Keluarga Glazer menetapkan dua kondisi khusus sebelum melepas Manchester United sekaligus mulai menunjukkan kekesalan terhadap kinerja INEOS di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe.
Pemilik asal Amerika Serikat itu disebut siap mempertimbangkan penjualan klub, tetapi hanya jika salah satu dari dua skenario utama terpenuhi.
Menurut laporan ESPN, keluarga Glazer menunggu rampungnya pembangunan stadion baru Old Trafford atau jika Manchester City didepak dari Liga Inggris.
Dua skenario tersebut diyakini mampu mendongkrak nilai valuasi finansial Manchester United secara signifikan di pasar.
Stadion baru bakal melambungkan harga jual klub, sementara potensi absennya rival sekota seperti Man City turut memperbesar daya tarik Setan Merah bagi calon investor baru.
Di sisi lain, keluarga Glazer dikabarkan kecewa berat dengan arah kebijakan klub sejak menyerahkan operasional harian kepada INEOS.
Joel Glazer dilaporkan marah besar atas keputusan pemangkasan 500 posisi staf di dalam klub.
Pemecatan pelatih Erik ten Hag dan Ruben Amorim juga menelan biaya kompensasi sekitar £25 juta atau setara Rp522 miliar.
“Para suporter dulu bernyanyi menentang keluarga Glazer, tetapi saya tidak yakin mereka menyadari betapa buruknya situasi Jim,” ujar sumber internal kepada ESPN.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
“Dia menurunkan standar di semua lini. Itu pada dasarnya kebalikan dari strategi yang dia gembar-gemborkan.”
Ratusan juta poundsterling telah menggelinding untuk pembelian pemain baru, namun sebagian besar rekrutan tersebut gagal memberikan dampak instan.
Kesalahan mahal lainnya terjadi ketika manajemen memperpanjang kontrak Ten Hag pada Juni 2024, sebelum akhirnya memecat juru taktik asal Belanda itu empat bulan berselang.
Pemutusan kontrak Amorim juga sempat membebani keuangan klub sebesar £16,7 juta atau sekitar Rp349 miliar, meski angka tersebut kemudian terpangkas menjadi £8,2 juta atau senilai Rp171 miliar usai sang pelatih menerima pinangan AC Milan.
Meski sempat finis di peringkat ketiga musim lalu di bawah arahan Michael Carrick, performa Setan Merah pada awal musim 2026/2027 kembali merosot dan tertahan di papan bawah klasemen Liga Inggris.


