Mourinho Ungkap Alasan Tarik Vinicius, Pujian untuk Mbappe Bikin Perbandingan Ronaldo Muncul

Kylian Mbappe langsung menunjukkan taringnya di awal musim 2026/27. Tiga gol ke gawang Real Sociedad mengantarkan Real Madrid menang 4-1 di Santiago Bernabeu, sekaligus menjaga rekor sempurna Los Blancos dalam dua laga pertama.

Namun, Jose Mourinho tidak menutup mata soal performa timnya. Pelatih Real Madrid itu justru mengakui timnya kesulitan pada babak pertama sebelum tampil jauh lebih kuat setelah jeda.

Mourinho Akui Real Madrid Sempat Kesulitan

Real Sociedad membuat Madrid tidak nyaman sejak awal. Menurut Mourinho, La Real tampil berani dan mampu menciptakan banyak kesulitan meski tidak terlalu sering menghadirkan ancaman besar di depan gawang.

Mourinho bahkan berharap ada jeda hidrasi agar dirinya bisa memberikan instruksi lebih awal kepada para pemain.

“Saya menilai La Real adalah tim yang sangat bagus, mereka menciptakan banyak kesulitan bagi kami. Dalam pertandingan seperti ini saya ingin ada jeda hidrasi agar bisa berbicara setelah 25 menit, karena mereka mengejutkan kami,” kata Mourinho, seperti dikutip Diario AS.

“Kami tidak terlalu tenang sampai melakukan perubahan di babak kedua. Tetapi kami tetap tenang dan pada babak kedua tim sangat kuat.”

Kemenangan 4-1 akhirnya membawa Madrid meraih dua kemenangan beruntun pada awal musim. Mereka juga masih berada di puncak klasemen pada fase awal kompetisi.

Mourinho merasa perubahan permainan setelah turun minum menjadi salah satu kunci. Madrid mulai lebih kompak, mampu menguasai bola dan memainkan pertandingan dengan intensitas yang berbeda.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

“Saya sangat menyukai babak kedua. Kami tahu bagaimana menjadi sebuah tim: menunggu, tenang, kompak. Kami berhasil menguasai bola dan pada babak kedua menambah satu gigi lagi,” ujarnya.

Mourinho: Mbappe Luar Biasa!

Jika ada satu pemain yang paling mencuri perhatian, jawabannya jelas Mbappe.

Penyerang asal Prancis itu mencetak hat-trick sekaligus membuka rekening golnya pada musim ini. Mourinho pun memberikan pujian tinggi kepada mantan bintang Paris Saint-Germain tersebut.

“Yang dilakukan Mbappe itu gila. Kualitasnya sangat tinggi. Kemampuan mencetak gol, menciptakan peluang, dan ketika tim kesulitan dia turun untuk terhubung dengan pemain lain sehingga tim bisa maju dan membangun ancaman,” kata Mourinho.

Mourinho juga menanggapi perbandingan Mbappe dengan Cristiano Ronaldo. Ia pernah bekerja bersama Ronaldo ketika menjalani periode pertama sebagai pelatih Madrid.

Pelatih asal Portugal itu mengaku tidak menyukai kebiasaan membandingkan pemain. Tetapi untuk Mbappe, ia melihat sosok yang punya ambisi besar untuk menciptakan sejarah bersama Real Madrid.

“Saya tidak suka membandingkan pemain, tetapi pemain ini luar biasa. Saya sangat senang dia membuat sejarah di Piala Dunia karena ada 25 pemain juara dunia, tetapi hanya satu yang akan abadi dalam sepak bola, yang memiliki gol terbanyak dan telah membuat sejarah itu,” tutur Mourinho.

Menurutnya, Mbappe memiliki rasa lapar untuk terus mencatat sejarah bersama Madrid.

Menariknya, Mourinho tidak hanya memuji Mbappe. Ia menilai kemenangan tersebut lahir dari kerja kolektif. Lini belakang disebutnya sangat dominan, sementara para pemain tengah bekerja seperti mesin.

Mourinho Soal Gantikan Vinicius

Nama Vinicius Junior juga ikut menjadi pembicaraan setelah pertandingan. Pemain Brasil itu sempat mendapat siulan dari sebagian suporter Madrid.

Vinicius kemudian meresponsnya dengan cara terbaik di lapangan. Ia mencetak gol sekaligus memberikan assist pada babak kedua.

Mourinho memahami reaksi suporter tersebut. Menurutnya, tuntutan di Real Madrid memang sangat tinggi.

“Kami sudah mengenalnya dan berkat itu tuntutannya adalah sejarah. Madrid memiliki pemain-pemain hebat, tim-tim hebat. Ada perbedaan antara menjadi suporter dan menjadi pemain,” ujar Mourinho.

Ia bahkan tidak meminta siulan tersebut langsung berubah menjadi tepuk tangan.

“Saya tidak meminta siulan diganti dengan tepuk tangan. Mereka selalu punya alasan, orang-orang frustrasi. Beberapa siulan tidak menyakiti siapa pun, bahkan bisa membantu untuk berkembang,” lanjutnya.

Mourinho kemudian menjelaskan keputusannya menarik Vinicius pada menit ke-84.

Menurutnya, pergantian tersebut memang sudah direncanakan karena Vinicius membutuhkan waktu istirahat. Madrid juga masih memiliki pertandingan lain dalam tiga hari.

Namun, Mourinho sengaja menunggu sampai Vinicius mencetak gol sebelum menggantinya.

“Kami berbicara dalam bahasa yang sama, bercanda jadi lebih mudah. Saya tidak akan pernah menarik Vini tanpa gol itu, tanpa perasaan positif. Saya menggantinya karena dia perlu sedikit beristirahat, kami punya pertandingan lain dalam tiga hari,” kata Mourinho.

Ia merasa waktu pergantian itu tepat karena Vinicius bisa meninggalkan lapangan dengan mendapatkan sambutan positif dari publik Bernabeu.

Opini

Kemenangan 4-1 ini memang terlihat meyakinkan dari skor, tetapi komentar jujur Mourinho justru menunjukkan bahwa Real Madrid belum sepenuhnya tampil sempurna.

Babak pertama menjadi alarm kecil. Real Sociedad mampu membuat Madrid kesulitan dan memaksa Mourinho melakukan penyesuaian. Respons setelah jeda menjadi bagian yang patut diapresiasi.

Madrid akhirnya mendapatkan hasil maksimal. Mourinho pun mendapatkan dua kemenangan dari dua laga awal, meski ia sendiri tahu masih ada bagian permainan yang harus diperbaiki.