Jurgen Klopp Sanjung Dampak Pemain Pengganti Liverpool Usai Kemenangan di Selhurst Park

Gila Bola – Jurgen Klopp mengungkapkan kepuasannya dengan kemampuan skuad Liverpool dalam memberikan pengaruh pada pertandingan dari bangku cadangan setelah meraih kemenangan dramatis 1-2 melawan Crystal Palace di Selhurst Park.

Tiga poin berharga berhasil diraih oleh The Reds di menit tambahan waktu berkat aksi solo Harvey Elliott, pemain pengganti yang mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti, menyelesaikan kebangkitan mereka di babak kedua.

Jurgen Klopp, dalam konferensi pers pasca pertandingan yang kami beritakan dari situs klub, mencerminkan performa timnya, mengakui bahwa pertandingan tidak berjalan dengan sangat baik selama 76 menit awal.

Meskipun mengakui keberuntungan mereka, taktisi Jerman menyebut perubahan ritme yang dilakukan timnya dan kontribusi pemain pengganti sebagai faktor kunci dalam perubahan hasil.

Jurgen Klopp juga menyatakan kebahagiannya dengan mentalitas tim yang mampu membalikkan keadaan dan menyoroti dampak positif dari para pemain pengganti sepanjang musim.

Dia juga memberikan apresiasi khusus untuk gol ke-200 Mohamed Salah bersama Liverpool, menyebutnya sebagai momen istimewa bagi pemain yang dianggapnya sangat spesial.

Menariknya bahwa sang manajer mengakui bahwa klub sudah mempersiapkan jersey bertuliskan 200 sejak dua minggu lalu sebelum akhirnya bisa memberikannya kepada sang penyerang Mesir pekan ini.

Ditanya tentang ketergantungan tim pada seluruh skuad daripada starting 11, pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan bahwa situasinya tidak banyak berubah dari musim sebelumnya.

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

Dia menyinggung bagaimana dia dulu punya para pemain seperti Fabinho, Henderson dan Wijnaldum, selain punya para pemain sepert Milner dan Lallana, serta kemudian Oxlade-Chamberlain dan Naby Keita.

Taktisi Jerman itu mengakui kepentingan memiliki opsi pemain berkualitas di bangku cadangan, memungkinkan tim untuk melakukan rotasi dan adaptasi dalam taktik permainan.

Ketika ditanya apakah ada taktik ideal yang diinginkannya, Jurgen Klopp menekankan bahwa yang terpenting adalah bekerja dengan pemain yang dimilikinya dan mempertimbangkan kondisi fisik serta kemampuan individu.

Meskipun mengakui kompleksitas perencanaan taktik, juru taktik berusia 56 tahun itu memuji timnya yang berhasil melewati jadwal yang padat dengan baik yang membawa mereka ke puncak klasemen.