Bradley Barcola akhirnya mengungkap alasan dirinya kesulitan menunjukkan kemampuan terbaik bersama Liverpool di Premier League. Winger asal Prancis itu mengaku intensitas permainan dan tuntutan berlari di kompetisi Inggris jauh lebih berat dibandingkan Ligue 1 Prancis.
Liverpool merekrut Barcola dengan nilai transfer sekitar Rp2,6 triliun. Angka tersebut menjadikannya pemain termahal kedua dalam sejarah klub Merseyside tersebut.
Ekspektasinya tinggi. Kenyataannya, pemain berusia 24 tahun itu belum mencatatkan satu gol maupun assist sejak bergabung dengan The Reds.
Penampilan terakhirnya saat menghadapi Manchester City kembali mengundang kritik. Barcola justru memperlihatkan kontribusi paling positif ketika membantu pertahanan jauh di wilayahnya sendiri. Ketika mendapat kesempatan menyerang, pergerakannya relatif mudah dihentikan lawan.
Legenda Liverpool Jamie Carragher termasuk salah satu pengkritik paling vokal terhadap penampilannya.
Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai keputusan klub Premier League mengeluarkan dana besar untuk pemain yang belum terbiasa dengan kerasnya sepak bola Inggris.
Barcola Akui Premier League Lebih Menguras Tenaga
Barcola tidak menampik perbedaan intensitas antara kompetisi yang pernah membesarkan namanya dan liga yang kini harus dihadapinya.
Dalam wawancara dengan Sky Sports seusai pertandingan, ia menjelaskan bahwa Ligue 1 juga mengandalkan kekuatan fisik. Bedanya, Premier League menuntut pemain berlari lebih banyak sepanjang pertandingan.
“Ligue 1 sangat mengandalkan fisik. Tapi, di sini saya merasa tuntutan fisiknya lebih terasa dari segi berlari. Pertandingan berlangsung dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya,” kata Barcola.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Ia juga menyoroti tingginya intensitas permainan di Inggris.
“Intensitasnya sangat tinggi. Tapi, itulah alasan saya datang ke sini. Ini tantangan baru yang ingin saya hadapi,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Barcola masih beradaptasi dengan tuntutan kompetisi barunya. Liverpool tentu berharap proses itu segera membuahkan hasil, mengingat besarnya investasi yang telah mereka keluarkan.
Situasinya mengingatkan pada Florian Wirtz. Pemain tersebut juga menghadapi sorotan karena belum mampu memenuhi ekspektasi setelah bergabung dengan klub Merseyside itu.
Tiga Media Beri Barcola Nilai Lima dari Sepuluh
Kritik terhadap Barcola tidak hanya datang dari Carragher. Tiga media, yakni Daily Mail, Daily Express, dan BBC Sport, sama-sama memberinya nilai 5 dari 10 atas penampilannya melawan Manchester City.
Daily Mail menilai Barcola memang sempat memperlihatkan beberapa momen menjanjikan. Akan tetapi, kontribusinya masih jauh dari harapan untuk pemain dengan banderol transfer sebesar itu.
Media tersebut menulis bahwa pelatih Andoni Iraola tentu menginginkan lebih banyak kontribusi dari sang pemain, yang dinilai belum benar-benar menemukan performa terbaiknya bersama Liverpool.
BBC Sport memberikan penilaian serupa. Barcola dianggap cukup tajam ketika menguasai bola dan menjalankan tugas bertahan dengan baik. Kendati begitu, ia masih harus meningkatkan kontribusi di sepertiga akhir lapangan, seperti halnya Wirtz.
Daily Express juga menyoroti ketimpangan permainan Barcola. Ia dinilai bekerja keras membantu pertahanan, tetapi kurang memberikan ancaman ketika Liverpool menyerang.
Barcola terlalu sering diarahkan menggunakan kaki kirinya yang lebih lemah. Meski begitu, media tersebut tetap mencatat satu momen positif ketika ia merebut bola dan mengirimkannya kepada Lewis Koumas untuk menciptakan peluang pada menit ke-48.
Catatan itu belum cukup untuk menghapus kesan bahwa Barcola masih kesulitan memberikan dampak nyata.
Liverpool Masih Menunggu Respons Barcola
Kesempatan berikutnya sudah menanti. Liverpool dijadwalkan bertandang ke Austria untuk menghadapi LASK dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Barcola untuk memperlihatkan perkembangan setelah mendapat kritik atas penampilannya melawan Manchester City.
Liverpool membutuhkan kontribusi lebih besar dari pemain yang direkrut dengan biaya transfer fantastis itu. Kemampuan beradaptasi dengan intensitas Premier League akan menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan apakah Barcola mampu memenuhi ekspektasi di Anfield.


