Kualifikasi Euro yang Diwarnai Penembakan Fans Swedia Tak Akan Dilanjutkan

Gila Bola – UEFA memutuskan tidak akan melanjutkan 45 menit babak kedua pertandingan Belgia vs Swedia pada ajang kualifikasi Euro 2024, yang diwarnai penembakan berujung tewasnya dua fans tim tamu.

Pertandingan di King Baudouin Stadium di Brussels Belgia itu dihentikan saat turun minum setelah staf kedua tim dan juga para pemain sepakat tidak akan melanjutkan paruh kedua permainan, sebagai bentuk rasa hormat pada kedua korban dan keluarganya.

Kini UEFA selaku otoritas sepak bola Eropa menyatakan hasil pertandingan Belgia vs Swedia berakhir imbang 1-1 seturut skor yang terjadi pada akhir babak pertama dan mengatakan tidak akan melanjutkan paruh kedua permainan.

Kapten timnas Swedia Victor Lindelof usai laga itu juga sudah mengatakan, tidak ada gunanya meneruskan pertandingan karena tim kuning sudah pasti tidak akan lolos ke putaran final di Jerman 2024, sedangkan Belgia sudah memastikan diri lolos sejak matchday sebelumnya.

UEFA mengatakan, skor 1-1 saat jeda itu akan dinyatakan sebagai skor akhir dan kedua tim akan mendapatkan satu poin masing-masing.

Posisi klasemen Grup F akan diubah sesuai keputusan ini, penambahan satu poin ke Belgia dan Swedia. Mereka yang terkena skorsing dianggap sudah menjalaninya selama 90 menit dan semua kartu kuning akan tetap berlaku.

Salah satu pertimbangan untuk membatalkan kelanjutan laga itu, karena tidak mungkin menggelar pertandingan sehari setelahnya, seperti kebiasaan jika sebuah pertandingan ditunda. Sampai sehari setelahnya tidak ada kabar aman soal si penembak yang mengaku sebagai seorang anggota ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Pelaku menembak dua orang yang diketahui mengenakan jersey Swedia, beberapa saat sebelum pertandingan dimulai, menewaskan keduanya dan mencederai satu orang lainnya.

Peristiwa itu terjadi dalam jarak sekitar lima kilometer dari stadion tersebut, yang kemudian memaksa pihak kepolisian menahan semua orang di dalam stadion, termasuk pemain kedua kesebelasan, dengan pertimbangan lebih aman berada di stadion daripada pulang ke hotel atau rumah masing-masing.

Sang pembunuh dua fans Swedia itu diidentifikasi sebagai seorang keturunan Tunisia berusia 45 tahun yang merupakan imigran gelap di negara Belgia, ditembak mati oleh polisi sehari setelahnya di sebuah cafe. Ia melampiaskan kemarahannya untuk apa yang terjadi di Jalur Gaza.

Para pemain Swedia dikawal polisi langsung menuju bandara untuk pulang ke negaranya, sementara penonton dari negeri Skandinavia itu dikawal untuk pulang ke hotel mereka masing-masing.

Staf stadion baru diizinkan pergi dari King Baudouin Stadium pada pukul 4 pagi waktu setempat, di tengah ketidakpastian situasi keamanan.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News