Graham Potter Puji Mason Mount dan Kepa Arrizabalaga Usai Kemenangan Chelsea

Chelsea dibuat menderita saat Graham Potter memuji Mason Mount dan penjaga gawang Kepa Arrizabalaga usai kemenangan mereka atas Aston Villa.

Manajer Chelsea Graham Potter menyebut timya tidak berada dalam performa terbaik mereka tapi senang akhirnya bisa menang, sembari memuji performa hebat Kepa Arrizabalaga di bawah mistar dan menyoroti kualitas Mason Mount yang memberi mereka dua gol kemenangan, seperti diberitakan via Sky Sports.

Hanya butuh enam menit bagi The Blues untuk membuka skor setelah Mason Mount menyambar kesalahan Tyrone Mings yang salah dalam mengantisipasi umpan silang Ben Chilwell, tapi tim tamu menderita setelah itu dari gempuran serangan tuan rumah.

Kepa Arrizabalaga bahkan dipaksa melakukan setidaknya tujuh penyelamatan, termasuk tiga penyelamatan beruntun dari tembakan John McGinn, Jacop Ramsey, dan Danny Ings, meski yang terakhir harus membuat hakim garis mengangkat bendera offside.

Berbicara kepada Sky Sports usai pertandingan, Graham Potter menyebut bahwa Aston Villa benar-benar membuat timnya menderita terutama di babak pertama ketika Chelsea kesulitan untuk menampilkan performa terbaik mereka, tapi senang akhirnya berhasil meraih kemenangan.

Advertisement
SUPERITC SLOT
SUPERITC SLOT

Taktisi Inggris itu kemudian menyoroti penampilan luar biasa dari Kepa Arrizabalaga, menyebutnya sebagai penampilan kelas dunia saat mantan bos Brighton itu berhasil menghidupkan kembali karir eks kiper Bilbao yang sempat frustrasi usai kehilangan tempatnya di bawah asuhan Thomas Tuchel tersebut.

Graham Potter kemudian melayangkan pujiannya kepada Mason Mount yang terbukti menjadi pembeda bagi Chelsea dengan dua golnya. Pelatih berusia 47 tahun itu mengatakan bahwa gelandang Inggris itu selalu bekerja keras, punya kualitas, dan kemampuan untuk mencatatkan assist serta mencetak gol.

BANDARTOGEL77
IBOSport
MACAUBET
SebelumnyaDavid Moyes Tuding Wasit Cegah Kemenangan West Ham Kontra Southamptom
SelanjutnyaBarcelona Unggul Penguasaan Bola, Xavi Heran Kenapa Madrid Masih Bisa Menang