Krisis Tottenham Makin Kusut: Richarlison, Danso dan Pape Sarr Minta Hengkang!

Tottenham Hotspur menghadapi masalah baru yang cukup serius setelah Roberto De Zerbi mengungkapkan tiga pemainnya meminta meninggalkan klub. Richarlison, Kevin Danso, dan Pape Matar Sarr disebut sudah menyampaikan keinginan tersebut.

Kabar itu muncul setelah Spurs menelan kekalahan 2-0 dari Newcastle United di kandang sendiri. Anthony Elanga dan Yoane Wissa mencetak gol pada babak kedua untuk membawa kemenangan bagi tim asuhan Matthias Jaissle.

Tiga pemain tersebut bahkan tidak masuk skuad Tottenham untuk pertandingan pada Sabtu.

Situasinya sedikit berbeda untuk Sarr. Gelandang tersebut sedang mengalami masalah hamstring ringan, tetapi De Zerbi mengatakan kondisinya hampir siap untuk kembali berlatih.

De Zerbi Konfirmasi Tiga Pemain Ingin Pergi

De Zerbi tidak berusaha menutupi persoalan tersebut ketika ditanya mengenai absennya ketiga pemain.

“Richarlison, saya tidak tahu. Dia sudah terlalu sering mengatakan ingin pergi,” ujar De Zerbi kepada wartawan.

Pelatih asal Italia itu kemudian menjelaskan bahwa Danso dan Sarr juga telah menyampaikan keinginan serupa.

“Danso datang kepada saya dua hari yang lalu dan dia mengatakan ingin pergi. Pape Sarr juga sama tetapi dia mengalami cedera ringan, namun dia hampir siap untuk berlatih.”

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Meski situasinya cukup mengganggu rencana Tottenham, De Zerbi menegaskan hubungan pribadinya dengan ketiga pemain tersebut tetap baik.

“Saya menyukai para pemain ini, dan mereka adalah orang-orang hebat. Saya memiliki hubungan yang sangat baik,” katanya.

Masalahnya bukan soal hubungan. De Zerbi justru memberikan syarat yang cukup jelas kepada para pemain yang ingin keluar.

“Tetapi jika mereka ingin pergi, mereka harus membawa solusi ekonomi untuk klub, dan mereka bisa pergi lalu kami mencari pemain lain.”

Artinya, Tottenham tidak sekadar akan melepas pemain tanpa mempertimbangkan kepentingan klub. Klub London utara itu ingin mendapatkan solusi finansial yang sesuai sebelum membuka jalan bagi kepergian mereka.

ESPN juga melaporkan bahwa Juventus sudah mulai menjajaki kemungkinan kesepakatan untuk Pape Sarr.

Awal Musim Tottenham Berubah Menjadi Masalah Besar

Kekalahan dari Newcastle membuat situasi Tottenham semakin tidak nyaman. Spurs sebelumnya sudah dihantam Brentford 3-0 pada pekan pembuka Premier League.

Kini mereka kalah dalam dua pertandingan liga pertama tanpa mampu mencetak satu gol pun. Itu menjadi pertama kalinya Tottenham mengalami situasi tersebut sejak musim 1974-75.

Tekanan pun bertambah karena De Zerbi datang dengan proyek besar untuk mengubah wajah tim.

Tottenham menghabiskan lebih dari £350 juta, atau sekitar Rp7,6 triliun, untuk mendatangkan delapan pemain baru pada musim panas ini. Pengeluaran besar tersebut dilakukan setelah Spurs musim lalu nyaris terhindar dari degradasi.

Salah satu rekrutan terbesarnya adalah Sandro Tonali dengan nilai transfer £100 juta, sekitar Rp2,17 triliun. Namun reuni Tonali dengan Newcastle justru berlangsung buruk karena sang gelandang mendapat sorakan ejekan dari pendukung lawan.

Omar Marmoush juga belum mendapatkan awal ideal setelah melewatkan peluang emas dalam pertandingan debutnya.

Dengan investasi sebesar itu, dua kekalahan beruntun jelas bukan hasil yang diharapkan.

De Zerbi Minta Fans Tidak Panik

Meski begitu, De Zerbi meminta pendukung Tottenham tetap percaya pada proses yang sedang berjalan.

Ia mengakui timnya belum berada dalam kondisi ideal karena banyak pemain baru harus beradaptasi dan membangun koneksi satu sama lain.

“Tidak ada kepanikan. Saya tahu ke mana kami akan pergi dan apa rencananya,” kata De Zerbi.

“Saya memiliki kepercayaan yang sangat, sangat besar pada kualitas para pemain saya. Pada akhirnya, ketika kami menjadi sebuah tim, ketika kami meningkatkan koneksi antarpemain.”

De Zerbi juga memahami mengapa kekalahan beruntun tersebut membuat suporter mulai khawatir. Tottenham memang sedang mencoba keluar dari bayang-bayang dua musim terakhir.

“Saya minta maaf kepada para penggemar atas suasananya karena setelah dua kekalahan mungkin ada yang berpikir ini adalah sejarah yang sama, sama seperti dua musim terakhir. Saya tidak ragu bahwa ini tidak seperti itu.”

Ia kemudian menegaskan bahwa proyek Tottenham tidak berubah hanya karena hasil buruk pada dua pertandingan awal.

“Tidak ada yang berubah karena mereka adalah pemain yang terlalu bagus. Saya minta maaf kepada klub karena mereka sedang membangun skuad yang hebat. Tapi mungkin sekarang, kami belum siap, karena banyak, banyak alasan kami belum siap.”