
Gilabola.com – Liverpool akhirnya berhasil mengalahkan Crystal Palace pada pertemuan keempat musim ini.
Alexander Isak membuka keunggulan pada menit ke-35 setelah mengontrol bola hasil tembakan Alexis Mac Allister di dalam kotak penalti, lalu melepaskan sepakan setengah voli yang tak mampu dihentikan Dean Henderson.
Tim juara Liga Inggris tersebut menggandakan keunggulan jelang turun minum melalui penyelesaian mendatar Andy Robertson yang memanfaatkan serangan balik.
Namun, tim tamu memperkecil ketertinggalan dengan cara yang dianggap tidak sportif. Daniel Munoz mencetak gol ke gawang kosong saat Freddie Woodman terkapar akibat cedera.
Florian Wirtz memastikan kemenangan pada masa tambahan waktu lewat tembakan keras setelah menerima bola dari Mac Allister di dalam kotak penalti.
Pasukan Arne Slot kini melompati Aston Villa dalam perebutan tiket Liga Champions. Mereka naik ke posisi keempat setelah meraih dua kemenangan beruntun di kasta tertinggi.
Poin Penting dari Laga di Anfield
Apakah Tur Perpisahan Salah Sudah Berakhir?
Momen yang tidak diharapkan para pendukung tuan rumah akhirnya terjadi.
Tur perpisahan Mohamed Salah di Anfield mulai berjalan sejak ia mengumumkan akan hengkang pada jeda internasional Maret.
Namun, pemain asal Mesir itu bisa saja telah memainkan laga terakhirnya bersama tim.
Selama delapan tahun membela sang juara, Salah dikenal jarang mengalami cedera berkat kondisi fisiknya yang prima.
Situasi berubah pada menit ke-60 ketika pemain berusia 33 tahun itu memegang bagian hamstring setelah duel dengan gelandang Palace, Adam Wharton.
Saat ia ditarik keluar dan mendapat tepuk tangan meriah dari suporter, tatapan Salah ke seluruh penjuru stadion terasa penuh makna.
Dengan catatan 440 penampilan, 257 gol, dan 119 assist, muncul pertanyaan apakah ini benar-benar perpisahan.
Ia masih akan mendapat sambutan hangat dari pendukung saat laga terakhir musim melawan Brentford, tetapi jika ini adalah akhir, maka situasinya tidak sesuai harapan semua pihak.
Tanda Masa Depan Cerah Mulai Terlihat
Tepat setahun lalu pada akhir pekan yang sama, Liverpool meraih gelar ke-20.
Saat itu, stadion dipenuhi suasana meriah ketika kemenangan telak atas Tottenham memastikan status mereka sebagai juara Inggris.
Namun, perjalanan musim ini berubah drastis setelah kesuksesan tersebut, dengan performa tim menurun tajam.
Arne Slot tetap mencoba optimistis dengan menyebut masa depan klub masih cerah, meski pernyataan itu sempat diragukan.
Keyakinannya mulai terlihat saat kerja sama Alexander Isak dan Florian Wirtz menunjukkan perkembangan positif.
Dengan total nilai transfer mencapai sekitar Rp4,1 triliun, keduanya sempat kesulitan tampil konsisten, apalagi Isak sempat absen karena cedera.
Setelah kembali, penyerang asal Swedia itu mulai menunjukkan ketajamannya dan sukses mencetak gol pembuka.
Wirtz juga tampil efektif dengan gol penutup di masa tambahan waktu ketika lawan berusaha keras menyamakan kedudukan.
Hal ini menunjukkan bahwa prediksi Slot tentang masa depan tim mungkin tidak sepenuhnya keliru.
Curtis Jones Bisa Jadi Solusi Bek Kanan
Posisi bek kanan menjadi salah satu masalah utama musim ini.
Sejak kepergian Trent Alexander-Arnold musim panas lalu, sudah enam pemain berbeda yang mengisi posisi tersebut.
Cedera membuat Conor Bradley, Joe Gomez, Jeremie Frimpong, dan Wataru Endo tidak bisa tampil konsisten.
Dominik Szoboszlai sempat menjadi opsi paling stabil, tetapi perannya di lini tengah jadi berkurang.
Kini, Curtis Jones muncul sebagai alternatif setelah dua kali berturut-turut dimainkan di sisi kanan pertahanan.
Seperti Szoboszlai, Jones sebenarnya lebih nyaman bermain di lini tengah, namun ia mampu tampil ofensif dari sisi kanan dan membantu terciptanya gol Robertson.
Meski mungkin hanya solusi sementara, Jones berpotensi menemukan peran baru di tim.
