
Kiper Manchester United, Senne Lammens, menjadi penyelamat Setan Merah saat bermain imbang melawan Fulham di Craven Cottage.
Lammens melakukan empat penyelamatan pada babak pertama. Aksi tersebut membuat Manchester United terhindar dari kebobolan dan mampu menutup babak pertama dengan skor imbang.
Penyelamatan terbaiknya hadir saat menggagalkan peluang Josh King. King dengan mudah melewati Luke Shaw dan melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut kiri bawah.
Lammens merespons dengan penyelamatan menggunakan kaki. Aksinya mengingatkan pada gaya penyelamatan David de Gea saat masih menjadi penjaga gawang Manchester United.
Rekan-rekan setimnya langsung memberikan ucapan selamat kepada kiper asal Belgia tersebut. Penampilan ini sekaligus membungkam anggapan sebagian kecil penggemar yang sempat menilai Lammens tampil buruk pada awal musim.
Lammens untuk pertama kalinya tampil di Craven Cottage. Musim lalu, ketika Manchester United bertandang ke markas Fulham, Lammens masih memperkuat Royal Antwerp.
Saat itu Altay Bayindir menjadi starter, sedangkan Andre Onana berada di bangku cadangan sebelum akhirnya meninggalkan klub.
Pertahanan Manchester United kembali menjadi sorotan. Fulham terlalu mudah masuk ke area berbahaya dan menciptakan peluang.
Michael Carrick sebelumnya mengakui timnya “perlu berbenah” secara defensif. Ia juga tidak menjelaskan mengapa Manchester United terlihat terlalu terbuka.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Situasi tersebut semakin mengkhawatirkan karena Fulham datang sebagai penghuni dasar klasemen Premier League. Mereka baru mencetak empat gol liga sepanjang musim sebelum pertandingan.
Bahkan pendukung Fulham yang berada di sekitar tribune pers terkejut dengan banyaknya peluang yang diciptakan tim mereka.
“Itu adalah peluang terbanyak yang kami ciptakan sepanjang musim,” ujar salah satu pendukung Fulham saat jeda.
Masalah Manchester United tidak berhenti di lini belakang. Setan Merah juga kehilangan Benjamin Sesko karena kembali merasakan sakit pada tulang keringnya.
Cedera tersebut sebelumnya membuat Sesko absen sepanjang pramusim. Kini muncul kekhawatiran mengenai masalah cedera yang kembali menghampiri penyerang tersebut.
Matheus Cunha kembali menjadi starter di lini depan tanpa kehadiran striker murni. Kelemahan pilihan tersebut terlihat ketika tekanan Fulham akhirnya membuahkan gol.
Calvin Bassey memenangkan duel fisik melawan Cunha saat Kobbie Mainoo membangun serangan dari belakang. Lammens sempat menggagalkan tembakan Bassey.
Bola pantulan kemudian mengenai Lisandro Martinez sebelum bergulir masuk ke gawang. Lammens salah mengantisipasi pantulan tersebut dan mencoba menyapu bola dengan kaki.
Manchester United akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Cunha mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan yang terdefleksi pada menit-menit akhir.
Meski mendapatkan satu poin, performa Setan Merah tetap menjadi perhatian. Gary Neville bahkan memberikan kritik keras saat menjadi komentator Sky Sports.
“Saya telah menyaksikan Manchester United sejak berusia 5 tahun, dan itu adalah 15 menit terburuk yang pernah saya lihat dari mereka. Benar-benar sangat buruk,” ujar Neville.
Manchester United terlihat bermasalah di hampir seluruh area lapangan. Mereka terlalu mudah memberikan peluang, kehilangan energi di lini tengah, dan tidak memiliki pola serangan yang jelas di sepertiga akhir.
Tim yang musim lalu finis di posisi ketiga Premier League itu kini terlihat kehilangan identitas permainannya.
Hasil imbang melawan Fulham juga tidak menghapus tanda bahaya bagi Carrick. United beruntung bisa mencuri satu poin, sedangkan Fulham harus menyesali sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.
Ketika seorang penjaga gawang menjadi pemain terbaik tim, kondisi tersebut menjadi alarm serius. Tekanan terhadap Carrick pun semakin meningkat.
