
Masa depan Jean-Clair Todibo di West Ham United tampaknya tinggal menunggu waktu. Bek asal Prancis itu disebut bakal diizinkan hengkang pada bursa transfer musim panas setelah hubungannya dengan pelatih Nuno Espirito Santo memburuk.
Situasi memanas usai Todibo dikabarkan mengatakan kepada Nuno bahwa dirinya tidak akan bermain lagi di bawah arahannya. Tak lama setelah itu, pemain berusia 26 tahun tersebut tidak masuk dalam skuad West Ham saat meraih kemenangan 3-0 atas Leeds United pada laga terakhir musim.
West Ham yang baru saja terdegradasi dari Premier League kini berupaya merampingkan skuad sekaligus mendapatkan dana segar dari penjualan sejumlah pemain. Nama Todibo menjadi salah satu kandidat terdepan untuk dilepas.
Konflik Bermula Saat Lawan Newcastle
Hubungan Todibo dengan Nuno disebut mulai retak ketika sang bek ditarik keluar pada menit ke-25 saat menghadapi Newcastle United. Ketika itu West Ham sudah tertinggal 0-2 dan pelatih memutuskan mengubah skema permainan dari tiga bek menjadi empat bek.
Todibo menjadi pemain yang harus dikorbankan dalam perubahan taktik tersebut.
Mantan pemandu bakat West Ham, Mick Brown, menilai reaksi Todibo terhadap keputusan itu tidak berjalan baik hingga akhirnya memicu ketegangan berkepanjangan.
Menurut Brown, West Ham tidak bisa memasuki musim baru dengan skuad yang dipenuhi pemain yang tidak bahagia.
“Jelas Todibo tidak senang di West Ham,” ujar Brown.
“Itu bermula ketika dia ditarik keluar saat melawan Newcastle setelah sekitar 20 menit. Awal pertandingan West Ham saat itu sangat buruk dan tim harus mengubah sesuatu.”
“Ia yang harus membayar harga dari perubahan taktik tersebut dan terlihat tidak menerima keputusan itu dengan baik.”
Brown juga menegaskan bahwa klub ingin segera menyelesaikan situasi tersebut.
“West Ham tidak bisa memulai musim berikutnya dengan banyak pemain yang tidak bahagia. Itu akan menjadi cara terburuk untuk memulai musim.”
“Untuk pemain seperti Todibo yang menolak bermain untuk klub, mereka ingin segera melepasnya secepat mungkin.”
Siap Terima Tawaran di Bawah Harga Pasar
West Ham bahkan disebut siap mempertimbangkan tawaran yang berada di bawah nilai pasar Todibo demi mempercepat kepergiannya.
Menurut Brown, mempertahankan pemain yang sudah tidak ingin membela klub justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar.
“Jika ada tawaran datang, bahkan bila nilainya di bawah harga normalnya, mereka mungkin harus menerimanya karena tidak mampu mempertahankan situasi seperti ini lebih lama.”
Sejak bergabung dengan West Ham pada 2024, perjalanan Todibo memang jauh dari harapan. Selain berselisih dengan Nuno, ia juga disebut pernah mengalami konflik dengan Julen Lopetegui dan Graham Potter.
Bukan Satu-satunya Pemain yang Ingin Pergi
Todibo bukan satu-satunya pemain yang dikabarkan ingin meninggalkan London Stadium setelah West Ham turun kasta.
Beberapa pemain inti disebut enggan bermain di Championship dan mulai mencari jalan keluar. Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan pintu keluar adalah Taty Castellanos.
Brown sebelumnya menyebut kepergian Castellanos kini terlihat “tak terhindarkan”. Penyerang berusia 27 tahun itu disebut ingin tetap bermain di level tertinggi dan agennya sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah klub, termasuk beberapa tim Premier League.
Meski baru bergabung pada bursa transfer Januari lalu dan mampu menunjukkan performa yang cukup baik, West Ham diyakini akan kesulitan mempertahankannya apabila ada tawaran yang sesuai.
Statistik Penampilan Jean-Clair Todibo di West Ham
| Statistik | Nuno Espirito Santo | Graham Potter | Julen Lopetegui |
|---|---|---|---|
| Penampilan | 22 | 15 | 17 |
| Starter | 21 | 15 | 10 |
| Menit Bermain | 1812 | 1181 | 1000 |
Sumber: Transfermarkt.
Opini Gilabola.com
West Ham tampaknya memilih stabilitas ruang ganti dibanding mempertahankan pemain yang sudah tidak memiliki komitmen penuh kepada klub.
Dalam situasi setelah degradasi, keputusan tersebut cukup masuk akal karena tim membutuhkan pemain yang siap berjuang untuk promosi kembali.
Jika laporan ini akurat, perpisahan dengan Todibo terlihat menjadi solusi terbaik bagi kedua pihak.
