Saat Liverpool Pecat Arne Slot, Newcastle Justru Buat Keputusan Aneh

Keputusan mengejutkan datang dari Liverpool setelah klub itu mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot hanya setahun setelah membawa mereka menjuarai Premier League.

Namun saat banyak klub memilih mengganti pelatih setelah musim yang mengecewakan, Newcastle United mengambil arah berbeda. Manajemen klub memutuskan tetap mempertahankan Eddie Howe meski The Magpies merosot dari posisi kelima ke peringkat ke-12 klasemen liga.

Slot sebenarnya mengawali kariernya di Anfield dengan sempurna. Ia membawa Liverpool meraih gelar liga ke-20 pada musim pertamanya.

Masalah muncul pada musim berikutnya. Liverpool hanya finis di posisi kelima dengan koleksi 60 poin, jumlah terendah mereka dalam satu dekade terakhir.

Meski masih lolos ke Liga Champions, The Reds tertinggal 25 poin dari Arsenal yang keluar sebagai juara. Perjalanan mereka di kompetisi Eropa dan dua turnamen domestik juga berakhir sebelum mencapai fase-fase akhir.

Liverpool Akhiri Era Arne Slot

Dalam pernyataan resmi, pemilik Liverpool mengakui keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah diambil.

Mereka menilai kontribusi Slot selama berada di klub sangat besar dan sukses, terutama karena berhasil mempersembahkan gelar Premier League.

Liverpool juga memuji etos kerja, dedikasi, serta kemampuan kepemimpinan pelatih asal Belanda tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Meski demikian, manajemen merasa perubahan diperlukan agar klub dapat terus bergerak ke arah yang mereka inginkan.

Saat ini, mantan pelatih AFC Bournemouth, Andoni Iraola, disebut menjadi kandidat utama untuk menggantikan Slot di Anfield.

Newcastle Pilih Stabilitas

Di saat sejumlah klub Premier League melakukan pergantian pelatih, Newcastle justru mengambil keputusan untuk tetap mempercayai Howe.

Beberapa suporter memang sempat mempertanyakan posisinya setelah performa tim menurun dan gagal mempertahankan posisi di papan atas.

Akan tetapi, pemilik klub tidak melihat alasan kuat untuk melakukan perubahan di kursi pelatih.

Howe masih dianggap sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah modern Newcastle. Selama empat setengah tahun menangani tim, pelatih berusia 48 tahun itu berhasil mempersembahkan trofi Carabao Cup dan dua kali membawa Newcastle lolos ke Liga Champions.

Kepercayaan itu kini tetap diberikan, meski hasil musim terakhir jauh dari harapan banyak pendukung.

Opini Gilabola.com

Keputusan Newcastle mempertahankan Eddie Howe menunjukkan bahwa klub masih menilai pencapaiannya dalam beberapa tahun terakhir lebih penting dibanding satu musim yang kurang memuaskan. Tidak semua proyek sepak bola harus direspons dengan pergantian pelatih secara cepat.

Di tengah tren klub-klub Premier League yang mudah melakukan perubahan di bangku cadangan, Newcastle tampaknya memilih jalur stabilitas. Langkah ini bisa menjadi ujian apakah kesabaran masih memiliki tempat dalam sepak bola modern.