Site icon Gilabola.com

Manajer Liga Inggris Belum Ada yang Dipecat, Tahu Gak Apa Alasannya?

Manajer Liga Inggris Belum Ada yang Dipecat, Tahu Gak Apa Alasannya?

Gila Bola – Liga Inggris sudah berjalan seperempat musim atau 10 pekan dan belum satu manajer pun dipecat. Sudah tahu alasannya? Pada tahap yang sama musim lalu, memasuki pekan ke-11 sudah ada empat pelatih diberhentikan, termasuk Steven Gerrard.

Jadi, para pemilik klub itu belajar dari sejarah. Sejarah musim lalu, tentu saja, bahwa memecat manajer tim tidak akan menyelesaikan masalah. Coba tanyakan itu pada Leeds United dan Southampton.

The Whites dan juga the Saints bahkan melakukan pemecatan DUA KALI sepanjang musim! Coba lihat hasilnya. Tetap terdegradasi kan? Jadi memang pecat memecat tidak menyelesaikan masalah kalau akar problem tidak pernah diidentifikasi. Mari kita lihat siapa saja korbannya musim kemarin.

Siapa Saja Korban Pemecatan di Liga Inggris Musim Kemarin?

Scott Parker di Bournemouth merupakan yang pertama. Bahkan bulan Agustus 2022 belum lagi berakhir, mereka sudah main potong saja sang pelatih gara-gara kekalahan telak 9-0 di tangan Liverpool. Ia digantikan oleh Gary O’Neil yang juga baru saja dipecat Club Brugge di Belgia setelah hanya 12 pertandingan.

Hanya berselisih satu minggu dari pemecatan Scott Parker, Chelsea memberhentikan Thomas Tuchel. Sang manajer Jerman diketahui memiliki hubungan yang kurang baik dengan investor baru the Blues, Todd Boehly. Tuchel dikenal keras kepala dan kurang punya unggah-ungguh dengan pemilik klub.

Lucunya, sang pengganti Graham Potter juga dipecat jelang akhir musim. Kedua pemecatan ini sama sekali tidak menolong performa tim. Beruntung tim biru kota London itu tidak terdegradasi.

Wolves adalah berikutnya, memecat Bruno Lage setelah satu musim mengecewakan pada 2021/22 dan tidak ada tanda-tanda akan membaik. Ia digantikan oleh Julen Lopetegui.

Bulan Oktober 2022 memasuki hari ke-20 saat Aston Villa memecat Steven Gerrard, menjadi figur keempat dalam sebuah musim yang ditandai ketidaksabaran pemilik klub. Pemecatan terjadi usai kekalahan 3-0 di tangan Fulham.

Penggantinya Unai Emery membawa tim naik dari posisi 17 ke urutan sembilan saat ini, jadi bisa kita bilang sebuah keputusan yang tepat.

Southampton dan Leeds Main Pecat, Tapi Tetap Saja Terdegradasi

Kekalahan kandang 1-4 kontra Newcastle menjadi penyebab Ralph Hasenhuttl diberhentikan oleh direksi Southampton pada pekan pertama November 2022. Itu mengakhiri pengabdian yang hampir mencapai lima tahun.

Penggantinya, Nathan Jones diberhentikan pertengahan Februari 2023 setelah menelan tujuh kekalahan dari delapan laga. Ia digantikan Ruben Selles untuk posisi pelatih sementara, tapi kontraknya tidak dilanjutkan ke musim baru setelah dipastikan mereka terdegradasi.

Jesse Marsch adalah contoh kasus terkuat soal pemecatan. Ia diberhentikan oleh Leeds United pada 6 Februari 2023 setelah the Whites melakoni tujuh laga Premier League tanpa kemenangan. Pemecatan Marsch terjadi selang setahun setelah ia menggantikan Marcelo Bielsa.

Javi Garcia menggantikannya. Namun setelah tim tetap berada di zona degradasi, ia dipecat pula pada awal Mei 2023. Lalu hasilnya apa? Tetap saja Leeds tergelincir turun ke divisi Championship.

Setelah itu kita meloncat ke Januari 2023 saat Frank Lampard, seorang pemain yang sangat sukses pada masanya, tapi tidak mewarisi bakat menjadi pelatih seperti ayahnya Frank Lampard Senior. Ia meninggalkan posisinya di Everton akhir bulan itu.

Masih ada beberapa nama lain dalam kasus ini seperti Graham Potter, Antonio Conte, serta penggantinya Cristian Stellini, dan juga Brendan Rodgers di Leicester City yang dipecat dan tetap saja terpeleset turun ke divisi kedua.

Erik ten Hag Man United Kini Kedua Terfavorit Akan Dipecat

Sang pelatih Setan Merah Erik ten Hag kini menjadi figur kedua paling difavoritkan untuk dipecat setelah menelan dua kekalahan beruntun di semua kompetisi, kalah 0-3 oleh Manchester City dan kalah pula 0-3 di tangan Newcastle United di ajang Carabao Cup.

Ironisnya, Red Devils adalah juara bertahan Piala Liga Inggris musim kemarin saat mereka menaklukkan tim yang sama arahan Eddie Howe itu pada partai final di bulan Februari 2023 dengan dua gol.

Exit mobile version