Fenerbahce sukses mencuri perhatian publik lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Liverpool di Istanbul.
Perlu pula Anda tahu bahwa ini kekalahan perdana The Reds di pentas Liga Champions musim ini. Skuad asuhan Andoni Iraola benar-benar merasakan kejamnya kompetisi Eropa usai takluk di markas lawan.
Padahal, akhir pekan lalu mereka baru saja ditekuk Arsenal 0-1 di Premier League. Kini, Liverpool kembali harus menelan pil pahit.
Trey Nyoni sempat membuka keunggulan tim tamu lebih dulu. Tapi, Mason Greenwood langsung membalas dan menyamakan kedudukan bagi tuan rumah.
Tak lama berselang, Alexander Isak membawa Liverpool kembali memimpin lewat gol perdananya di Liga Champions berseragam The Reds. Bayangkan, keunggulan itu gagal dijaga.
Barisan pertahanan tamu tampil buruk. Gara-gara lini belakang yang rapuh, Archie Brown leluasa mencetak gol penyeimbang lewat tap-in di tiang jauh.
Belum cukup sampai di situ. Jelang akhir laga, Vedat Muriqi menanduk bola masuk ke pojok bawah gawang. Stadion langsung bergemuruh. Gol penentu itu memastikan kekalahan memalukan bagi tim tamu.
Van Dijk Disorot
Nama Virgil van Dijk mendadak jadi bahan perbincangan panas. Kapten Liverpool itu biasanya kebal kritik. Tapi, performanya kali ini jauh dari kata aman.
Usianya kini telah menginjak 35 tahun. Pemain asal Belanda itu seolah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan fisik.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Meski masih berstatus salah satu bek terbaik dunia, ia kelabakan meladeni pergerakan Romelu Lukaku dan lini serang Fenerbahce. Statistiknya berbicara jelas. Van Dijk hanya menang tiga dari enam duel. Ia bahkan gagal memenangkan satupelenyek tekel.
Dua clearances dan dua interceptions memang dicatatkannya. Namun, ia juga melanggar lawan sebanyak dua kali. Akurasi umpan jauhnya pun sangat buruk.
Suporter langsung bereaksi keras di media sosial. Mereka meluapkan kekecewaan mendalam.
“Van Dijk is really not the player he was,” cuit salah satu suporter yang menilai sang kapten sudah melewati masa emasnya.
Kritik pedas lain juga mengalir deras. Umpan-umpan panjangnya yang sering salah sasaran bikin emosi.
“Van Dijk is forcing these long balls. Wtf is he doing?” seru warganet lain.
Ada pula suara-suara sumbang yang meminta manajemen klub segera mengambil keputusan tegas terkait masa bakti sang bek tengah di Anfield.
“Kita harus mulai membicarakan kenyataan bahwa VVD sudah bukan pemain yang sama lagi. Dia mengawali musim dengan sangat buruk,” tulis suporter lainnya. “Saya mencintainya, tapi sepertinya sudah saatnya ia pergi musim panas nanti.”
Kerapuhan lini belakang membuat gawang Liverpool bobol tiga kali malam itu. Van Dijk pun dituding sebagai sumber utama bencana di jantung pertahanan.


