Sunderland Punya Andalan Baru, Enzo Le Fee Mulai Lampaui Xhaka dan Brobbey

Sunderland bukan hanya butuh kedalaman skuad untuk menjalani Liga Inggris dan Liga Europa musim ini. Mereka juga membutuhkan pemain yang mampu mengambil tanggung jawab lebih besar ketika persaingan mulai ketat.

Nama Enzo Le Fee perlahan muncul sebagai salah satu kandidat utama. Gelandang 26 tahun itu bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda bisa menjadi pemain paling berpengaruh Sunderland, menyusul performa apiknya pada awal musim.

Sunderland mengeluarkan lebih dari £60 juta pada bursa transfer musim panas untuk menambah kekuatan skuad. Namun, enam pemain baru yang didatangkan menghadapi tugas berat karena harus menyamai kontribusi pemain-pemain yang membawa The Black Cats mendapatkan tiket kompetisi Eropa musim lalu.

Granit Xhaka menjadi salah satu sosok penting tersebut. Sunderland merekrut gelandang asal Swiss itu dari Bayer Leverkusen dengan nilai £20 juta setelah promosi pada musim panas sebelumnya.

Xhaka langsung memberikan pengalaman yang dibutuhkan. Ia mencatat 34 penampilan di kompetisi kasta teratas musim lalu dan menyumbangkan jumlah assist terbanyak bersama di skuad Regis Le Bris. Kontribusinya juga tidak hanya terlihat ketika Sunderland menguasai bola, sebab Xhaka mencatat kontribusi defensif paling banyak di antara pemain senior klub.

Brian Brobbey juga punya peran besar. Penyerang asal Belanda yang didatangkan dari Ajax itu langsung memberikan dampak di lini depan dan menutup musim sebagai pencetak gol terbanyak Sunderland.

Brobbey mencetak tujuh gol, unggul tipis atas Wilson Isidor dengan enam gol. Enzo Le Fee berada di urutan berikutnya dengan lima gol.

Kemampuan Brobbey dalam duel udara menjadi salah satu senjata utamanya. Musim lalu, pemain berusia 24 tahun itu memenangkan 47 persen duel udara yang diikutinya di kompetisi kasta teratas Inggris. Angka tersebut menempatkannya di 15 persen teratas seluruh penyerang di lima liga top Eropa.

Menariknya, Le Fee justru menutup musim lalu dengan jumlah gabungan gol dan assist terbanyak di skuad Sunderland. Kini, gelandang asal Prancis tersebut tampaknya semakin siap memainkan peran yang lebih besar.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!

Tanda itu terlihat ketika Sunderland bermain imbang 1-1 melawan Brentford di ibu kota pada Sabtu. Le Fee mencetak gol melalui titik penalti untuk mengamankan satu poin bagi tim asuhan Le Bris.

Kontribusinya tidak berhenti pada gol. Le Fee menyelesaikan 100 persen dribel yang dicobanya dalam pertandingan tersebut dan membuat lima umpan menuju sepertiga akhir lapangan. Ia juga tampil sangat efektif ketika Sunderland tidak menguasai bola.

Le Fee mencatat tingkat keberhasilan 100 persen dalam duel darat, ditambah empat tekel dan tiga kali recovery bola. Statistik tersebut menggambarkan pemain yang mampu memberikan pengaruh dalam dua fase permainan.

Bagi Sunderland, kemampuan seperti itu sangat penting ketika mereka harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan Liga Europa. Le Fee bisa menjadi penghubung permainan sekaligus pemain yang membantu tim bertahan saat tekanan datang.

Usianya yang baru 26 tahun juga membuatnya berada pada periode penting dalam karier. Setelah musim lalu memberikan kontribusi besar, Le Fee kini punya kesempatan untuk berkembang menjadi salah satu pemain paling menentukan di skuad Sunderland.

Xhaka dan Brobbey tetap memiliki alasan kuat untuk menjadi tumpuan. Keduanya sudah membuktikan diri dan memainkan peran penting ketika Sunderland mengamankan sepak bola Eropa musim lalu. Malick Fofana, rekrutan mahal yang datang pada hari terakhir bursa transfer, juga akan berusaha merebut tempat reguler.

Namun, Le Fee kini tidak lagi hanya sekadar pelengkap!