
Kepergian Ibrahima Konate berpotensi meninggalkan lubang besar di lini belakang Liverpool. Namun di tengah ketidakpastian itu, The Reds ternyata masih memegang satu kartu penting yang bisa dimainkan kapan saja.
Jarell Quansah, bek yang dilepas ke Bayer Leverkusen musim panas lalu, kini berada dalam posisi yang memungkinkan dirinya kembali ke Anfield tanpa proses yang rumit.
Liverpool Kehilangan Konate Setelah Negosiasi Buntu
Liverpool sebenarnya ingin mempertahankan Konate lebih lama. Bek asal Prancis itu dianggap sebagai bagian penting proyek jangka panjang klub setelah berkembang pesat sejak direkrut dari RB Leipzig pada 2021.
Selama lima tahun di Anfield, Konate menjelma menjadi pemain tim nasional Prancis, tampil di final Liga Champions, dan membantu Liverpool meraih sejumlah trofi termasuk gelar Premier League musim lalu.
Namun pembicaraan kontrak baru tidak menemukan titik temu. Perbedaan penilaian antara klub dan pihak pemain disebut terlalu jauh untuk dijembatani.
Dengan kontraknya segera berakhir setelah Piala Dunia, Konate diperkirakan menjadi salah satu pemain bebas transfer paling diminati di Eropa. Real Madrid disebut-sebut sebagai tujuan berikutnya.
Liverpool Percaya pada Generasi Bek Muda
Meski kehilangan salah satu bek utama, Liverpool tidak menunjukkan kepanikan di bursa transfer.
Klub sudah mendatangkan Jeremy Jacquet dari Rennes dengan nilai transfer sekitar £60 juta atau setara Rp1,32 triliun. Bek berusia 20 tahun itu akan resmi bergabung pada 1 Juli.
Selain Jacquet, Liverpool juga memiliki Giovanni Leoni yang sempat mencuri perhatian dalam penampilan singkatnya bersama tim utama.
Meski demikian, keduanya masih sangat muda. Jacquet baru akan berusia 21 tahun bulan depan dan datang setelah menjalani operasi bahu awal tahun ini. Leoni pun harus berjuang pulih dari cedera ACL yang mengakhiri musimnya lebih cepat.
Liverpool yakin mereka telah mengamankan dua bek muda terbaik dari Prancis dan Italia. Keyakinan itu tercermin dari total investasi yang mendekati £90 juta atau sekitar Rp1,98 triliun.
Jarell Quansah Bisa Jadi Solusi Paling Mudah

Di balik semua rencana tersebut, Liverpool ternyata masih memiliki opsi yang sangat menarik.
Setahun lalu, Quansah dilepas ke Bayer Leverkusen dengan nilai transfer £35 juta atau sekitar Rp770 miliar. Meski menjualnya, Liverpool memasukkan klausul pembelian kembali dalam kesepakatan tersebut.
Nilai klausul itu diyakini berada di kisaran £55 juta atau sekitar Rp1,21 triliun.
Harus diingat, bulan lalu pihak Liverpool sudah mengatakan bahwa mereka tidak akan memulangkan Quansah meski punya opsi buy back. Kini kondisinya beda!
Yang membuat situasi semakin menarik, syarat pribadi antara Quansah dan Liverpool disebut sudah disepakati sejak awal. Jika Liverpool memutuskan mengaktifkan klausul tersebut, klub tidak perlu menjalani negosiasi panjang baik dengan pemain maupun pihak Leverkusen.
Quansah sendiri menikmati perkembangan karier yang positif di Jerman. Kesempatan bermain reguler menjadi alasan utama dirinya meninggalkan Anfield.
“Saya hanya ingin bermain,” kata Quansah pada April lalu.
“Saya merasa bisa bermain di level tertinggi. Bundesliga adalah liga besar, ada Liga Champions dan pertandingan-pertandingan besar.”
Bek kelahiran Warrington itu kini berusia 23 tahun dan terus berkembang sejak meninggalkan Liverpool.
Bagi Liverpool, keberadaan klausul pembelian kembali membuat Quansah seperti tetap berada dalam radar klub. Jika perkembangan sang pemain terus berlanjut, pintu kembali ke Anfield tampaknya masih terbuka lebar.
Opini Gilabola.com
Di saat pasar bek tengah semakin mahal dan opsi berkualitas semakin terbatas, Liverpool memiliki kesempatan mendapatkan pemain yang sudah memahami kultur klub.
Mengeluarkan dana sekitar Rp1,21 triliun memang bukan angka kecil. Namun jika Jarell Quansah mampu berkembang menjadi pemain inti timnas Inggris seperti yang diharapkan Liverpool, harga tersebut bisa terasa jauh lebih masuk akal dibanding harus berburu bek elite lain di pasar transfer.
