Site icon Gilabola.com

Analisis Peluang Arsenal di Persaingan Gelar Juara Usai Tumbang dari The Cityzens

Peluang Arsenal Rebut Gelar Liga Inggris Meski Kehilangan Momentum

Bagaimana cara Mikel Arteta dan Arsenal kembali menemukan ritme serta mengambil alih kendali dalam perebutan gelar Premier League setelah kekalahan dari Manchester City yang menyakitkan?

Penampilan Arsenal saat menghadapi Manchester City sebenarnya menunjukkan sisi positif. Namun kekalahan tersebut membuat tim asuhan Pep Guardiola kini berada di posisi yang lebih menguntungkan. Lalu, apa langkah berikutnya bagi The Gunners?

Sebuah spanduk dari City bertuliskan “kepanikan di jalanan London” terlihat saat laga usai. Dengan rambut terurai, Erling Haaland tampak bernyanyi lagu milik Flo Rida. Momen seperti itu terasa tidak asing.

Walau sempat memimpin klasemen selama 201 hari berturut-turut, Arsenal berpotensi kehilangan posisi puncak pada Rabu malam WIB jika City menang, meski mereka baru menghabiskan tujuh hari di puncak musim ini.

Situasi ini mengingatkan pada tiga musim lalu. Saat itu, tim asuhan Arteta memimpin klasemen musim 2022 hingga 2023 selama 247 hari sebelum akhirnya disalip City di pekan-pekan terakhir. Pada periode tersebut, Haaland juga menjadi sosok penting saat membawa City meraih kemenangan krusial atas Arsenal pada bulan April. Sejak saat itu, arah perebutan gelar mulai berubah.

Kini, perasaan yang sama kembali muncul di kubu Arsenal. Ada kekecewaan karena gagal meraih hasil maksimal, tetapi berbeda dengan tiga musim lalu ketika mereka kalah telak 1-4, kali ini performa mereka justru cukup menjanjikan dan melampaui prediksi banyak pihak.

Arsenal tidak tampil buruk di Stadion Etihad. Bahkan, jika melihat performa sejak periode Natal, jumlah penampilan solid mereka bisa dihitung dengan jari. Ketika banyak pihak memperkirakan mereka akan bermain bertahan, justru Arsenal tampil berani dengan tekanan tinggi yang efektif untuk mengganggu permainan City.

Tekanan tersebut dipimpin oleh sang kapten, Martin Odegaard. Ia tampil seolah tidak pernah absen, meskipun ini baru penampilan ketiganya sebagai starter dalam tiga bulan terakhir.

Berkat tekanan tersebut, Arsenal mampu merebut bola di sepertiga akhir lapangan sebanyak lima kali dalam 25 menit awal. Salah satunya berbuah gol penyeimbang dari Kai Havertz yang memanfaatkan kesalahan kontrol dari Gianluigi Donnarumma.

Odegaard mengungkapkan bahwa tekanan tinggi timnya berjalan sangat baik. Ia merasa timnya mampu merebut bola dan langsung menciptakan ancaman.

Havertz tampil menonjol di lini depan. Didukung peningkatan performa dari Declan Rice dan Martin Zubimendi, kerja sama lini serang Arsenal terlihat lebih berbahaya.

Setelah beberapa penampilan kurang memuaskan sebelumnya, kini terlihat adanya kekompakan di lini depan. Nilai expected goals sebesar 1,53 menjadi angka tertinggi yang mampu diciptakan lawan terhadap City dalam sepuluh hari terakhir di liga.

Pada fase tertentu di babak kedua, Arsenal bahkan sempat membuat pertandingan berada di titik krusial. Havertz dan Gabriel Martinelli gagal memanfaatkan peluang emas satu lawan satu dalam satu rangkaian serangan. Selain itu, Eberechi Eze juga hampir mencetak gol setelah bola membentur tiang.

Namun empat menit kemudian, Haaland mencetak gol yang menjadi pukulan telak. Jika peluang terakhir Havertz di masa tambahan waktu berhasil dikonversi, hasil pertandingan ini bisa saja dinilai sangat positif. Seperti yang dikatakan Arteta, timnya sudah sangat dekat, tetapi belum cukup.

Setelah pertandingan, Rice terdengar mengatakan bahwa persaingan belum berakhir. Meskipun situasinya terasa berat, perebutan gelar masih terbuka. Arteta juga menegaskan bahwa timnya tetap yakin dan peluang masih berada di tangan mereka.

Guardiola pun mengakui bahwa momentum bisa berubah kapan saja. Ia menilai performa Arsenal tidak menunjukkan tren negatif, dan perubahan momentum bisa terjadi dalam satu momen saja.

Lalu bagaimana peluang Arsenal untuk meraih gelar dari titik ini? Menariknya, meskipun City terlihat lebih diunggulkan, Arsenal juga masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri.

Jika kedua tim mampu memenangkan seluruh pertandingan tersisa, penentuan gelar kemungkinan akan bergantung pada jumlah gol yang dicetak. Dengan dua dari tiga pencetak gol terbanyak musim ini, City terlihat lebih unggul dalam hal tersebut. Namun Arsenal perlu menemukan sosok tajam mereka sendiri.

Ada tanda-tanda bahwa Arsenal mampu meningkatkan kebebasan dalam menyerang. Odegaard kembali menunjukkan perannya sebagai kapten dan inspirator utama tim.

Pertandingan ini juga menjadi momen penting karena baru kali keempat Odegaard bermain bersama Eze sebagai starter, dan pertama kalinya keduanya mampu bertahan lebih dari satu babak. Hasilnya, permainan Arsenal terlihat lebih hidup.

Odegaard mengakui kondisi fisiknya cukup baik meski sedikit kelelahan di akhir laga. Ia berharap bisa terus tampil hingga akhir musim.

Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran pemain terbaik di momen krusial akan meningkatkan peluang meraih kesuksesan.

Jika Bukayo Saka segera pulih dari cedera, Arsenal berpotensi kembali menurunkan trio Saka, Odegaard, dan Havertz seperti pada Desember 2024 saat mereka menang besar 5-1 atas Crystal Palace. Artinya, masih ada potensi peningkatan performa yang belum sepenuhnya terlihat.

Arsenal juga perlu menyadari bahwa City bukan tim tanpa celah. Bahkan, jadwal pertandingan mereka ke depan tergolong lebih berat.

Perhatian akan tertuju pada tim Guardiola saat menghadapi Everton dan Bournemouth. Sementara itu, Arsenal akan menghadapi Fulham yang sedang tidak stabil dan Burnley yang sudah terdegradasi. Peluang Arsenal untuk meraih poin lebih banyak tetap terbuka.

Perasaan campur aduk yang dirasakan Arsenal bisa berubah menjadi optimisme. Jika mereka mampu mempertahankan performa seperti ini hingga akhir musim, peluang meraih dua trofi masih sangat mungkin.

Arteta menyebut para pemainnya kini semakin percaya diri. Ia menegaskan bahwa kompetisi seakan dimulai kembali dan segalanya masih bisa diperjuangkan. Timnya memahami betapa besar keinginan untuk meraih gelar dan tidak akan berhenti berusaha.

Kedua tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada Rabu malam WIB, keduanya bahkan bisa memiliki jumlah poin yang sama, yaitu 70 poin dengan jumlah pertandingan tersisa yang identik.

Kemenangan City dan kekalahan Arsenal mungkin terlihat sebagai momen penting, tetapi sebenarnya itu hanya membuat persaingan semakin ketat. Perebutan gelar kini benar-benar memasuki fase penentuan.

Exit mobile version