Everton Incar Hector Fort, Bek Barcelona yang Bisa Main di Dua Sisi

Masalah Everton di posisi bek kanan belum juga selesai. Setelah pendekatan terhadap Alistair Johnston mulai meredup, nama baru muncul. Kali ini, perhatian The Toffees mengarah kepada bek muda Barcelona, Hector Fort.

Everton memang masih dikaitkan dengan Daniel Muñoz dari Crystal Palace. Namun, Hector Fort menjadi opsi yang menarik karena punya kemampuan bermain di kedua sisi pertahanan sekaligus mengisi peran wing-back.

Hector Fort, produk La Masia yang sudah mencicipi tim utama Barcelona
Fort merupakan produk akademi La Masia. Ia bergabung dengan sistem pembinaan Barcelona pada 2013 sebelum mendapatkan kesempatan tampil bersama tim utama pada Desember 2023 ketika Barcelona menghadapi Royal Antwerp di bawah asuhan Xavi.

Bek asal Spanyol itu memiliki tinggi 185 cm dan dikenal sebagai pemain bertahan yang cukup komplet untuk usianya.

Posisi utamanya adalah bek kanan. Namun, Fort juga mampu bermain sebagai wing-back maupun bek kiri. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keberadaannya cukup bernilai bagi tim yang membutuhkan kedalaman skuad.

Kemampuan teknisnya juga menonjol. Fort memiliki kualitas umpan yang baik, tenang ketika mendapat tekanan dan menunjukkan kematangan yang cukup tinggi untuk pemain seusianya.

Pada musim 2025/26, Barcelona meminjamkannya ke Elche CF agar mendapatkan menit bermain lebih banyak. Kesepakatan tersebut berupa pinjaman selama satu musim tanpa opsi pembelian.

Sayangnya, kesempatan itu tidak berjalan mulus.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Fort hanya mencatat 14 penampilan di liga dengan total 482 menit. Ia sebenarnya mampu menghasilkan dua gol dan dua assist dari kesempatan yang didapat, tetapi cedera bahu yang membutuhkan operasi membuat perkembangannya terganggu dan membuatnya absen cukup lama.

Bisa membantu Everton dalam Membanun Serangan

Secara taktik, Fort menawarkan sesuatu yang cukup menarik.

Sebagai bek kanan, ia tidak selalu terpaku di sisi lapangan. Dalam fase pembangunan serangan, Fort terbiasa bergerak ke area half-space kanan dan bahkan masuk ke zona tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.

Karakter seperti ini sangat sesuai dengan latar belakangnya sebagai pemain jebolan La Masia.

Ia juga memiliki kemampuan membaca posisi yang baik. Fort mampu menjaga struktur ketika bermain di sisi kiri, kemudian menggunakan kemampuan umpan dan pengambilan keputusan untuk membantu tim keluar dari tekanan.

Masa peminjamannya di Elche dan penampilannya bersama Barcelona memperlihatkan aktivitas tinggi di sisi kanan. Di wilayah pertahanan sendiri, ia banyak menjaga area dekat garis samping.

Ketika memasuki sepertiga tengah, aktivitasnya lebih sering bergeser ke half-space kanan. Sementara di area serangan, Fort punya kebebasan lebih besar untuk bergerak maju.

Ia beberapa kali melakukan overlap dan masuk ke area dekat kotak penalti. Catatan musim tersebut menunjukkan tujuh tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, plus dua gol dan dua assist.

Barcelona punya Kounde, Fort bisa mencari kesempatan di tempat lain

Persaingan posisi bek kanan Barcelona untuk musim 2026/27 juga menjadi persoalan bagi Fort.

Jules Kounde masih menjadi pilihan utama. Fort berada dalam posisi sebagai pelapis dan pemain rotasi yang bisa digunakan di kedua sisi pertahanan.

Manajer Barcelona, Hansi Flick, disebut menghargai pemain yang punya kemampuan bermain di beberapa posisi. Itu membuat Fort tetap memiliki nilai bagi skuad.

Namun, Barcelona juga dikabarkan terbuka untuk menjualnya. Everton dan Fulham disebut tertarik, sementara kepindahan Fort diyakini tidak akan menjadi transfer yang terlalu membebani secara finansial.

Kontrak Fort bersama Barcelona masih berjalan hingga Juni 2029.

Nilai pasarnya disebut sekitar Rp225,5 miliar jika menggunakan asumsi kurs £1 = Rp22.000. Angka tersebut meningkat dari sekitar Rp140,8 miliar ketika ia masih berada di level akademi.

Fort juga memiliki gaji pokok sekitar Rp18,7 miliar per tahun, atau sekitar Rp411 juta per pekan. Dengan bonus performa tim dan individu, total penghasilan tahunannya berpotensi mencapai sekitar Rp66 miliar.

Everton bisa menjadikannya pelapis atau pesaing starter

Pertanyaan terbesar bagi Everton bukan sekadar apakah Fort mampu bermain di Premier League. Persoalannya adalah bagaimana David Moyes akan memanfaatkannya.

Moyes dikenal tidak terlalu sering memberikan peran besar kepada pemain muda. Beberapa pemain seperti Dibling, Alcaraz, Aznou dan Armstrong sudah merasakan situasi tersebut.

Fort pun belum tentu langsung mendapatkan tempat utama.

Namun, fleksibilitasnya membuat situasinya berbeda. Ia bisa bermain sebagai bek kanan, bek kiri, maupun wing-back. Artinya, Fort bukan hanya solusi untuk satu posisi.

Everton masih bisa mendatangkan pemain seperti Johnston atau Muñoz, kemudian menjadikan Fort sebagai pelapis. Tetapi dengan kemampuan teknis dan fleksibilitas yang dimilikinya, bukan tidak mungkin ia justru ikut bersaing untuk posisi utama.