Manchester City Tersingkir dari Carabao Cup! Ditaklukkan Finalis Musim Lalu

Gila Bola – Juara Carabao Cup 2018, 2019, 2020 dan 2021, Manchester City tersingkir di putaran ketiga kompetisi ini setelah ditaklukkan oleh finalis Piala Liga musim 2022/23. Siapa?

Satu assist dari Joelinton kepada Alexander Isak, pemain Newcastle United asal Swedia, sudah cukup untuk menghentikan sang juara bertahan Premier League dan juga juara Piala FA musim lalu itu, yang sekaligus menjadi kampiun dari empat musim sejak 2018 sampai 2021.

Ini menjadi kejutan kedua dari kompetisi piala tersebut setelah Tottenham Hotspur disingkirkan Fulham pada putaran sebelum ini.

Bagaimana Cara Newcastle United Singkirkan Man City?

Skuad Eddie Howe itu sudah tahu, percuma adu dominasi bola melawan raja penguasaan bola di bawah arahan Pep Guardiola.

Jadi, apa yang dilakukan the Magpies dalam pertandingan putaran ketiga Carabao Cup, Kamis dinihari (28/9) adalah membiarkan tim biru langit itu menguasai bola, lalu mencuri peluang dari serangan balik.

Dominasi bola City mencapai 70 persen selama babak pertama, sebelum turun sedikit menjadi 64 persen pada paruh kedua, tetapi justru di awal babak kedua inilah Alexander Isak mencetak gol.

Dengan modal penguasaan bola rata-rata hanya 33 persen saja selama 90 menit, serta lima percobaan gol dan empat tembakan tepat sasaran ke gawang Stefan Ortega, Newcastle tampil sebagai tim yang jauh lebih efisien daripada tamunya.

Tahu berapa banyak percobaan gol dilakukan oleh Jack Grealish dan rekan-rekannya? Sembilan kali selama 90 menit lebih, termasuk injury time. Tahu berapa banyak serangan tepat sasaran ke gawang Nick Pope? Dua kali saja.

Termasuk satu kali di antaranya oleh penyerang tengah asal Argentina Julian Alvarez. Pemain 23 tahun itu dipasang di lini depan bersama Grealish dan Oscar Bobb, pemain 20 tahun asal Norwegia.

Dan sementara Bobb serta Grealish dipertahankan sampai akhir, Julian Alvarez sudah ditarik keluar sejak menit 74 guna digantikan oleh Phil Foden.

Itu merupakan satu dari tiga rotasi yang dilakukan Pep Guardiola, dengan Matheus Nunes masuk menggantikan Nathan Ake dan Jeremy Doku masuk guna mengisi posisi Mateo Kovacic.

Namun skor 1-0 bertahan sampai akhir dan berakhir pula lah satu peluang City meraih trofi, yang seharusnya menjadi yang paling mudah dibandingkan Premier League atau Piala FA.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News