
Arsenal akhirnya memetik hasil dari investasi besar mereka musim lalu. Gelar Premier League yang sudah lama dinantikan berhasil kembali ke Emirates Stadium setelah klub menggelontorkan dana sekitar Rp5,5 triliun untuk memperkuat skuad.
Namun keberhasilan itu rupanya belum membuat Mikel Arteta dan direktur olahraga Andrea Berta berpuas diri. Menjelang musim 2026-27, keduanya sudah menyusun sejumlah prioritas untuk menjaga Arsenal tetap kompetitif di level tertinggi.
Selain pemasukan dari gelar liga, perjalanan Arsenal hingga final Liga Champions juga memberi tambahan kekuatan finansial. Situasi itu membuka peluang bagi klub untuk kembali aktif di bursa transfer musim panas.
Winger Kiri Jadi Kebutuhan Paling Mendesak
Posisi sayap kiri menjadi perhatian utama Arsenal saat ini.
Kedatangan Eberechi Eze musim lalu memang menambah kreativitas tim, tetapi pemain timnas Inggris itu lebih sering dimainkan di area tengah, terutama saat Martin Odegaard tidak tersedia.
Sementara itu, kontribusi Gabriel Martinelli di Premier League mengalami penurunan. Pemain asal Brasil tersebut hanya mencetak satu gol liga sepanjang musim. Leandro Trossard juga mengalami situasi serupa dengan hanya menyumbang satu gol di kompetisi domestik selama tahun 2026.
Meski Trossard masih mampu mencatatkan total 19 kontribusi gol dan assist di semua ajang, masa depannya mulai dipertanyakan. Kontrak pemain Belgia itu akan berakhir pada 2027 dan Arsenal disebut berpotensi menerima tawaran dari klub Eropa dalam waktu dekat.
Karena alasan tersebut, Arteta dan Berta menempatkan perekrutan winger kiri sebagai prioritas nomor satu.
Nama Christos Tzolis dari Club Brugge masuk dalam daftar incaran. Arsenal dikabarkan mempertimbangkan kesepakatan senilai sekitar Rp770 miliar untuk merekrut pemain asal Yunani tersebut.
Menariknya, kedatangan Tzolis belum tentu menjadi satu-satunya tambahan di sektor sayap. Arsenal juga masih membuka peluang mendatangkan opsi menyerang lain, termasuk Morgan Rogers.
Masa Depan Ben White Mulai Dipertanyakan
Masalah berikutnya muncul di sektor bek kanan.
Musim 2025-26 menjadi periode yang sulit bagi Ben White. Selain performanya yang menurun, pemain berusia 28 tahun itu juga terus diganggu masalah kebugaran.
White hanya tampil 12 kali di Premier League akibat cedera ringan, masalah hamstring, hingga cedera lutut yang mengakhiri musimnya lebih cepat. Kondisi tersebut bahkan membuatnya gagal mewujudkan ambisi tampil bersama Inggris di Piala Dunia.
Situasi itu berdampak langsung kepada Jurrien Timber yang harus memikul beban lebih besar sepanjang musim. Ironisnya, Timber juga sedang menghadapi masalah cedera selangkangan serius yang telah ia rasakan selama tiga bulan terakhir.
Dengan kontrak White yang berlaku hingga 2028 dan minimnya opsi lain selain Cristhian Mosquera yang masih sangat muda, Arsenal mulai mempertimbangkan tambahan amunisi baru.
Tino Livramento dan Ivan Fresneda menjadi dua nama yang disebut bisa memperkuat kedalaman skuad di posisi tersebut.
Arsenal Mulai Memikirkan Regenerasi Lini Tengah
Lini tengah Arsenal saat ini masih dipenuhi pemain yang berada dalam masa puncak atau mendekati akhir periode terbaik karier mereka.
Declan Rice, Martin Odegaard, Martin Zubimendi, Eberechi Eze, Christian Norgaard, dan Mikel Merino semuanya berada di rentang usia 27 hingga 32 tahun.
Kondisi itu membuat Arsenal mulai memikirkan regenerasi jangka panjang.
Klub London Utara tersebut sebelumnya gagal mendapatkan Rodrigo Mendoza setelah sang pemain memilih bergabung dengan Atletico Madrid. Kini perhatian mereka mengarah kepada gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi.
Pemain asal Maroko itu disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang tersedia di pasar transfer saat ini.
Arsenal bahkan dikabarkan telah memperoleh sinyal positif untuk memboyong Bouaddi.
Dengan nilai transfer yang disebut mencapai sekitar Rp1,32 triliun, angka tersebut masih dianggap masuk akal bagi klub yang baru menikmati keuntungan besar dari kesuksesan musim lalu.
Opini Gilabola.com
Jika melihat komposisi skuad saat ini, keputusan Arsenal memprioritaskan winger kiri terasa paling logis.
Penurunan produktivitas Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard membuat sektor tersebut tidak lagi memberikan ancaman yang konsisten seperti beberapa musim sebelumnya.
Namun kebutuhan bek kanan juga tidak bisa diremehkan. Riwayat cedera Ben White dan kondisi Jurrien Timber berpotensi menjadi masalah serius bila Arsenal kembali bermain di banyak kompetisi.
Karena itu, mendatangkan pemain baru di posisi tersebut bisa memberi dampak yang lebih cepat dibanding investasi jangka panjang di lini tengah.
