujo.

Bek asal Uruguay itu bermain lugas dan tanpa kompromi. Kemampuannya menghadapi ancaman bola udara juga membantu Liverpool membangun fondasi untuk memberikan tekanan pada fase akhir pertandingan.

Dua bek tengah yang menjalani debut tersebut setidaknya memiliki alasan untuk puas dengan kontribusi masing-masing.

Victor Munoz beri sinyal, Gakpo justru tampil paling berbahaya

Victor Munoz punya cerita berbeda.

Penampilannya sempat membuat Liverpool kembali terlihat membutuhkan penyerang sayap kanan baru sebelum tenggat transfer Selasa depan. Munoz beberapa kali membawa bola terlalu dekat ke area berbahaya atau kehilangan ruang untuk bergerak.

Namun dia tidak berhenti mencoba.

Kegigihannya akhirnya menghasilkan momen penting pada masa injury time ketika Munoz memancing pelanggaran gegabah dari Lewis Miley.

Itu mungkin menjadi petunjuk mengenai kontribusi yang bisa diberikannya untuk lini serang Liverpool.

Munoz masuk pada pertengahan babak kedua menggantikan Rio Ngumoha. Pemain berusia 17 tahun tersebut merupakan penentu kemenangan Liverpool dalam pertandingan yang sama musim lalu.

Kali ini, Ngumoha kembali menunjukkan bahwa proses perkembangannya lebih baik diarahkan untuk mematangkan kemampuannya di sisi kiri, posisi yang menjadi favoritnya.

Dari sektor tersebut, Cody Gakpo justru menjadi pemain Liverpool yang paling berbahaya.

Penampilannya juga tidak menunjukkan tanda-tanda pemain yang sedang menginginkan kepindahan. Gakpo tampil aktif dan menjadi ancaman utama dari sisi kiri.

Karena itu, Gakpo tidak boleh dijual.

Akhir dramatis untuk malam penghormatan Kevin Keegan

Pertandingan berakhir dengan drama yang sekaligus menjadi penghormatan layak untuk Kevin Keegan.

Pendukung kedua tim memberikan penghormatan melalui mosaik dan spanduk dalam momen tepuk tangan sesaat sebelum kick-off.

Keegan memang memiliki tempat khusus di kedua klub.

Ia akan selalu dikenang sebagai legenda bagi Liverpool maupun Newcastle.