Mohamed Salah Dikritik Media Turki Usai Debut Bersama Trabzonspor

Mohamed Salah mendapat kesempatan bermain penuh untuk pertama kalinya bersama Trabzonspor. Hasilnya jauh dari ideal. Klub Turki itu kalah 0-1 dari Ferencvaros dalam laga play-off kualifikasi Liga Europa.

Salah tampil selama 90 menit, tetapi tidak mampu memberikan pengaruh besar seperti yang selama ini melekat pada namanya. Media Turki pun mulai memberikan penilaian cukup keras.

Mohamed Salah Belum Mampu Memenuhi Ekspektasi

Pertandingan melawan Ferencvaros menjadi ujian berbeda bagi Salah setelah sebelumnya ia hanya tampil sebagai pemain pengganti di Liga Turki.

Dalam laga tersebut, Salah nyaris mencetak gol ketika tendangan voli jarak dekatnya dari situasi tendangan bebas melenceng tipis dari tiang gawang.

Kesempatan bermain sejak awal akhirnya datang saat menghadapi Ferencvaros. Namun, pemain berusia 34 tahun itu tidak berhasil memaksimalkan peluang tersebut.

Sozcu menggambarkan reaksi suporter Trabzonspor yang mulai terbelah. Sebagian menilai Salah sudah jauh dari masa kejayaannya dan menganggap transfer tersebut sebagai sebuah kesalahan. Kelompok lainnya masih yakin sang winger Mesir akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Media tersebut juga menyebut Salah mengalami awal musim yang mengecewakan dan belum memenuhi ekspektasi pada pertandingan pertamanya di Akyazi Stadium.

Canli Yayin memiliki pandangan serupa. Mereka menyebut Salah telah membuat para penggemar terpecah setelah dianggap belum mampu memberikan kontribusi sesuai harapan dalam dua pertandingan pertamanya.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Ferencvaros Berhasil Mematikan Pergerakan Salah

Fanatik justru tidak memilih untuk mengkritik Salah secara langsung. Mereka menyoroti cara Ferencvaros menghadapi pemain sayap tersebut.

Menurut Fanatik, Ferencvaros mampu memberikan penjagaan efektif hingga membuat bintang Mesir itu nyaris tidak berkutik.

Salah tetap mencoba keluar dari tekanan tersebut. Ia disebut memperlihatkan semangat juang tinggi untuk melewati penjagaan lawan, tetapi usahanya belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.

Data pertandingan juga memperlihatkan betapa sulitnya Salah mendapatkan ruang.

KingFut mencatat Salah melepaskan enam percobaan ke arah gawang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,41. Ia juga menciptakan empat peluang dan menyelesaikan 31 dari 38 operan.

Namun, ada catatan yang lebih mengkhawatirkan. Dari 11 umpan silang yang dilepaskannya, hanya tiga yang berhasil menemukan rekan setim.

Salah juga hanya mampu menuntaskan satu dari tiga percobaan dribel dan kehilangan penguasaan bola sebanyak empat kali.

Angka-angka tersebut cukup kontras dengan gambaran Salah selama bertahun-tahun di sepak bola Inggris. Ia dikenal mampu membawa bola melewati lawan dan menciptakan gol-gol individu, termasuk ketika menghadapi Arsenal, Manchester City, dan Manchester United.

Kini situasinya berbeda.

Wajar Jika Salah Masih Membutuhkan Waktu

Salah datang ke Trabzonspor dengan ekspektasi besar setelah membuat keputusan mengejutkan untuk meninggalkan Liverpool melalui transfer gratis.

Kepindahan itu terjadi setelah kontraknya di Anfield diakhiri lebih awal pada musim panas. Sebelumnya, Salah juga sempat terlibat perselisihan dengan mantan pelatih Liverpool, Arne Slot, yang ditudingnya telah “throwing him under the bus” pada sejumlah momen musim lalu.

Banyak pundit dan penggemar, termasuk Jamie Carragher, menilai Salah sebenarnya masih cukup bagus untuk memperkuat klub yang lebih besar. Juventus dan AC Milan bahkan disebut sebagai klub yang secara rutin dikaitkan dengan kemungkinan transfernya.

Pilihan akhirnya jatuh kepada Trabzonspor.

Klub tersebut menyambut kedatangannya dengan fanfare luar biasa hanya beberapa pekan lalu. Karena itu, ekspektasi terhadap penampilan Salah memang sangat tinggi.

Tetapi satu pertandingan penuh belum cukup untuk menentukan apakah keputusan tersebut merupakan sebuah kesalahan.