
Arsenal mulai melihat Alex Scott sebagai investasi jangka panjang di lini tengah. Gelandang Bournemouth itu disebut memiliki profil yang cocok untuk menjadi pelapis Bruno Guimaraes sebelum perlahan mengambil peran lebih besar di Emirates.
Harga yang dipatok Bournemouth tidak murah. Cherries disebut meminta £78 juta, sementara Chelsea, Liverpool, dan Manchester City juga berada dalam perburuan. Arsenal bahkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran resmi pertama sebelum bursa transfer ditutup.
Alex Scott Disiapkan untuk Belajar dari Bruno Guimaraes
Kebutuhan Arsenal terhadap tambahan pemain memang tidak hanya berada di lini depan.
The Gunners sebelumnya sudah mendatangkan Christos Tzolis dengan harga £35 juta dan sang pemain memulai kariernya dengan baik di London utara. Namun, situasi di lini serang berubah setelah Leandro Trossard dijual ke Besiktas dan Gabriel Martinelli mendekati kepindahan ke Al-Hilal.
Arsenal juga sempat mengincar Julian Alvarez. Namun, klub mengetahui bahwa penyerang tersebut tidak ingin kembali ke Premier League pada musim panas ini. Atletico Madrid pun menolak menjualnya ke Barcelona.
Karena itu, Mikel Arteta mungkin harus mengalihkan perhatian ke target lain.
Di tengah pencarian penyerang elit tersebut, direktur Arsenal Andrea Berta tetap melihat perlunya memperkuat lini tengah. Kedatangan Bruno Guimaraes dari Newcastle United dengan biaya £75 juta belum membuat kebutuhan tersebut selesai.
Guimaraes dinilai mampu memberikan sesuatu yang berbeda. Kualitas teknik dan gaya bertarungnya di tengah lapangan dianggap sangat cocok untuk melengkapi Declan Rice.
Masalahnya, Martin Zubimendi belum memberikan kepastian penuh soal masa depannya di Emirates.
Zubimendi Bisa Buka Jalan untuk Scott
Penampilan Zubimendi disebut menurun pada bulan-bulan terakhir musim lalu meski ia tetap memainkan peran dalam keberhasilan Arsenal meraih gelar Premier League.
Gelandang tersebut dinilai terlalu lambat dan tidak memiliki percikan permainan seperti yang bisa diberikan Guimaraes.
Chelsea bahkan dikabarkan tertarik dan berpotensi mengajukan tawaran £70 juta. Situasi itu muncul di tengah rumor Enzo Fernandez menuju Manchester City.
Jika Zubimendi benar-benar pergi, Arsenal tentu membutuhkan pengganti. Arteta tidak bisa membiarkan kedalaman lini tengah berkurang ketika klub masih berusaha mempertahankan level kompetitifnya.
Di sinilah nama Alex Scott muncul.
Gelandang Bournemouth itu dianggap bisa menjadi perekrutan yang masuk akal untuk kebutuhan jangka pendek sekaligus investasi masa depan. Scott dapat belajar langsung dari Guimaraes sebelum nantinya berkembang menjadi salah satu pilar utama proyek Arsenal.
Ada alasan lain yang membuat profil Scott menarik.
Guimaraes akan berusia 30 tahun dalam waktu kurang dari satu tahun. Arsenal karena itu bisa melihat Scott sebagai pemain yang dipersiapkan secara bertahap untuk mengambil alih peran tersebut di masa depan.
Gaya Scott Dinilai Cocok dengan Arsenal
Scott memiliki kemampuan bermain dengan bola yang dinilai akan semakin berkembang jika berada di Arsenal.
Pemain kelahiran Guernsey tersebut juga punya keunggulan dalam memenangkan duel-duel intens, sebuah karakter yang selama ini menjadi bagian kuat dari permainan Guimaraes di Premier League.
Namun, Scott menawarkan pendekatan berbeda ketika membawa bola.
Pergerakannya disebut lebih halus dan elegan saat membawa bola ke depan dibandingkan Rice. Jika dikombinasikan dengan Guimaraes yang mengatur permainan dari area lebih dalam, Scott bisa menjadi pemain yang bergerak dinamis untuk memberikan variasi di lini tengah Arteta.
Guimaraes sendiri mulai mengurangi energi reaktif yang menjadi cirinya pada tahun-tahun awal di Premier League. Sementara Scott baru memulai musim 2026/27 dengan sangat baik.
Performa tersebut membuatnya dinilai punya potensi berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa.
Rekan setimnya di Bournemouth, Lewis Cook, bahkan menyebut Scott sebagai “bakat khusus”.
Dengan harga £78 juta, Arsenal jelas harus mempertimbangkan investasi tersebut dengan matang. Namun, jika Scott memang mampu berkembang sesuai potensinya, transfer itu bukan sekadar pembelian untuk menambah kedalaman skuad.
