10 Pemain Hebat Liga Inggris Yang Luput Dari Perhatian Media di Musim 2023/2024

Berikut adalah para pemain hebat Liga Inggris yang selama ini luput dari perhatian media selain nama-nama mentereng seperti Erling Haaland, Mohamed Salah dan Son Heung-Min.

Kasta teratas Liga Inggris adalah liga terbesar dan terbaik di dunia, banyak pemain mendapatkan pujian dan sorotan.┬áSetiap gol Erling Haaland selalu dapat pujian, saat Trent Alexander-Arnold melakukan aksinya selalu heboh di media sosial, dan kata-kata seperti ‘Starboy’ kini seperti menjadi julukan bagi Bukayo Saka.

Pemain sepakbola yang hebat memang sudah sepantasnya mendapatkan pujian. Namun terkadang, ada juga pemain yang bagus dan selalu tampil konsisten, namun entah kenapa gagal menarik perhatian publik.

Kami telah mengumpulkan beberapa nama pemain hebat yang tampaknya kurang mendapatkan perhatian, mungkin sedikit subjektif, tapi dengan melihat statistik para pemain tersebut, setidaknya kita bisa melihat apa aja sih kehebatan mereka. Dan berikut daftarnya!

Gabriel (Arsenal)

Arsenal menjadi salah satu tim yang kebobolan paling sedikit musim ini (15 gol keboblan), dan sebagian besar itu berkat William Saliba. Pemain berusia 22 tahun itu memang pantas mendapat pujian, tetapi kepopulerannya membuat Gabriel sering terlupakan.

Pemain Brasil itu sebenarnya memiliki rata-rata nilai rapor dalam pertahanan yang lebih baik musim ini dibandingkan Saliba, dan ia juga melakukan lebih banyak intersep dan blok per 90 menit.

Bukan berarti Gabriel lebih baik dari Saliba, hanya saja mereka berdua memang tampil cukup seimbang sebagai pasangan namun entah kenapa Saliba yang seringkali mendapatkan semua pujian.

Ethan Pinnock (Brentford)

Ketika kita berbicara tentang Brentford, striker seperti Ivan Toney dan Bryan Mbeumo adalah nama yang paling populer. Namun jika berbocara betapa hebatnya pertahanan Brentford, nama Ethan Pinnock sering kali terlupakan, dan justru semua pujian diberikan kepada Ben Mee.

Pinnock akhirnya akan mendapatkan pujian yang pantas untuk penampilannya yang konsisten dan kuat dalam pertahanan Brentford. Setidaknya jika melihat statistik, beberapa data menunjukkan bahwa dia adalah pemain terbaik di timnya sejauh ini.

Lewis Dunk (Brighton)

Brighton dibangun dengan menggunakan para pemain muda yang hebat. Nama-nama seperti Alexis Mac Allister dan Moises Caicedo muncul dan merekap pun mendapatkan kesempatan untuk transfer ke klub raksasa Premier League, dan bintang-bintang saat ini seperti Evan Ferguson dan Kaoru Mitoma tampaknya ditakdirkan untuk mengikuti jalur serupa.

Namun, justru Lewis Dunk adalah peman yang sebenarnya menjadi sosok yang menjaga semuanya tetap teratur di lapangan meskipun perubahan konstan kini selalu terjadi dalam skuad Brighton.

Pemain yang bergabung dengan The Seagulls ketika mereka masih berada di Liga Satu ini, telah berkembang menjadi salah satu bek terbaik di Liga Premier dan juga di Liga Europa.

Sebagian besar kesuksesan Brighton berkat kontribusi darinya, namun ia jarang mendapat perhatian.

Dominic Solanke (Bournemouth)

Belum lama ini, Dominic Solanke pernah dihina oleh fans Liga Premier. Setelah pindah dari Liverpool ke Bournemouth, dia kesulitan mencetak gol, hanya mencetak tiga gol dalam 42 pertandingan liga pertamanya.

Setahun di divisi Championship membantunya memperbaiki performanya, dan setelah Bouremouth promosi kembali ke kasta teratas, dia mencetak enam gol saat The Cherries menghindari degradasi musim lalu.

Musim ini, Solanke telah mencetak sembilan gol dalam 17 pertandingan dan tampaknya menjadi salah satu penyerang terbaik musim ini. Namun, tetap saja publik masih melihatnya sebagai pemain yang gagal setelah meninggalkan Anfield. Kasian yak!

Jarrad Branthwaite (Everton)

Everton telah bangkit usai pengurangan sepuluh poin dan tengah berusaha menjauh dari zona degradasi. Di keberhasilan mereka tersebit berkat katnya pertahanan mereka yang hanya kebobolan 20 gol musim ini (sama dengan Manchester City dan lebih baik dari semua tim di luar dua besar klasemen Liga Inggris).

Bagi kamu yang memperhatikan Everton dengan cermat, pasti akan memuji Jarrad Branthwaite atas keberhasilan ini.

Dia absen dalam dua pertandingan pertama musim ini, dan dalam kedua laga tersebut timnya kalah, tetapi sejak ia kembali, Everton meraih tujuh kemenangan, dua seri, dan lima kekalahan yang cukup untuk membuat The Toffees dalam posisi yang nyaman di klasemen sementara.

Alex Iwobi (Fulham)

Setelah pindah dari Arsenal ke Everton, tampaknya Alex Iwobi tidak akan pernah memenuhi ekspektasi yang begitu tinggi.

Namun, akhirnya, dia berhasil membangun reputasinya kembali di Goodison Park, turun lebih dalam ke lini tengah setelah kesulitan sebagai winger yang lebih berorientasi menyerang.

Dalam 13 penampilan, Iwobi sudah mencetak tiga gol di liga, lebih banyak dari yang pernah dia raih dalam satu musim penuh saat masih berada di Everton, dan menyamai pencapaiannya terbaik saat bersama Arsenal.

Bukan hanya gol, Iwobi terus menjadi pemain yang sangat lancar dalam penguasaan bola, mengirimkan bola ke daerah berbahaya saat Marco Silva dan pasukannya menetapkan diri sebagai klub kelas atas setelah bertahun-tahun berada di divisi yang berbeda.

Tapi Joao Palhinha yang mendapat sorotan lebih banyak, padahal seharusnya rekan setimnya asal Nigeria itu juga pantas mendapatkan pujian.

Kostas Tsimikas (Liverpool)

Ketika Andy Robertson harus menjalani operasi pada bulan Oktober, tentu saja ada kekhawatiran tentang bagaimana Liverpool akan beradaptasi tanpa bek kiri andalannya.

Namun, Kostas Tsimikas mulai membangun namanya di posisi tersebut, tampil semakin baik setiap minggunya.

Sekarang dia menjadi starter reguler bagi Liverpool, ini adalah bukti bagaimana bermain secara teratur dapat membantu seorang pemain sepakbola menemukan ritme mereka.

Soal rapor, Tsimikas hanya kalah dengan rapor milik Mohamed Salah, Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Dominik Szoboszlai, dan Robertson.

Diogo Dalot (Manchester United)

Manchester United adalah klub yang saat ini sedang kacau, sulit untuk mengetahui apakah pemain mereka benar-benar buruk, atau hanya menjadi korban suasana yang kacau di klub tersebut.

Harry Maguire, misalnya, telah menjadi sosok yang sempat dihina dina begitu lama, tetapi penampilannya yang membaik akhir-akhir ini membuatnya mendapat banyak pujian oleh media.

Sementara Diogo Dalot adalah pemain MU lainnya yang kadang-kadang juga kesulitan untuk bersinar, tetapi dia dengan tenang melakukan perbaikan dengan cara yang sangat mengesankan belakangan ini.

Setelah akhirnya memantapkan posisinya sebagai bek kanan pilihan pertama klub, hanya Bruno Fernandes dan Andre Onana yang memiliki rapor lebih baik di liga musim ini.

Bek Manchester United ini kini menjadi salah satu pilihan yang dapat diandalkan musim ini ketika begitu banyak pemain lainnya tampil mengecewakan.

Pape Matar Sarr (Tottenham Hotspur)

Ange Postecoglou di Tottenham Hotspur fokus pada serangan bebas dan pertahanan dengan garis tinggi, sehingga kadang-kadang mudah melupakan pentingnya pemain di tengah lapangan.

Nama-nama yang dibahas jika berbicara soal Spurs selalu tentang Son Heung-min, James Maddison, Dejan Kulusevski, dan Cristian Romero atau bahkan Yves Bissouma, tetapi sebenarnya, mereka semua tak ada artinya jika Spurs tak punya Pape Matar Sarr.

Pemain 21 tahun ini diminta untuk memainkan peran kunci bagi Ange Postecoglou musim ini. Dia sebenarnya sangat penting bagi tim, bahkan Tottenham gagal memenangkan semua lima pertandingan liga musim ini di semua kompetisi, ketika Pape absen atau memulai dari bangku cadangan.

Edson Alvarez (West Ham United)

Membahas West Ham saat ini, semua pasti topiknya James Ward-Prowse dan Mohammed Kudus atau nama-nama seperti Lucas Paqueta dan Jarrod Bowen. Tetapi Edson Alvarez sebenarnya adalah pilar tim ini.

Datang dari Ajax Amsterdam musim panas lalu dan berhasil membantu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Declan Rice.

Dia absen dalam pertandingan terakhir melawan Fulham dan tebak apa yang terjadi? Meskipun keempat pemain yang disebutkan di atas semuanya dimainkan, tanpa Edson ALvarez, The Hammers kalah 5-0!