Manchester United Catatkan Rekor Pendapatan, Tapi Kok Masih Merugi?

Gila Bola –¬†Manchester United meraih rekor pendapatan tahunan Liga Inggris, namun tetap saja skuad asuhan Erik Ten Hag ini merugi.

Manchester United melaporkan rekor angka pendapatan Premier League sebesar 648,4 juta pounds (sekitar Rp 11,9 triliun) saat tutup buku pada 30 Juni 2023.

Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibanding tahun sebelumnya dan mengalahkan rekor sebelumnya yang diraih oleh Manchester United pada tahun 2019. Namun, ternyata Setan Merah masih melaporkan kerugian sebesar £42,1 juta. Waduh! Kok lebih besar pasak dari tiang?

Rekor pendapatan tahunan ini tercapai meskipun mereka bermain di Liga Europa, yang hadiahnya kurang menguntungkan jika dibanding Liga Champions.

Manchester United memprediksi pendapatan untuk periode musim 2023-2024 akan berada di kisaran angka 650 juta pounds hingga 680 juta pounds.

Pengumuman ini datang pada saat pendiri perusahaan kimia INEOS, Sir Jim Ratcliffe, dilaporkan mendekati akuisisi saham sebesar 25 persen dalam klub.

Gaji yang dikeluarkan oleh Manchester United untuk periode tersebut mengalami penurunan sebesar 52,8 juta pounds menjadi 331,4 juta pounds, yang disebabkan oleh “perombakan skuad” dan ketidakhadiran mereka dari Liga Champions musim lalu.

Laporan ini juga mengonfirmasi bahwa tidak ada dividen yang dibayarkan kepada keluarga Glazer yang masih memiliki klub ini.

Pada November tahun lalu, Glazers mengumumkan bahwa mereka telah meminta studi untuk mencari “alternatif strategis” yang dapat membantu pertumbuhan klub, termasuk pertimbangan untuk menjual Manchester United.

Namun, saat ini tampaknya mereka akan tetap mengendalikan klub, dengan laporan yang menyebutkan bahwa Ratcliffe akan memiliki saham sebesar 25 persen dan mengendalikan operasi sepak bola.

Pengusaha Qatar, Sheikh Jassim, telah menarik minatnya untuk mengambil alih klub sepenuhnya pada awal bulan ini. Bagian dari penawarannya adalah komitmen untuk menghapus seluruh utang klub.

Manchester United melaporkan utang jangka panjang sebesar 507,3 juta pounds. Angka ini diungkapkan dalam dolar AS sebesar 650 juta, tidak berubah dari tahun sebelumnya, namun laporan tersebut menyatakan bahwa perubahan tahun demi tahun dalam nilai tukar membuat jumlah tersebut dalam poundsterling lebih rendah tahun ini dibanding tahun sebelumnya.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News